Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBAKARAN hebat melanda pabrik kerupuk home industry di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Jumat (15/12) dini hari. Akibat kebakaran tersebut, dua karyawan di pabrik tersebut tak bisa menyelamatkan diri dari kobaran api hingga meninggal dunia.
Kebakaran hebat itu melanda pabrik kerupuk di Desa Lungbenda, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Jumat dini hari. Warga setempat yang berusaha memadamkan api dengan alat seadanya tak membuahkan hasil dan api semakin membesar. Warga pun kemudian menghubungi pemadam kebakaran.
Pemadam kebakaran yang segera datang ke lokasi langsung berusaha memadamkan amukan si jago merah. Banyaknya material yang mudah terbakar membuat pemadaman sulit dilakukan.
Baca juga: Kebakaran di Manggarai Jaksel, 62 Rumah Semi Permanen Ludes Dilalap Api
Akibat kebakaran itu, dua karyawan pabrik kerupuk meninggal dunia karena tak bisa menyelamatkan diri. Sebelumnya, terdapat lima orang dalam pabrik kerupuk tersebut. Tiga orang berhasil selamat dan sisanya meninggal dunia.
Upaya pemadaman ini berlangsung selama sekitar 3 jam. "Kami menerima laporan jam 01.00 ada kebakaran. Kemudian warga ramai-ramai saling bantu memadamkan api. karena api terus membesar, kami menghubungi damkar. Padahal sebelumnya kita juga telah menjebol tembok belakang, tetapi tetap korban tidak tertolong karena rambatan api lebih cepat," ujar Muhammad, Sekretaris Desa Lungbenda.
Baca juga: Menanti Wajah Baru Museum Nasional Pascakebakaran
Lokasi kebakaran yang berdampingan dengan rumah warga membuat warga setempat panik. Api semakin membesar di saat warga tengah tertidur lelap. Jumat siang, lokasi kebakaran pabrik kerupuk masih dipasang garis polisi. (Z-2)
MASYARAKAT di wilayah Cirebon merasakan suhu udara yang lebih dingin dalam beberapa hari terakhir.
Penggunaan Silpa berjalan secara transparan. Pemanfaatannya dilakukan untuk program prioritas.
Setelah stagnan selama lima tahun, target tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp 4 miliar, turun dari target 2025 yang mencapai Rp4.637.073.350.
Bencana yang mendominasi sepanjang 2025 lalu yaitu pohon tumbang dengan 67 kejadian, bangunan ambruk sebanyak 45 kejadian, cuaca ekstrem sebanyak 18 kejadian, banjir 11 kejadian.
Keputusan untuk melanjutkan operasional KA tambahan pada masa angkutan Nataru dilakukan berdasarkan hasil evaluasi terhadap tren pergerakan penumpang
Tingkat okupansi yang melampaui 100% tersebut dipengaruhi pola perjalanan pelanggan yang dinamis, dengan naik dan turun penumpang di berbagai stasiun
Kabupaten Cirebon merupakan daerah yang rentan diterjang bencana hidrometeorologi di musim penghujan ini. Baik itu bencana banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem dan lainnya.
BPBD sudah menyiapkan langkah kesiapsiagaan, termasuk menghadapi potensi pohon tumbang akibat cuaca ekstrem
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon belum akan memberlakukan WFH untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayahnya.
Tim dinkes juga melakukan pengecekan kondisi dapur, kualitas air, IPAL, hingga kebersihan peralatan masak dan makan.
Kesamaan pandangan dalam menciptakan lingkungan tetap bersih melalui penanganan sampah berkesinambungan harus menjadi perhatian semua pihak
Dari total alokasi sebelumnya sebesar Rp121,6 miliar, Kabupaten Cirebon hanya akan menerima Rp72,2 miliar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved