Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini hujan untuk sebagian wilayah Indonesia dan meminta kewaspadaan sebagai dampak tidak langsung dari siklon Tropis
Saola pada Selasa (29/8).
Berdasarkan paparan info BMKG yang diikuti secara daring di Jakarta, peringatan dini hujan dikeluarkan untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Lampung, Kalimantan Utara, Papua Barat, dan juga Papua.
Seperti dilansir dari Antara, BMKG meminta kewaspadaan warga adanya sistem siklon Tropis Saola yang berada di Laut Filipina, yang menginduksi adanya daerah peningkatan kecepatan angin lebih dari 25 knot dan daerah konvergensi yang memanjang dari Laut China Selatan dan Laut Sulu hingga Laut Filipina.
Baca juga: BMKG: Polusi Udara Malah Lebih Buruk Di Malam Hari
Kondisi ini mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan, kecepatan angin, dan ketinggian gelombang laut di sekitar wilayah siklon tropis tersebut.
Daerah konvergensi terpantau memanjang di Samudra Hindia Barat Sumatera, dari Bengkulu hingga Selat Malaka,dari Kalimantan Utara hingga Laut Sulu, dari Laut Banda hingga Pulau Halmahera ,dan dari Papua Nugini hingga Samudra Pasifik Utara Papua Barat. Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah konvergensi tersebut.
Selain itu, adanya peningkatan kecepatan angin permukaan lebih dari 25 knot berada di Selat Karimata, Laut Jawa, dari Teluk Tomini hingga Selat Makassar di Laut Banda, di Laut Arafuru, di laut Sulu, Laut Sulawesi, dan di laut Filipina yang mampu meningkatkan ketinggian gelombang di wilayah perairan di sekitarnya.
Selanjutnya, labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal terdapat di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Papua Barat, dan juga untuk wilayah Papua.
Baca juga: Kemarau Rusak Hasil Panen Petani Cabai Rawit
Wilayah Sumatera, cuaca berkabut terpantau untuk wilayah Bandar Lampung, kemudian cuaca berawan terpantau untuk wilayah Pangkalpinang, Palembang, kemudian juga wilayah Bengkulu. Cuaca terpantau hujan dengan intensitas ringan untuk wilayah Padang, Jambi, Pekanbaru, dan juga Tanjung Pinang.
Terpantau hujan dengan intensitas lebat untuk wilayah Medan, kemudian cuaca cerah berawan terpantau untuk yang berada di wilayah Banda Aceh.
Beralih untuk wilayah Jawa, cuaca terpantau berawan untuk wilayah Serang, Bandung, Jakarta kemudian juga Yogyakarta, dan juga Semarang. Cuaca cerah berawan terpantau untuk wilayah Surabaya.
Untuk wilayah Bali dan juga Nusa Tenggara terpantau cuaca cerah untuk wilayah Kupang, kemudian cuaca berawan untuk wilayah Denpasar dan juga Mataram.
Bergeser untuk wilayah Kalimantan, cuaca berawan terpantau untuk wilayah Pontianak dan juga Palangka Raya. Cuaca cerah berawan untuk wilayah Samarinda dan juga Banjarmasin. Potensi hujan dengan intensitas ringan terpantau untuk wilayah Tanjung Selor.
Di Sulawesi, cuaca cerah berawan untuk wilayah Palu dan juga Gorontalo. Kemudian cuaca berawan untuk wilayah Makassar, Mamuju, dan juga Kendari. Cuaca cerah berawan juga terpantau untuk wilayah Manado.
Wilayah timur Indonesia, terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan untuk wilayah Ternate, Manokwari, Ambon, dan juga Jayapura. (Z-6)
Tim ilmuwan internasional berhasil menyusun genom pertama saola, spesies langka dari Vietnam dan Laos, membuka peluang baru bagi konservasi dan program penangkaran.
Pergerakan Siklon Tropis Saola mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan, kecepatan angin, dan ketinggian gelombang laut di sekitar wilayah siklon tropis tersebut.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi wilayah Jabodetabek akan diguyur dengan intensitas ringan.
PRAKIRAAN cuaca Jawa Tengah hari ini 23 Maret 2026, cuaca ekstrem berpotensi terjadi di 22 daerah dan gelombang tinggi 1,25-2,5 meter berlangsung di perairan utara Jawa Tengah
Kombinasi fenomena atmosfer ini memicu potensi cuaca yang cukup signifikan di beberapa titik di Indonesia. BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi Hujan
Kombinasi suhu dan kelembapan tersebut menyebabkan suhu yang dirasakan masyarakat bisa lebih tinggi dari angka sebenarnya.
BMKG mengeluarkan prakiraan cuaca NTT 22-24 Maret 2026. Sejumlah daerah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang
Dalam 24 jam ke depan, sistem ini diprediksi bergerak menuju Teluk Carpentaria dengan kecepatan angin maksimum mencapai 30 knot dan tekanan minimum sekitar 996 hektopaskal
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved