Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
TRANSFORMASI dari seorang pekerja kantoran menjadi influencer sukses dijalani Sisca Stefanie. Wanita asal Palembang, Sumatra Selatan ini kini rajin berbagi pengalaman parenting di media sosial.
Wanita lulusan SMA Xaverius 3 itu terbantu mengasah bakatnya menjadi influencer berkat hobi fotografi, menggambar, dan menulis yang sudah dilakukamnya sejak kecil.
"Waktu kecil saya sangat suka menulis korespondensi dan sering mengirim surat lewat surat kabar atau majalah anak-anak," ujar Sisca.
Baca juga : Selebgram Rea Wiradinata Ungkap Kriteria Calon Pemimpin Indonesia
Ketika masih bersekolah di SMA Xaverius 3 Palembang, Sisca juga aktif dalam OSIS, terutama dalam seksi kepengurusan mading (majalah dinding) dan majalah sekolah. Dia menulis beberapa artikel dan bahkan menjadi ilustrator di majalah sekolah.
Bagi Sisca, ini adalah pengalaman yang sangat berharga dan menyenangkan. Selain itu, Sisca juga memegang peran sebagai fotografer untuk kegiatan sekolah.
Baca juga : Begini Pengakuan Cak Lontong dan Vino Usai Jajal Kereta Cepat
"Awalnya, saya nggak nyangka bahwa semua itu merupakan awal dari hobi saya saat ini. Entah mengapa, saya sangat menikmati menyambi foto-foto, bahkan sampai membuat akun khusus untuk hasil fotografi saya," ujarnya.
Perjalanan Sisca tidak berhenti di situ. Sewaktu dia masih single dan aktif di media sosial, Sisca hanya memiliki pengikut yang awalnya hanya terdiri dari teman-teman dan kerabat. Namun, sekarang dia memiliki ratusan ribu pengikut dan terus membagikan informasi menarik tentang kehidupan sehari-hari, terutama seputar parenting dan ulasan produk yang digunakan sehari-hari di akun Instagram-nya, @siscastefanie.
Menurut Sisca, mayoritas pengikutnya adalah ibu dan orang tua, yang tertarik dengan pengalaman Sisca dalam merawat anak-anaknya, terutama tanpa bantuan babysitter atau ART. Pengalaman ini telah menginspirasi banyak orang tua baru, terutama ibu muda.
"Ulasan produk yang kami gunakan dalam kehidupan sehari-hari selalu mendapat perhatian, karena kami hanya membagikan produk yang kami anggap menarik dan bermanfaat," katanya.
Sekarang, Sisca aktif membagikan ulasan tentang makanan, hotel, atau tempat liburan yang ramah anak, yang dapat menjadi referensi bagi pengikutnya. Banyak juga yang bertanya bagaimana awalnya dia menjadi seorang influencer.
Menurut Sisca, di era digital saat ini, siapa pun dapat menjadi seorang influencer, tidak hanya bergantung pada jumlah pengikut.
“Yang penting adalah tetap semangat dan konsisten dalam berbagi pengalaman positif yang dialami, serta memberikan informasi penting yang dapat menjadi motivasi dan bermanfaat bagi orang lain yang membutuhkannya,” pungkas Sisca. (Z-5)
Kenaikan kelas dan kelulusan seringkali hanya menjadi formalitas administratif demi mengejar target persentase kelulusan 100%. Masih ditemukannya siswa yang belum bisa membaca dan menulis.
Kegiatan menulis sebagai cara mengenali diri merupakan gerakan sosial yang berfokus pada pendampingan dan pemberdayaan remaja melalui kegiatan edukatif dan reflektif.
Para konsultan ini sebenarnya memiliki opini-opini, terlebih saat diskusi. Namun, untuk menuangkannya ke dalam bentuk tulisan tetap perlu diasah.
Citra Scholastika mengatakan ketertarikannya terhadap dunia tulis dimulai sejak menyadari bahwa kegiatan tersebut lebih menyenangkan dari sekadar membaca buku.
TOKOH politik sekaligus mantan Ketua DPRD Buleleng, Dewa Nyoman Sukrawan, menyebut Buleleng kebobolan di rumahnya sendiri.
MELIBATKAN anak dalam berbagai aktivitas sehari-hari sejak usia anak masih kecil akan memberikan dampak yang baik pada perkembangan anak, salah satunya mencuci piring.
Menurut data Kementerian Koperasi dan UMKM, pada 2024, sekitar 64,5% pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan.
Di balik peran pentingnya sebagai Wakil Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Farid Azhar Nasution menyimpan sisi personal yang menarik.
Hobi itu bukan sekadar pelarian dari rutinitas, melainkan cara unik Joe Taslim untuk menyeimbangkan kerasnya tuntutan fisik dalam peran-peran laga.
BLOK M Hub, yang menjadi lini pengembangan bisnis terbaru dari MRT Jakarta kini bakal jadi tempat berkumpulnya para anak ‘kalcer’ (gaul) Jakarta lewat gelaran Pop City: Pop Culture Society.
Hobinya itu bermula dari keinginannya yang ingin meminjam koleksi jam tangan ayahnya yang menurutnya keren-keren.
Hobi sering kali tidak bertujuan menghasilkan uang atau menjadi pekerjaan utama, tetapi lebih untuk memberikan kesenangan, relaksasi, atau pengembangan keterampilan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved