Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PROGRAM Reducing Emission from Deforestation and Forest Degradation (REDD+) atau program Pengurangan Emisi dari Deforestasi dan Kerusakan Hutan yang diinisiasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memberikan insentif kepada negara berkembang yang berhasil mengurangi emisi gas rumah kaca resmi diluncurkan di Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (8/5).
Bersamaan dengan hal itu, inisiatif GREEN (Growing Resilience through Emissions Reductions, Community Empowerment and Ecosystem Restoration for a Nurturin Future) for Riau atau Riau Hijau juga dilakukan.
Emisi gas rumah kaca sebagian besar berasal dari deforestasi atau penebangan hutan dan degradasi hutan atau kerusakan ekosistem hutan. Pengelolaan hutan tentunya tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, hal ini memerlukan sinergi dari berbagai pemangku kepentingan, pemerintah daerah dan masyarakat lokal.
Lewat REDD+ dan GREEN for Riau ini, pemerintah bersama jajaran pemangku kepentingan akan bekerja sama dalam menekan dan menurunkan emisi tersebut demi lingkungan dan dunia yang sehat. Lewat pengelolaan hutan yang tepat dan berkelanjutan bisa menjaga alam sekaligus memberikan manfaat besar di sektor sosial dan ekonomi.
Staf Ahli Bidang Perubahan Iklim Kementerian Kehutanan Republik Indonesia Haruni Krisnawati mengapresiasi bagaimana Provinsi Riau ikut bersama menghadapi pengurangan emisi global. Ia juga mengapresiasi kontribusi dari segala pihak yang terus berupaya mewujudkan linkungan yang sehat dan berkelanjutan. Haruni sampaikan, semua pihak harus bersinergi dan berkomitmen dalam mewujudkan harapan tersebut lewat Tindakan.
“Kami berharap melalui GREEN for Riau, inisiatif ini dapat mempercepat kinerja penghijauan di tingkat nasional,” katanya.
Haruni menjelaskan, semua hal yang dilakukan dalam pelaksanaan program ini akan membawa bumi ke arah yang lebih baik. Tentunya bukan hanya menjaga hutan tetap asri, tapi juga untuk menjaga kesejahteraan masyarakat.
Sementara Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Taufiq OH menyampaikan Pemprov Riau mendukung kesiapan program REDD+. Baginya, ini adalah hal yang memerlukan perhatian besar demi kesejahteraan masyarakat.
“Sebagai wilayah yang kaya sumber daya, Riau akan memantapkan langkah mewujudkan Riau rendah emisi. Kami akan memperkuat komitmen ini,” jelasnya.
Taufiq berharap, hasil dari program ini akan mewujudkan pertumbuhan ekonomi serta perlindungan menyeluruh kepada semua aspek. Baik dalam membangun struktural yang hijau dan melindungi kekayaan hayati.
“Bersama kita buktikan adat dan ilmu bisa berjalan seiring ekonomi dan kearifan lokal tumbuh berdampingan. Provinsi Riau siap jadi tuan rumah yang lestari,” pungkasnya. (H-2)
Presiden Donald Trump resmi membatalkan "endangerment finding" 2009, kebijakan kunci era Obama yang membatasi gas rumah kaca. Simak dampak ekonomi dan pro-kontra medisnya di sini.
Peningkatan kapasitas produksi tersebut akan memberikan dampak ganda, baik dari sisi pengurangan impor bahan bakar maupun penurunan emisi gas rumah kaca.
PERINGATAN mengenai ancaman perubahan kiamat iklim kembali menguat seiring dengan ditemukannya fenomena geologi yang tidak biasa di Greenland.
“Menurut Data KLHK (2023) sampah makanan sebesar 41,4% dari total sampah di Indonesia. Setiap orang menyumbang sampah makanan sebesar 115–184 kg per tahun,”
TERBITNYA Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 dinilai sebagai tonggak penting bagi Indonesia dalam membangun ekonomi hijau.
PT Mitra Kiara Indonesia (MKI), perusahaan terafiliasi Semen Indonesia Group (SIG), mengambil langkah penting menuju dekarbonisasi industri.
Menjelang periode mobilitas tinggi pada arus mudik Lebaran 2026, PT Hutama Karya (Persero) terus memacu pengerjaan pemeliharaan rutin di Ruas Tol Pekanbaru–Dumai (Permai).
SELURUH Tempat Hiburan Malam (THM) yang beroperasi di wilayah Kota Pekanbaru akan dilarang beroperasi selama Ramadan 1447/2026 M.
LUAS kebakaran lahan di Kota Pekanbaru dari 1 Januari hingga 29 Januari 2026 nyaris mencapai sembilan hektare (ha), tepatnya mencapai 8,51 ha.
Sejauh ini belum ada perusahaan yang mengajukan keberatan dengan besaran UMK 2026.
Harga cabai merah yang sebelumnya sempat mengalami lonjakan kini mulai berangsur turun di harga Rp75 ribu per kilogram dan cenderung stabil.
Kepala Terminal BRPS Pekanbaru Bambang Armanto mengatakan peningkatan jumlah kedatangan dan keberangkatan penumpang belum terjadi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved