Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BENCANA kekeringan belum juga berakhir. Tercatat pada pekan ketiga September ini, warga di 850 desa di 252 kecamatan yang tersebar di 32 kabupaten/kota di Jawa Tengah kesulitan untuk mendapatkan air bersih.
Beberapa daerah telah menetapkan status darurat kekeringan seperti Demak, Kudus, Grobogan, Rembang, dan Blora.
Stok air bersih yang dimiliki pemerintah daerah semakin menipis, bahkan Pemerintah Kota Kota Semarang sudah tidak memiliki cadangan air bersih.
Baca juga: Puncak Kemarau, Seluruh Wilayah NTT Berstatus Awas Kekeringan
"Kami siapkan tambahan cadangan air bersih sebanyak 80 tangki lagi, kini sudah 33 juta liter disalurkan ke desa terdampak kekeringan di 32 daerah," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng Bergas Catur Penanggungan.
Bergas mengatakan kemarau di Jawa Tengah diperkirakan akan terjadi hingga akhir bulan depan. Tambahan cadangan untuk bantuan air bersih tersebut dipersiapkan hingga November mendatang dan akan diberikan kepada desa-desa yang mengalami kekeringan ekstrem.
Baca juga: Desa di Kabupaten Kuningan Mulai Dilanda Krisis Air Bersih
Bergas menambahkan, stok cadangan air bersih disediakan dengan asumsi anggaran untuk bantuan penyaluran air bersih tidak banyak. (Z-6)
Studi terbaru mengungkap rangkaian kekeringan panjang berperan besar dalam kemunduran Peradaban Lembah Indus, memicu penyusutan kota dan pergeseran permukiman secara bertahap.
Kebutuhan untuk penanganan kekeringan dari tahun ke tahun terus bertambah sehingga perlu dicari upaya lain seperti mencari sumber air baru.
Gelombang panas, terutama pada siang hari, mempercepat penguapan air dari daun dan tanah, menurunkan ambang kekeringan.
BEBERAPA desa di kawasan lereng Gunung Merapi, di Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kini mengalami kekeringan
Pemantauan Media Indonesia, Kamis (31/7) hujan masih turun di sejumlah daerah di Jawa Tengah terutama di kawasan pegunungan dan dataran tinggi, namun dengan intensitas yang menurun.
Mundurnya musim tanam disebabkan adanya revitalisasi atau perbaikan saluran irigasi baik air yang mengalir melalui Saluran Induk Cipelang dan Saluran Induk Sindupraja.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, aparat antirasuah menyasar Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Sejak pagi hujan ringan-sedang sudah mengguyur sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan berpeluang meningkat.
Banjir di Pekalongan mengganggu operasional kereta api. KAI mencatat refund tiket penumpang mencapai Rp3,5 miliar akibat pembatalan perjalanan.
Melihat kondisi cuaca yang masih hujan hingga saat ini, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut serta melakukan modifikasi cuaca.
Tidak hanya itu, akibat gelombang tinggi penyeberangan antar pulau baik Jepara-Karimunjawa maupunTanjung Emas Semarang-Karimunjawa juga terhenti, termasuk kapal layar motor
Sementara itu di Kabupaten Pati ratusan warga di Desa Doropayung, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, kini mulai mengungsi di tiga lokasi
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved