Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
POLSEK Mangkubumi, Polres Tasikmalaya Kota berhasil menangkap 11 anggota geng motor berstatus pelajar SMA Negeri, SMK Negeri, dan SMK Swasta di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Penangkapan tersebut dilakukannya, setelah mereka melakukan tindak kekerasan dalam pengaruh minuman keras (miras) dan menganiaya dua pejalan kaki di Jalan SL Tobing.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar), Wahyu Mijaya mengatakan, kekerasan kepada dua orang pejalan kaki yang dilakukan oleh 12 orang berstatus pelajar di SMAN, SMKN dan SMK swasta di Kota Tasikmalaya, sangat tidak terpuji. Namun, keterlibatan mereka mendapat sanksi yang terbukti melanggar aturan tetapi mekanismenya dari sekolah dan ketentuan hukum.
"Kami akan fokus dulu melakukan pembinaan terlebih dahulu dan pembinaan akan dilakukan agar pelajar tidak mengulangi perbuatan yang negatif atau yang melanggar ketentuan. Kami juga selalu mengingatkannya wali kelas harus tahu setiap siswa yang ada di lingkungan dan orang per orang," katanya, Rabu (27/12).
Baca juga: Ini Kronologi Ayah Banting Anak hingga Tewas dari Sang Ibu
Ia mengatakan, Disdik Jabar akan berupaya mengoptimalisasi upaya pengawasan pelajar melalui jejaring yang ada. Baik Kantor Cabang Disdik maupun sekolah dan Jejaring Disdik di Jabar.
"Peran guru tidak hanya mengajarkan materi mata pelajaran saja, tetapi mereka dituntut membangun karakter para pelajar sehingga diharapkan generasi muda tidak terlibat hal-hal melanggar aturan. Namun, para guru harus tetap membangun karakter para siswa hingga kami terus evaluasi dan ketika ada kejadian akan menjadi catatan harus ditindaklanjuti," ujarnya.
Baca juga: Polisi Tangkap Pria Penyerang Penjaga Rumah Dinas Kapolri
Info soal polisi telah menangkap 11 orang geng motor berstatus sebagai pelajar di Kota Tasikmalaya beredar melalui pesan whatsapp dan media sosial. Para pelaku tersebut berinisial RMP, 16, siswa SMKN 2, MHR, 17, BJ, 17, TAR, AN, DF, MZA, 17, siswa SMAN 8, MNK, 17, siswa SMK Artanita, SMA, 17, ERF, 16, siswa SMAN 4, IQ, SMK YPS 3 dan SN, siswa SMK YPS 3 masih dalam pengejaran.
Sementara itu, Kapolsek Mangkubumi, Polres Tasikmalaya Kota, IPTU Ruhana Effendi mengatakan, aksi kekerasan yang dilakukan oleh 11 anggota geng motor terjadi di wilayah Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, pada Minggu (17/12) hingga menyebabkan 2 orang pejalan kaki bernama Rian Andriana dan Atang terluka. Dalam pemeriksaan yang dilakukan kepada pelaku diketahui mereka berada di bawah pengaruh minuman keras (miras).
"Pelaku yang melakukan penganiayaan pada dua orang pejalan kaki berhasil ditangkap dan semuanya berjumlah 12 orang, tetapi seorang lagi sampai sekarang masih dalam pengejaran dan kami meminta supaya menyerahkan diri. Namun, dalam pemeriksaan kepada 11 orang pelaku mereka mengaku telah mengonsumsi miras dan melakukan kekerasan," pungkasnya.
(Z-9)
Kejadian bermula saat tiga tersangka, yakni SPS, RAH dan MR berboncengan mengendarai sepeda motor ugal-ugalan menabrak mobil korban. Korban pun menegur.
Polisi juga mengamankan 18 unit motor 38 ponsel.
Akibat pengeroyokan itu, beberapa pemuda mengalami luka. Setelah mendapat laporan, Tim Sancang bergerak dan menangkap pelaku.
Polisi masih melakukan penelusuran terhadap beberapa anggota gerombolan pemotor lainnya yang diduga ikut terlibat dalam penyerangan.
Menurut Wakil Direktur Reskrimum Polda Jambi Ajun Komisaris Besar Imam Rachman, perkelahian yang diduga menggunakan senjata tajam itu, diduga direncanakan pada Rabu (16/4) dini hari.
KEPOLISIAN Daerah Jambi dan jajaran tidak akan memberi ampun terhadap berandalan madesu (masa depan suram) yang berkeliaran mengancam atau menyakiti warga dengan senjata tajam.
Dinas terus berkoordinasi dengan lintas instansi untuk memastikan ketersediaan layanan pengaduan yang mudah diakses oleh seluruh warga hingga tingkat kelurahan.
Tidak ada zona tertentu yang bisa dikategorikan rawan secara absolut karena potensi kekerasan dapat terjadi di mana saja.
Ia menjelaskan, koordinasi melibatkan berbagai unsur aparat penegak hukum.
Kemendikdasmen meluncurkan Gerakan Rukun dengan Teman yang merupakan bagian dari tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto
Direktur Senior Amnesty International untuk Riset, Advokasi, Kebijakan, dan Kampanye, Erika Guevara-Rosas mengecam keras pola penindakan yang dinilai sistemik tersebut.
kultur kekerasan yang masih melekat dalam tubuh Kepolisian menunjukkan bahwa reformasi kepolisian pasca-pemisahan dari ABRI belum berjalan tuntas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved