Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Zakat Nasional (Baznas) melakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sehat Baznas (RSB) di Kendal, Jawa Tengah, Selasa (17/10).
RSB itu merupakan hasil kerja sama dengan Baznas RI, Baznas Kabupaten Kendal, dan Pemerintah Kabupaten Kendal untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi para masyarakat yang kurang mampu.
Lokasi pembangunan dan pengelolaan terletak pada sebidang tanah seluas 2.000 meter persegi yang merupakan tanah hibah dari Pemkab Kendal kepada Baznas Kendal.
"Alhamdulillah, hari ini kita bersama menyaksikan prosesi peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sehat BAZNAS di Kendal, Jawa Tengah. RSB ini akan membantu untuk memastikan akses kesehatan yang merata bagi semua lapisan masyarakat, tanpa memandang latar belakang ekonomi atau status sosial," ujar Wakil Ketua Baznas RI Mo Mahdum di Kendal, Jawa Tengah.
Dalam keterangan yang diterima, Mahdum mengatakan, Baznas ingin memberi akses lebih mudah untuk para mustahik yang membutuhkan layanan kesehatan. Layanan ini sekaligus dapat mencegah potensi kemiskinan baru yang ditimbulkan dari beban biaya kesehatan yang harus ditanggung oleh masyarakat.
"RSB Kendal yang akan dibangun ini merupakan klinik rawat inap yang terdiri atas dua lantai. Baznas ingin memberi kenyamanan bagi siapa saja yang berobat di sini," ucap Mahdum.
Seperti yang dilakukan di RSB lain yang sudah berdiri, kata Mahdum, tidak hanya pengobatan gratis saja yang diberikan, melainkan juga pemberian vitamin, penyuluhan kesehatan, pendampingan, vaksinasi, dan skrining penyakit.
Baca juga: KLHK Dorong Perguruan Tinggi Lakukan Riset Pemulihan Gambut dan Mangrove
Berdirinya RSB Kendal menambah panjang deretan Rumah Sehat Baznas yang telah berdiri sebelumnya. Hingga kini, terdapat 13 RSB sudah berjalan dan beroperasi. Salah satunya RSB Sragen yang baru diresmikan pada Kamis (12/10).
"Kami sangat berharap, nantinya RSB Kendal dapat berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kendal untuk bersama menyukseskan program kesehatan di Kendal," kata Mahdum.
Sementara itu, Bupati Kendal Dico Ganinduto yang diwakili oleh Asisten Pemerintah Kendal Noor Fauzie mengucap syukur dan terima kasih kepada Baznas RI yang telah memberikan bantuan senilai Rp1,8 miliar untuk pembangunan RSB Kendal di Desa Kebumen ini.
"RSB Kendal ini diharapkan menjadi fasilitas kesehatan tingkat pratama untuk membantu seluruh masyarakat pengguna BPJS maupun umum dalam mendapatkan pelayanan kesehatan," ujarnya.
Noor juga berharap, pembangunan RSB Kendal ini dapat berjalan dengan lancar dan segera selesai sehingga mampu meningkatkan layanan kesehatan khususnya bagi masyarakat Kendal.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Baznas Kabupaten Kendal Syamsul Huda menjelaskan, pembangunan tahap pertama RSB ini direncanakan akan rampung dalam tiga bulan ke depan.
"Untuk pembangunan tahap pertama dari Baznas RI Rp1,8 miliar dari Baznas Kendal Rp1 miliar. Insya Allah dengan total Rp2,8 miliar ini bisa beroperasi untuk klinik pratama rawat inap, dan tahap kedua nanti kita menuju ke klinik utama. Mudah-mudahan dengan adanya RSB Kendal ini dapat membantu mengentaskan kemiskinan khususnya di daerah ekstrem," kata Syamsul. (RO/I-1)
Ia menilai pesan utama Prabowo adalah penguatan postur pertahanan sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap negara.
DEWAN Pimpinan Pusat Generasi Muda Pembaharu Indonesia (Gempar Indonesia) mendesak pemerintah untuk mengakselerasi pembangunan di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
SELAMA ini kita terlalu sering memaknai pembangunan sebagai pembangunan fisik: jalan, jembatan, gedung, kawasan industri, dan infrastruktur digital, tapi melupakan manusia
WAKIL Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mengatakan landasan kerja yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan harus menjadi acuan para pemangku kepentingan dalam pembangunan.
Salah satu dari empat tokoh tersebut berasal dari Indonesia adalah Marine Novita (Co-founder MilikiRumah)
Di tengah upaya pembangunan SDGs, muncul pertanyaan penting mengenai bagaimana sumber daya dapat dimobilisasi untuk menutup kesenjangan pembangunan
Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa tidak boleh ada rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang menolak melayani pasien peserta BPJS segmen PBI
Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dengan angka kejadian yang terus meningkat seiring perubahan gaya hidup.
Saat ini, fasilitas kesehatan maupun SDM kesehatan di Indonesia sudah sangat baik dan tidak kalah dengan rumah sakit di Malaysia maupun Singapura.
Biaya pengobatan di Penang, termasuk tindakan medis serius, seringkali lebih terjangkau daripada RS swasta premium di Indonesia.
Penelitian University of Leeds terhadap 1.832 pasien menunjukkan bahwa kenyamanan selama perawatan memiliki korelasi positif terhadap proses pemulihan pasien.
Dia menambahkan bahwa sejauh ini hasil dari CKG didominasi oleh penyakit hipertensi, baik untuk usia anak-anak sampai lansia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved