Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN dengan intensitas ringan hingga lebat diperkirakan akan mengguyur seluruh daerah di Jawa Tengah, selain ancaman bencana hidrometeorologi tinggi di beberapa daerah gelombang tinggi dan banjir pasang air laut (rob) juga berpotensi terjadi kawasan pesisir.
Pada Kamis (23/11), rob terpantau kembali merendam beberapa daerah di Pantura Jawa Tengah seperti Pekalongan, Semarang, Demak hingga ketinggian 0,2-1 meter. Warga mulai kembali alami kesulitan beraktivitas terutama di kawasan Sayung, Kabupaten Demak.
Warga Sayung, Sholichin, mengatakan sejak dini hari rob mulai meninggi hingga beberapa ruas jalan desa kembali terendam. Pada pagi warga yang hendak bekerja ataupun sekolah, terpaksa menggunakan perahu.
Hal serupa juga diungkapkan Nur Hasyim, warga Sayung lainnya. Sejak dini hari, banjir rob telah mulai masuk ke dalam rumah warga. Meski tidak terlalu tinggi, namun air yang masuk tetap membuat kesulitan beraktivitas. Dia harus membuat tanggul darurat di sekitar rumah dengan karung berisi pasir.
Baca juga:
> Banjir Rob Kembali Rendam Daerah di Pantura Jawa Tengah
> Korban Rob Demak Digelontor Bantuan Pembangunan Rumah Apung
Berdasarkan BMKG Tanjung Mas Semarang, tinggi gelombang laut di perairan utara Jawa Tengah diprediksi sekitar 0,2-2 meter. Sedangkan di perairan selatan Jawa Tengah mencapai 0,5-2,5 meter.
"Waspada pada warga beraktivitas di pesisir karena ancaman gelombang tinggi dan rob terjadi di daerah Pantura," kata Koordinator Observasi BMKG Tanjung Mas Ganis.
Prakirawan Stasiun Meteorologi BMKG Ahmad Yani Semarang Gempita Icky Dzikrillah mengatakan potensi hujan ringan hingga lebat terjadi hampir merata di seluruh daerah di Jawa Tengah pada petang-malam hari. Hujan ringan berperkirakan turun di Sukoharjo, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Brebes, Solo, Semarang, Pekalongan, dan Tegal.
Hujan ringan-sedang, lanjut Gempita, berpotensi terjadi di Cilacap, Purwokerto, Kebumen, Purworejo, Klaten, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Blora, Ungaran, Kendal, Batang, Kajen, Pemalang, Slawi, Salatiga, Bumiayu, Majenang, dan Ambarawa. Hujan sedang-lebat di Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Purwodadi, Temanggung dan Magelang.
"Angin dari arah barat laut-tenggara berkecepatan 03-30 kilometer per jam, suhu udara berkisar antara 27-34 derajat selsius dengan kelembapan udara 50-80 persen," ujar Gempita. (Z-6)
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menerangkan adanya awan Cumulonimbus saat pesawat ATR 42-500 jatuh di Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1) lalu.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi awan Cumulonimbus (Cb) di Maros, Sulawesi Selatan, bertepatan dengan peristiwa jatuhnya pesawat ATR 42-500, Sabtu (17/1).
Adanya Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia selatan Indonesia dengan kecepatan angin maksimum sekitar sistem mencapai 15 knot (28 km/jam) dan tekanan udara 1001 hPa.
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Sirkulasi siklonik yang sebelumnya terpantau di selatan Nusa Tenggara Barat sempat berkembang menjadi Bibit Siklon Tropis 96S.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, aparat antirasuah menyasar Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Sejak pagi hujan ringan-sedang sudah mengguyur sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan berpeluang meningkat.
Banjir di Pekalongan mengganggu operasional kereta api. KAI mencatat refund tiket penumpang mencapai Rp3,5 miliar akibat pembatalan perjalanan.
Melihat kondisi cuaca yang masih hujan hingga saat ini, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut serta melakukan modifikasi cuaca.
Tidak hanya itu, akibat gelombang tinggi penyeberangan antar pulau baik Jepara-Karimunjawa maupunTanjung Emas Semarang-Karimunjawa juga terhenti, termasuk kapal layar motor
Sementara itu di Kabupaten Pati ratusan warga di Desa Doropayung, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, kini mulai mengungsi di tiga lokasi
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved