Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan wilayah Jawa Tengah bagian selatan telah memasuki awal masa pancaroba atau transisi dari musim kemarau menuju musim hujan.
"Saat sekarang awal transisi, hujan ringan sudah mulai turun secara sporadis di sejumlah wilayah Jateng selatan seperti di beberapa tempat di Kabupaten Cilacap, Banyumas, dan Kebumen," kata Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo di Cilacap, Selasa (19/8) seperti dilansir dari Antara.
Oleh karena itu, kata dia, masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang biasa terjadi pada masa pancaroba atau peralihan musim seperti petir, angin kencang, angin puting beliung, serta hujan lebat dengan waktu singkat yang berpotensi mengakibatkan bencana hidrometeorologi berupa banjir dan longsor.
Lebih lanjut mengenai prakiraan awal musim hujan 2023-2024 di wilayah Jateng, dia mengatakan berdasarkan data yang dirilis BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah umumnya diprakirakan terjadi pada bulan Oktober 2023.
Baca juga: Kekeringan Diprediksi hingga Akhir Oktober
Dalam hal ini, lanjut dia, sejumlah wilayah di pegunungan tengah Jateng yang meliputi sebagian besar Kabupaten Wonosobo, sebagian Banjarnegara, sebagian Purbalingga, sebagian Pekalongan, sebagian Batang, sebagian kecil Pemalang, sebagian kecil Kendal, dan sebagian kecil Temanggung diprakirakan memasuki awal musim hujan lebih awal, yakni pada dasarian (10 hari) pertama bulan Oktober.
Sementara wilayah yang diprakirakan memasuki awal musim hujan pada dasarian kedua bulan Oktober di antaranya sebagian kecil timur laut Kabupaten Kebumen, sebagian wilayah barat daya Purworejo, dan sebagian barat daya Wonosobo.
Selanjutnya, wilayah yang diprakirakan memasuki awal musim hujan pada dasarian ketiga bulan Oktober di antaranya sebagian besar pesisir selatan dan wilayah tengah Kabupaten Cilacap, sebagian besar Banyumas, Kebumen bagian utara, sebagian besar Purbalingga, Banjarnegara bagian selatan dan barat, sebagian barat daya Pemalang, Brebes bagian tenggara, serta Tegal bagian selatan.
Baca juga: Kemarau Berlanjut, Awal Musim Hujan di Jawa Barat Mundur
Sedangkan awal musim hujan sebagian besar wilayah barat Cilacap, sebagian kecil wilayah timur Cilacap, sebagian kecil wilayah tenggara Banyumas, sebagian besar wilayah Kebumen, dan sebagian wilayah timur Purworejo diprakirakan akan berlangsung pada dasarian pertama bulan November.
"Dengan demikian sejumlah wilayah di pegunungan tengah Jateng diprakirakan akan memasuki awal musim hujan lebih awal dibandingkan daerah lainnya terutama wilayah pantura barat dan pantura timur yang diprediksi memasuki awal musim hujan paling akhir, yakni pada dasarian pertama bulan Desember," jelas Teguh.
Terkait dengan hal itu, dia mengimbau pemerintah dan masyarakat untuk tetap mewaspadai wilayah-wilayah yang akan mengalami musim hujan lebih awal serta tetap mengantisipasi dampak bencana yang diakibatkan oleh cuaca atau iklim yang terjadi pada musim hujan 2023-2024.
Khusus untuk pemerintah daerah, kata dia, diimbau agar lebih optimal dalam melakukan penyimpanan air pada musim hujan 2023/2024 guna memenuhi danau, waduk, embung, kolam retensi, dan penyimpanan buatan lainnya di masyarakat melalui gerakan memanen air hujan. (Z-6)
MEMASUKI musim kemarau, suhu udara yang panas membuat banyak orang mengandalkan pendingin ruangan agar aktivitas di rumah tetap nyaman.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Jawa Tengah akan lebih kering (di bawah normal). Cek jadwal awal kemarau dan puncak kekeringan di wilayah Anda.
BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa musim kemarau akan lebih lama, sekaligus memiliki intensitas hujan lebih rendah dibandingkan rata-rata.
BMKG memprediksi musim kemarau di NTB mulai April 2026 akan lebih kering dari biasanya. Simak wilayah terdampak dan imbauan resminya di sini.
Menurut dia, salah satu langkah yang dilakukan Pemprov Jabar adalah mendorong pengembangan komoditas pertanian yang lebih hemat air.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi pangan nasional berada dalam keadaan aman dan terkendali
BADAN Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN mengingatkan potensi terjadinya El Nino kuat atau Godzilla yang berdampak pada kekeringan saat musim kemarau 2026.
Potensi ketersediaan air di Indonesia mencapai 3,9 miliar meter kubik per tahun. Dengan 80% air nasional digunakan sektor pertanian/irigasi.
Kondisi musim kemarau yang cenderung lebih kering itu juga dipengaruhi indikasi fenomena El Nino lemah yang berpotensi muncul pada pertengahan hingga akhir 2026.
Menurut dia, salah satu langkah yang dilakukan Pemprov Jabar adalah mendorong pengembangan komoditas pertanian yang lebih hemat air.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Indonesia akan datang lebih awal pada April dan terasa lebih kering dibanding tahun lalu. Cek daftar wilayah terdampak di sini.
Ilmuwan temukan jutaan bakteri dan jamur "pelindung" di dalam pohon ek yang tetap stabil meski dilanda kekeringan ekstrem.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved