Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS penyerangan dan pengusiran paksa terhadap pengungsi etnis Rohingya di gedung Balai Meuseueraya Aceh (BMA), Banda Aceh, pada Rabu 27 Desember 2023, menuai sorotan. Belum ada titik terang apa motif dan siapa melakoninya.
Untuk menghilangkan opini negatif terhadap mahasiswa, warga masyarakat Aceh dan pihak pemerintah, hendaknya perlu pengungkapan apa tujuannya dan siapa sebenarnya di balik aksi tidak berperi kemanusiaan itu.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (30/12) menyebutkan, seorang di antara mahasiswa pendemo yang berperan sebagai koordinator Lapangan (Korlap), pernah berstatus sebagai Nara Pidana (Napi) kasus narkoba.
Baca juga : Aksi Pengusiran Paksa Pengungsi Rohingya di Aceh Dikecam
Remaja pemilik nama T Warija Arismunandar Bin T Rusli, yang kini mahasiswa Al Wshliyah itu pernah mendapat putusan kasus narkotika dari PN Banda Aceh, Nomor 193/Pid.Sus/2022/PN Bna.
Itu merupakan putusan tingkat pertama tertanggal 6 September 2022, dengan penuntut umum Indriani Rachman SH dan Yuni Rahayu SH. Dengan terdakwa T Warija Arismunandar Bin T Rusli.
Dilansir dari putusan Mahkamah Agung Nomor 193/Pid.Sus/2022/ PN Bna, lelaki kelahiran 1998 ini ditangkap pada 31 Maret 2022 di kawasan Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh. Dia ditangkap bersama barang bukti sabu seberat 0,31 gram.
Baca juga : Pengungsi Rohingya yang Diusir Mahasiswa Aceh Sempat Mogok Makan, Tuntut Tempat Layak
Itu sebabnya Hakim Pengadilan Negeri Banda Aceh yang diketuai Safri bersama dua Hakim Anggota Azhari dan Elfiyanti Putri menjatukan vonis hukum 2 tahun penjara.
Pada bagian lain disebut-sebut aksi demo berujung pengusiran paksa terhadap pengungsi Rohingya itu ada pihak tertentu yang mengendalikan.
Mereka sudah mempersiapkan sekitar sepekan lalu untuk seolah-olah menyuarakan keluhan masyarakat Aceh terkait kedatangan pengungsi beberapa gelombang akhir-akhir ini.
Baca juga : Tolak Rohingya, Mahasiswa Aceh Minta Pengungsi Dipulangkan ke Negaranya
Bahkan berkembang isu T Warija Arismunandar dan beberapa orang lainnya mendapat pesana dari kelompok terorganisir untuk menggelar unjuk rasa. Aksi pada Rabu 27 Desember 2023 tersebut dibiayai dengan dana spektakuler hingga mencapai ratusan juta rupiah.
Beberapa pihak yang dikonfirmasi Media Indonesia yang dianggap memiliki informasi itu enggan menjelaskan secara jelas. Namun tidak membantah kemungkinan ada agenda terselubung di balik aksi provokasi pengusiran manusia perahu yang memanfaatkan mahasiswa itu.
"Ini mirip operasi tertentu" tutur sumber yang enggan disebut identitasnya. (Z-4)
Fokus pembersihan oleh aktivis 98 di Aceh Utara menyasar pada pekarangan Masjid Assa'adah, Meunasah (balai desa), serta akses lorong desa.
Tidak ada lagi seragam sekolah yang tersisa di Jamat. Siswa mengenakan pakaian warna-warni seadanya hasil pemberian donatur.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November lalu meninggalkan dampak serius bagi petani, pekebun, dan petambak.
Keterisolasian ini memaksa harga durian di tingkat petani terjun bebas. Durian ukuran sedang yang biasanya dihargai Rp8.000 per buah, kini hanya bernilai Rp2.500 per buah.
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan masih ada siswa korban bencana banjir Aceh yang belajar di tenda pengungsian.
KKN tematik ini tidak hanya menjadi sarana pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga wadah pembelajaran bagi mahasiswa agar lebih peka terhadap isu-isu sosial.
Ketidakjelasan ini disebut menyebabkan warga negara tidak dapat memprediksi secara rasional apakah kritik atau pendapatnya dapat dipidana.
Posisi Turki sangat strategis sebagai lokasi belajar bagi pemuda dunia. Menurutnya, negara tersebut merupakan laboratorium hidup di mana peradaban bertemu dan berkolaborasi secara nyata.
Selain mahasiswa Polstat STIS yang terdiri dari 227 mahasiswa dan 283 mahasiswi, BPS juga mengerahkan 50 pegawai BPS Pusat, serta pegawai BPS di kabupaten/kota terdampak.
mitigasi bencana tidak dapat hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga harus menyentuh perubahan perilaku serta penguatan kesiapan mental masyarakat
Guru dan mahasiswa dilibatkan dalam pendidikan gizi di sekolah penerima MBG untuk meningkatkan kesadaran nutrisi dan mengoptimalkan konsumsi makanan siswa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved