Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA petani lokasi SIMURP pada 24 kabupaten di 10 provinsi kian 'melek CSA' alias faham pada teknologi pertanian cerdas iklim atau Climate Smart Agriculture (CSA) tak terkecuali petani di Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan.
Sejumlah petani dari kelompok tani (Poktan) Bontobiraeng di Kelurahan Pattene, Kecamatan Polongbangkeng Selatan (Polsel) gotong-royong melaksanakan panen kekinian dengan mesin panen modern (combine harvester) pada awal Agustus.
Mereka merupakan penerima Program CSA dari Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Strategic Modernization and Urgent Rehabilization Project (SIMURP) membuktikan peningkatan produktivitas pada Demonstration Plot (Demplot) CSA masing-masing.
Baca juga: Kementan: Produktivitas CSA Jabar Naik 1 Ton Per Hektare Gabah Kering Panen
Kegiatan petani Poktan Bontobiraeng diawali mengukur emisi gas tumah kaca (GRK) di lokasi scalling up pada lokasi Laboratorium Lapangan (LL) awal Agustus lalu.
Dilanjutkan Temu Lapang Petani atau Farm Field Day (FFD) sekaligus panen bersama. Dari hasil ubinan, hasilnya 5,2 kg dengan produktivitas 83,2 kwintal/ha atau total produksi 8,32 ton/ha.
Langkah petani CSA Takalar sejalan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo bahwa menjaga lingkungan juga sangat penting dilakukan dalam aktivitas pertanian.
Baca juga: Produktivitas Naik, Petani Karawang Apresiasi Dukungan CSA Kementan
"Di balik produktivitas yang kita genjot, lingkungan harus diperhatikan, yang bisa kita lakukan adalah menurunkan emisi gas rumah kaca atau GRK," katanya.
Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi mengatakan Indonesia berkomitmen untuk menurunkan emisi GRK sebesar 29% dengan upaya sendiri di bawah business as usual [BAU] pada 2030, sementara dengan dukungan internasional hingga 41%.
Antisipasi Perubahan Iklim
"Kita butuh aksi adaptasi. Setiap aksi yang dilakukan, untuk mengantisipasi dampak buruk perubahan iklim serta menjaga kedaulatan pangan. Hal ini menjadi prioritas utama pembangunan pertanian," katanya.
Baca juga: Kementan Minta Pemda Aktif Percepat Realisasi Teknologi CSA
Dedi Nursyamsi mengatakan, dibutuhkan juga aksi mitigasi, dimana setiap aksi harus bertujuan pada penurunan emisi GRK, tetapi harus mendukung upaya peningkatan produksi dan produktivitas pertanian.
Kegiatan petani CSA dari Poktan Bontobiraeng di Kelurahan Pattene dihadiri para petani sekecamatan Polsel didampingi penyuluh setempat. Hadir Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan [TPHPKP] H Abdul Haris diwakili Sekretaris DTPHPKP, Kabid Penyuluhan DTPHPKP Takalar, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian [BPP] Polsel dan BPP Polongbangkeng Utara, Lurah Pattene, alumni Training of Master [TOM] dan Koordinator POPT.
Output dari scalling up, para petani memahami metode CSA menggunakan varietas tahan kondisi iklim seperti El Nino saat ini, seleksi benih, sistem jajar legowo, manfaat penggunaan Alternatif Wetting and Drying [AWD] atau sistem pergiliran basah dan kering pengairan yang hemat air.
Dapat diterapkan oleh petani untuk mengurangi pemakaian air irigasi di lahan sawah tanpa mengurangi hasil panen, dengan pemberian air secara terputus-putus. (RO/S-4)
Studi terbaru mengungkap masa depan budidaya alpukat di India. Meski permintaan tinggi, perubahan iklim dan emisi karbon mengancam keberlanjutan panen.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing. Kunjungan pertama dalam 8 tahun ini menjadi titik balik hubungan kedua negara.
Kalau kita kelompokkan petani pangan, persentase petani yang di atas 55 tahun jauh lebih besar.
Menlu RI Sugiono menegaskan komitmen Indonesia-Turki memperkuat kerja sama industri, produk halal, dan pertanian saat bertemu Presiden Erdogan di Istanbul.
Di sektor pertanian, penerapan pertanian organik dan sistem pertanian yang berkelanjutan menjadi pilihan utama.
Di bawah kepemimpinan Addin, GP Ansor bahu membahu menggerakkan aktivitas pangan melalui Banser Patriot Ketahanan Pangan.
“Menurut Data KLHK (2023) sampah makanan sebesar 41,4% dari total sampah di Indonesia. Setiap orang menyumbang sampah makanan sebesar 115–184 kg per tahun,”
TERBITNYA Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 dinilai sebagai tonggak penting bagi Indonesia dalam membangun ekonomi hijau.
PT Mitra Kiara Indonesia (MKI), perusahaan terafiliasi Semen Indonesia Group (SIG), mengambil langkah penting menuju dekarbonisasi industri.
WMO laporkan kadar CO2 global capai rekor tertinggi pada 2024. Lonjakan emisi ini mempercepat pemanasan bumi dan ancam keseimbangan iklim dunia.
PT Astra Agro Lestari meraih Anugerah Ekonomi Hijau berkat dua inovasi strategis di industri kelapa sawit. Dua inovasi itu meliputi teknologi methane capture dan pupuk organik Astemic.
Fenomena Hujan Carnian atau Carnian Pluvial Episode (CPE) adalah sebuah peristiwa geologis yang terjadi sekitar 232 juta tahun lalu pada periode Trias Akhir
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved