Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini hujan untuk sebagian wilayah Indonesia dan meminta kewaspadaan sebagai dampak tidak langsung dari siklon Tropis Saola pada Selasa (29/8/2023).
Berdasarkan paparan info BMKG yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin peringatan dini hujan dikeluarkan untuk wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Lampung, Kalimantan Utara, Papua Barat, dan juga Papua.
BMKG meminta kewaspadaan warga adanya sistem siklon Tropis Saola yang berada di Laut Filipina, yang menginduksi adanya daerah peningkatan kecepatan angin lebih dari 25 knot dan daerah konvergensi yang memanjang dari Laut China Selatan dan Laut Sulu hingga Laut Filipina.
Kondisi ini mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan, kecepatan angin, dan ketinggian gelombang laut di sekitar wilayah siklon tropis tersebut.
Daerah konvergensi terpantau memanjang di Samudra Hindia Barat Sumatra, dari Bengkulu hingga Selat Malaka,dari Kalimantan Utara hingga Laut Sulu, dari Laut Banda hingga Pulau Halmahera ,dan dari Papua Nugini hingga Samudra Pasifik Utara Papua Barat. Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah konvergensi tersebut.
Selain itu, adanya peningkatan kecepatan angin permukaan lebih dari 25 knot berada di Selat Karimata, Laut Jawa, dari Teluk Tomini hingga Selat Makassar di Laut Banda, di Laut Arafuru, di laut Sulu, Laut Sulawesi, dan di laut Filipina yang mampu meningkatkan ketinggian gelombang di wilayah perairan di sekitarnya.
Selanjutnya, labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal terdapat di wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Papua Barat, dan juga untuk wilayah Papua.
Wilayah Sumatra, cuaca berkabut terpantau untuk wilayah Bandar Lampung, kemudian cuaca berawan terpantau untuk wilayah Pangkalpinang, Palembang, kemudian juga wilayah Bengkulu. Cuaca terpantau hujan dengan intensitas ringan untuk wilayah Padang, Jambi, Pekanbaru, dan juga Tanjung Pinang.
Terpantau hujan dengan intensitas lebat untuk wilayah Medan, kemudian cuaca cerah berawan terpantau untuk yang berada di wilayah Banda Aceh. Beralih untuk wilayah Jawa, cuaca terpantau berawan untuk wilayah Serang, Bandung, Jakarta kemudian juga Yogyakarta, dan juga Semarang. Cuaca cerah berawan terpantau untuk wilayah Surabaya. Untuk wilayah Bali dan juga Nusa Tenggara terpantau cuaca cerah untuk wilayah Kupang, kemudian cuaca berawan untuk wilayah Denpasar dan juga Mataram.
Bergeser untuk wilayah Kalimantan, cuaca berawan terpantau untuk wilayah Pontianak dan juga Palangka Raya. Cuaca cerah berawan untuk wilayah Samarinda dan juga Banjarmasin. Potensi hujan dengan intensitas ringan terpantau untuk wilayah Tanjung Selor.
Di Sulawesi, cuaca cerah berawan untuk wilayah Palu dan juga Gorontalo. Kemudian cuaca berawan untuk wilayah Makassar, Mamuju, dan juga Kendari. Cuaca cerah berawan juga terpantau untuk wilayah Manado. Wilayah timur Indonesia, terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan untuk wilayah Ternate, Manokwari, Ambon, dan juga Jayapura.(Ant/H-1)
BMKG) melalui akun Instagram, Senin (9/2), mengeluarkan peringatan wilayah Jabodetabek masih akan terus diguyur hujan lebat hingga sangat lebat dalam beberapa hari
BMKG mencatat adanya pengaruh siklon tropis, bibit siklon tropis, serta sirkulasi siklonik yang memengaruhi dinamika atmosfer di kawasan Indonesia dan sekitarnya.
Selain pengaruh siklon tropis, kondisi cuaca ekstrem juga dipicu oleh menguatnya Monsun Asia serta aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby dan Kelvin.
BMKG mengungkapkan bahwa kemunculan tiga bibit siklon tropis, masing-masing bernomor 94W, 92S, dan 98P, memicu belokan serta perlambatan angin yang membentuk daerah konvergensi.
Peringatan ini menegaskan pentingnya mitigasi bencana sejak awal, terutama melalui kebijakan tata guna lahan yang berbasis sains dan bukti ilmiah.
Pola hujan pada awal tahun 2026 di Pulau Jawa menunjukkan karakter yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Tim ilmuwan internasional berhasil menyusun genom pertama saola, spesies langka dari Vietnam dan Laos, membuka peluang baru bagi konservasi dan program penangkaran.
BMKG meminta kewaspadaan warga adanya sistem siklon Tropis Saola yang berada di Laut Filipina.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved