Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMUNITAS masyarakat adat Desa Lewonama, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya bersyukur atas anugerah sukacita karena bisa menikmati air bersih. Setelah puluhan tahun hanya bisa merasakan air minum dari sumur yang rasanya asin, kini, mereka boleh bernapas lega.
Hal itu terjadi karena sumur bor yang diadakan pemerintah desa memanfaatkan dana Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) telah hadir di tengah kampung dan mengaliri setiap rumah warga.
Sebagai ucapan syukur karena sumber air sudah dekat, masyarakat adat Lewonama menggelar ritual adat Hode Kebarek (Terima Gadis) sebagai simbol kedatangan air di kampung pada Minggu (29/10).
Baca juga: Kejari Flotim Tetapkan 3 Tersangka Korupsi Proyek BNPB
Ritual ditandai dengan pengambilan air dari sumber air sumur bor oleh pemangku adat yang diwakili Suku Lio Lama Lingi Beta Lama Loa (Suku Lion) sebagai suku asli kampung Lewonama.
Air yang diambil tersebut diserahkan kepada suku Belang Bunu Matan Napo Keri Tego sebagai suku yang datang bersama-sama dengan suku Lion dari gunung untuk diantarkan ke kampung.
Sebagai tanda air boleh diarak ke kampung, suku Werang Lama Hodu Nua Lama Lerek membuka pintu gerbang dengan ritual gunting pita dari tali-temali hutan.
Baca juga: Permohonan Praperadilan Kasus Penyalahgunaan Narkoba PNS di Lembata Ditolak
Tampak ratusan masyarakat adat Lewonama menyambut kedatangan air di tengah kampung dalam sebuah perarakan panjang yang meriah.
Proses perarakan diwarnai dengan tarian hedung dan selen oleh segenap komunitas suku yang menghuni kampung tersebut. Air diarak menuju Lango Belen Suku Pulo Wun Lema (Rumah besar milik seluruh suku) yang berada di tengah kampung.
Setelah ditakhtakan dalam Lango Belen, air yang diarak kemudian dibagikan untuk dikecapi oleh para pemangku kepentingan di antaranya Kabelen Lewo, para kepala suku, pemerintah desa, perwakilan dari 8 suku yang mendiami komunitas adat Lewonama, dan Ribu Ratu atau masyarakat adat.
Tokoh adat kampung Lewonama Agustinus Penoli Lion menjelaskan, ritual adat Hode Kebarek dimaksudkan untuk mengakui sekaligus menghormati Sang Pemilik Air. Hal itu didasari pada keyakinan komunitas adat Lewonama kepada kekuatan alam yang mampu menghadirkan air.
"Ritual ini menggambarkan keyakinan terhadap kekuatan alam," ujarnya usai kegiatan, Minggu (29/10).
Agustinus menjelaskan, air bersih dari sumber sumur bor memang sudah melayani kebutuhan masyarakat Lewonama selama lebih kurang satu tahun. Akan tetapi dalam perjalanannya, air tersebut mengering tanpa sisa selama dua minggu.
Kesulitan air itu dikeluhkan segenap masyarakat adat Lewonama karena harus mengambil air secara manual dari sumur umum yang jaraknya cukup jauh dari pemukiman.
Menyikapi peristiwa itu, para pemangku adat di kampung Lewonama memandang perlu membuat sebuah ritual untuk memberi makan dan memanggil kembali air yang pergi menghilang.
Hasilnya, air kembali datang. Tidak tanggung-ganggung, debet air bahkan langsung naik mencapai 4 meter hanya dalam rentang satu hari.
"Ema pi lewo tukan di penesak pulo, bine pi tana lolon di pe'oer lema. Matan pito di ba hela, liwun lema di gere kuran. (Mama dan saudari di kampung mengeluh. Karena air tidak mengalir sampai ke kampung). Katena itu kami merasa perlu untuk mengungkapkan syukur dan terima kasih kepada kekuatan yang kami yakini sebagai pemilik air," kata Agustinus.
Menurut dia, maksud dari diadakannya ritual Hode Kebarek adalah meminta kepada Sang Pemilik Air untuk selalu memberikan petunjuk tidak hanya kepada para pemangku adat, tetapi juga kepada Ribu Ratu (masyarakat umum) yang mendiami komunitas adat Lewonama.
"Melalui ritual ini, kita meminta kepada pemilik air untuk selalu memberikan petunjuk kepada kita agar selalu menyerahkan persembahan karena telah memberikan air untuk hidup kita," pungkasnya. (Z-1)
PRAKIRAAN cuaca Kupang hari ini 24 Maret 2024 dilanda cuaca buruk. Oleh karena itu, aktivitas transportasi laut di wilayah Kupang terganggu di sejumlah perairan di Nusa Tenggara Timur (NTT).
SEBUAH bangunan sekolah dasar (SD) di Desa Nifukani, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), roboh.
JUMLAH penumpang mudik Lebaran 2026 melalui Pelabuhan Tenau Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam beberapa hari terakhir terpantau padat namun tetap aman dan terkendali.
Kisah haru Aipda Arno di Manggarai, NTT. Berlutut sambil menangis demi memohon warga binaannya agar tidak bentrok. Simak aksi humanis sang polisi di sini
Baru sebulan dipakai, proyek jalan Inpres senilai Rp18,3 miliar di Nagekeo NTT rusak parah. Warga menduga pengerjaan asal jadi dan minta KPK turun tangan.
Balita di Desa Kesetnana, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, Alami Stunting
PAM Jaya berkomitmen mengakselerasi perluasan jangkauan layanan air bersih agar mampu mengover seluruh wilayah DKI Jakarta secara total pada 2029.
Program ini bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi 5.000 warga Palestina yang kekurangan akses air.
Perumda Air Minum PAM JAYA menargetkan pembagian 2.000 toren air gratis sepanjang 2026 bagi warga Jakarta, khususnya pelanggan kategori tertentu, guna mendukung pemerataan akses air bersih.
PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mendukung penyediaan sarana air bersih di sejumlah wilayah di Indonesia.
Upaya pengiriman air bersih untuk warga di wilayah Lopon, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, berubah mencekam setelah sopir truk tangki menjadi sasaran tembakan
Cakupan layanan air bersih PDAM Tirta Asasta telah mencapai 23% dari total kebutuhan warga Kota Depok
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved