Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
KEKERINGAN dan kesulitan air bersih di Kota Semarang semakin meluas. Dari sebelumnya tujuh kelurahan menjadi 17 titik di 10 kelurahan di beberapa kecamatan. Badan Penanggungan Bencana Daerah (BPBD) akan kembali menyalurkan air bersih setelah mendapatkan kucuran dana segar.
Kawasan yang mengalami kekeringan di antaranya Kedungpabe, Beringin, Wonosari, Gondoriyo, Jabungan, Rowosari, Cepoko, Gedawang, Wonoplumbon, Meteseh, Genuk, dan Gunung Pati.
"Sumur dan sumber mata air kami telah kering, sehingga satu-satunya upaya bagi warga hanya mengandalkan bantuan," kata Warsito, warga Beringin, Kota Semarang.
Baca juga: Krisis Air Bersih Meluas Dinas Sosial Kalsel Tambah Unit Water Treatment
Keluhan yang sama diungkapkan Arifin, 65. Warga Genuk Semarang itu mengaku sebelumnya kebutuhan air masih dapat disuplai oleh sumur altetis yang disalurkan ke
warga, kini sudah berhenti karena kekeringan hal itu juga terjadi pada sumur dangkal warga. "Kami terpaksa beli air untuk konsumsi dari isi ulang galonan, karena tidak ada air bersih lagi," tambahnya.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Semarang Patrick Bagus Yudhistira mengatakan suplai bantuan air bersih segera dilanjutkan setelah mendapatkan kucuran anggaran belanja tidak terduga (BTT) Rp114 juta. Penyaluran sempat terhenti karena pagu anggaran yang dimiliki BPBD telah habis.
Baca juga: Pembasahan Gambut Solusi Permanen Atasi Karhutla
Mengalami kesulitan membantu warga alami kekurangan air bersih, lanjut Patrick, BPBD terus menghimpun bantuan dari pihak lain baik itu organisasi, swasta, lembaga maupun organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada, bantuan air bersih itupun juga terus berkurang dan nyaris habis karena luas wilayah dilanda kekeringan meningkat.
Dengan adanya kucuran anggaran BTT ini, BPBD dapat kembali melakukan pengadaan air bersih hingga 570 tangki, sehingga segera dapat disalurkan ke ribuan warga terdampak. "Ada 17 titik di 10 kelurahan yang menjadi prioritas bantuan karena kondisi kekeringan parah," ujarnya. (Z-3)
BADAN Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN mengingatkan potensi terjadinya El Nino kuat atau Godzilla yang berdampak pada kekeringan saat musim kemarau 2026.
Potensi ketersediaan air di Indonesia mencapai 3,9 miliar meter kubik per tahun. Dengan 80% air nasional digunakan sektor pertanian/irigasi.
Kondisi musim kemarau yang cenderung lebih kering itu juga dipengaruhi indikasi fenomena El Nino lemah yang berpotensi muncul pada pertengahan hingga akhir 2026.
Menurut dia, salah satu langkah yang dilakukan Pemprov Jabar adalah mendorong pengembangan komoditas pertanian yang lebih hemat air.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Indonesia akan datang lebih awal pada April dan terasa lebih kering dibanding tahun lalu. Cek daftar wilayah terdampak di sini.
Ilmuwan temukan jutaan bakteri dan jamur "pelindung" di dalam pohon ek yang tetap stabil meski dilanda kekeringan ekstrem.
Tradisi tersebut digelar setiap bulan Syawal sebagai upaya mempromosikan potensi desa wisata serta meningkatkan kunjungan wisatawan.
Satresnarkoba Polrestabes Semarang mengungkap peredaran sabu pada 15 Feb dan 15 Mar 2026, menangkap 2 tersangka serta menyita 7,3 kg sabu dan sejumlah barang bukti.
BBWS Pemali Juana Kementerian Pekerjaan Umum melakukan perawatan sejumlah mesin pompa di Rumah Pompa Kali Tenggang, Semarang, sebagai upaya pengendalian banjir
Berdasarkan data sementara pada H-7 Lebaran, jumlah kendaraan pemudik dari arah Jakarta yang melintasi gerbang tol tersebut rata-rata sebanyak dua ribu unit kendaraan per jam.
Mobilitas bukan sekadar memindahkan orang dari satu titik ke titik lain. Mobilitas adalah tentang siapa saja yang bisa ikut dalam perjalanan itu.
Di bulan Ramadan ini, PSI Kota Semarang melakukan aksi nyata berbagi takjil kepada masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved