Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
KEKERINGAN akibat kemarau panjang yang masih melanda Morowali, Sulawesi Tengah, mengancam pertanian warga di kabupaten itu gagal panen.
Salah satu warga Morowali Mularman mengaku, kurang lebih 50 hektare sawah mereka di Desa Lantula Jaya, Kecamatan Wita Ponda memprihantinkan akibat kekeringan.
Di mana, padi tidak berkembang dengan baik sebab tidak ada air dan kondisi tanah terbelah-belah.
Baca juga: Program Air Bersih Prabowo Bantu Kekeringan di Berbagai Wilayah
“Sawah kering, mustahil lagi mau dipanen,” keluhnya dihadapan Anggota DPRD Sulteng, Huisman Brant Toripalu saat melakukan penjaringan aspirasi di desa tersebut, Selasa (7/11).
Mularman menjelaskan, kondisi mengeringnya sawah juga diperparah adanya perbaikan Irigasi Ungkaya yang saat ini sedang dilaksanakan rehabilitasi.
Baca juga: Kekeringan Berkah, Produksi Telur Bebek di Brebes Melejit
“Katena irigasi masih dikerja, pasokan air ke persawahan terhenti total. Makanya ini harus menjadi perhatian pemerintah,” imbuhnya.
Menanggapi keluhan ini, Huisman berharap, pemerintah segera memberikan intervensi.
Menurutnya, bentuk intervensi dari pemerintah dapat dilakukan dengan mengucurkan bantuan stimulus bagi petani yang mengalami gagal panen.
“Pmerintah juga bisa menggalakkan diversifikasi tanaman, dengan produksi pertanian yang lebih beragam,” terangnya.
Selain itu, lanjut Huisman, petani dapat mempertimbangkan menanam varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi kering atau panas.
Termasuk, beberapa hal lain juga dapat dilakukan oleh pemerintah, seperti penyediaan informasi, bantuan keuangan, pelatihan, atau bantuan teknis dalam pengelolaan pertanian yang berkelanjutan.
“Langkah ini, tentu saja bukan hanya untuk petani di Lantula Jaya, tapi seluruh petani yang terdampak kekeringan di Sulteng,” tandasnya. (Z-10)
BMKG memprediksi musim kemarau di NTB mulai April 2026 akan lebih kering dari biasanya. Simak wilayah terdampak dan imbauan resminya di sini.
Menurut dia, salah satu langkah yang dilakukan Pemprov Jabar adalah mendorong pengembangan komoditas pertanian yang lebih hemat air.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi pangan nasional berada dalam keadaan aman dan terkendali
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 akan datang lebih awal di sebagian besar wilayah Indonesia dan berlangsung lebih kering dari normal.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Indonesia akan datang lebih awal pada April dan terasa lebih kering dibanding tahun lalu. Cek daftar wilayah terdampak di sini.
BMKG memprediksi sebagian wilayah di Indonesia akan memasuki musim kemarau lebih awal. Puncak musim kemarau Agustus
Banjir di Grobogan merendam 1.842 hektare sawah dan berdampak pada 9.736 keluarga. Pemprov Jateng upayakan klaim asuransi tani (AUTP) bagi petani gagal panen.
Sebagian besar warga yang membuka lahan pertanian di sekitar area longsor mengalami gagal panen akibat akses jalan menuju kebun tertutup material longsor.
CUACA ekstrem akhir-akhir ini memicu curah hujan tinggi yang meningkatkan potensi gagal panen. Pemerintah setempat mulai ancang-ancang mengantisipasi potensi tersebut.
MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa seluas 4.000 hektare sawah terdampak puso akibat bencana di Pulau Sumatra.
RATUSAN hektare area persawahan di Desa Fajar Indah, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Provinsi Bangka Belitung, kembali terendam banjir.
Kehadiran produk asuransi pertanian besutan BRINS ini dapat memberikan perlindungan nyata bagi petani.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved