Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KEKERINGAN akibat kemarau panjang yang masih melanda Morowali, Sulawesi Tengah, mengancam pertanian warga di kabupaten itu gagal panen.
Salah satu warga Morowali Mularman mengaku, kurang lebih 50 hektare sawah mereka di Desa Lantula Jaya, Kecamatan Wita Ponda memprihantinkan akibat kekeringan.
Di mana, padi tidak berkembang dengan baik sebab tidak ada air dan kondisi tanah terbelah-belah.
Baca juga: Program Air Bersih Prabowo Bantu Kekeringan di Berbagai Wilayah
“Sawah kering, mustahil lagi mau dipanen,” keluhnya dihadapan Anggota DPRD Sulteng, Huisman Brant Toripalu saat melakukan penjaringan aspirasi di desa tersebut, Selasa (7/11).
Mularman menjelaskan, kondisi mengeringnya sawah juga diperparah adanya perbaikan Irigasi Ungkaya yang saat ini sedang dilaksanakan rehabilitasi.
Baca juga: Kekeringan Berkah, Produksi Telur Bebek di Brebes Melejit
“Katena irigasi masih dikerja, pasokan air ke persawahan terhenti total. Makanya ini harus menjadi perhatian pemerintah,” imbuhnya.
Menanggapi keluhan ini, Huisman berharap, pemerintah segera memberikan intervensi.
Menurutnya, bentuk intervensi dari pemerintah dapat dilakukan dengan mengucurkan bantuan stimulus bagi petani yang mengalami gagal panen.
“Pmerintah juga bisa menggalakkan diversifikasi tanaman, dengan produksi pertanian yang lebih beragam,” terangnya.
Selain itu, lanjut Huisman, petani dapat mempertimbangkan menanam varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi kering atau panas.
Termasuk, beberapa hal lain juga dapat dilakukan oleh pemerintah, seperti penyediaan informasi, bantuan keuangan, pelatihan, atau bantuan teknis dalam pengelolaan pertanian yang berkelanjutan.
“Langkah ini, tentu saja bukan hanya untuk petani di Lantula Jaya, tapi seluruh petani yang terdampak kekeringan di Sulteng,” tandasnya. (Z-10)
MASYARAKAT wilayah Cirebon, yang meliputi Kota dan Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Indramayu dilanda suhu panas beberapa hari terakhir.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk Rabu, 8 Oktober 2025. Pekan pertama Oktober, sebagian besar wilayah Indonesia memasuki masa peralihan.
KEMARAU panjang semakin berlanjut menyelimuti kawasan Provinsi Aceh.
Masyarakat NTT diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi angin kencang yang bersifat kering. Angin kencang ini berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.
"Jadi saat wilayah yang mudah terbakar meluas, kami mohon bantuan, dukungan yang berada di Provinsi Riau benar-benar menjaga jangan sampai lahan itu terbakar,"
MUSIM kemarau menyebabkan krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Krisis air bersih terjadi di Desa Lebaksiu Kidul, Kecamatan Lebaksiu, yang terdampak
MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa seluas 4.000 hektare sawah terdampak puso akibat bencana di Pulau Sumatra.
RATUSAN hektare area persawahan di Desa Fajar Indah, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Provinsi Bangka Belitung, kembali terendam banjir.
Kehadiran produk asuransi pertanian besutan BRINS ini dapat memberikan perlindungan nyata bagi petani.
Hal ini akibat tidak turunnya hujan di wilayah tersebut dalam dua bulan terakhir. Kondisi juga diperparah dengan mengeringnya sejumlah waduk dan embung di kawasan Pantura setempat.
Perhitungan kerugian petani akibat serangan hama tikus mencapai Rp10 juta-Rp15 juta per hektare.
PEMERINTAH Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, mengimbau para petani agar menunda tanam padi guna mengantisipasi ancaman gagal panen (puso) akibat cuaca buruk dan bencana banjir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved