Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Astra Agro Lestari meraih Anugerah Ekonomi Hijau berkat dua inovasi strategis di industri kelapa sawit. Dua inovasi itu meliputi teknologi methane capture dan pupuk organik Astemic. Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas komitmen perusahaan dalam mengembangkan operasional berkelanjutan dan mendukung pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK).
Sampai dengan akhir 2024, Astra Agro berhasil mereduksi GRK sebesar 126,33 kiloton CO2. Penurunan muncul berkat inovasi, seperti pengoperasian dua unit methane capture yang mampu menangkap gas metana untuk diubah menjadi bahan bakar, pengoptimalan Water Management System (WMS) untuk meningkatkan efisiensi operasional dan pengurangan pupuk kimia dengan menggantikan pada pupuk Astra Efficient Microbe (Astemic).
Direktur Astra Agro Lestari, Bandung Sahari mengungkapkan pupuk Astemic yang telah dikembangkan berisi bahan-bahan yang mengkombinasikan antara bahan organik dengan mikroba-mikroba yang sangat efektif dalam peningkatan kesuburan tanah.
“Pemanfaatan pupuk Astemic bisa menggantikan peran pupuk kimia, dan di saat yang sama kemudian dia juga bisa menurunkan emisi gas rumah kaca,” jelasnya.
Selain itu, Bandung Sahari menyatakan pengaplikasian pupuk Astemic secara bertahap dipalikasikan pada kebun-kebun milik Astra Agro. Dia berharap kedepan penggunaan pupuk ini bisa menyeluruh ke area-area operasional perkebunan Astra Agro.
Selain pupuk astemic, Astra Agro membangun dua unit methane capture di Provinsi Riau. Teknologi ini menangkap gas metana dari limbah cair pabrik kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent /POME), sehingga mencegah pelepasan gas berbahaya ke atmosfer. Gas yang tertangkap kemudian dimanfaatkan sebagai sumber Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk mendukung operasional pabrik.
Teknologi methane capture mampu menurunkan emisi gas metana dari POME hingga mendekati nol, sekaligus menghasilkan energi bersih yang dapat dimanfaatkan kembali. Bandung Sahari berharap penghargaan ini dapat memicu perseroan untuk dapat berkontribusi demi kesejahteraan bangsa.
“Penghargaan ini adalah bagian dari apresiasi yang kemudian diberikan atas usaha yang sudah kami lakukan hingga sekarang, dan ini jadi sebuah pemicu untuk bisa berkontribusi lebih banyak lagi di masa depan,” pungkasnya. (E-3)
Dengan mengurangi harga barang yang dilaporkan, maka bea masuk yang dibayarkan juga akan berkurang dan hal tersebut sangat merugikan ekonomi dari sisi pendapatan negara.
Purbaya mengingatkan, ke depan pihaknya tidak akan memberikan kesempatan perusahaan-perusahaan kelapa sawit untuk bisa kembali melakukan praktik under invoicing.
KSPSI menekankan pentingnya standar hubungan industrial yang setara dan berkeadilan di sektor perkebunan kelapa sawit.
Siklon tropis Senyar yang membawa curah hujan ekstrem memang menjadi pemicu utama banjir. Namun, menurutnya, faktor manusia dan aktivitas industri juga perlu dikaji lebih serius.
PT Astra Agro Lestari Tbk menegaskan konsistensinya dalam menjalankan kebijakan keberlanjutan, termasuk Nol Deforestasi, yang telah menjadi bagian dari operasional perusahaan sejak 2015.
Bencana banjir bandang yang terjadi di tiga provinsi di Pulau Sumatera, bukan hanya karena faktor alam, tapi akibat penebangan hutan.
Di sektor pertanian, penerapan pertanian organik dan sistem pertanian yang berkelanjutan menjadi pilihan utama.
Indonesia memiliki peluang besar menjadi pemimpin pasar karbon global berkat hutan tropis terluas ketiga di dunia.
Indonesia menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola karbon dan pembiayaan iklim berbasis hutan pada Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP30).
Saat ini, regulator menuntut hasil yang terukur dan berintegritas, termasuk kebutuhan akan dampak iklim yang nyata.
Sektor transportasi menjadi salah satu penyumbang emisi terbesar di tanah air.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mewakili Presiden Prabowo Subianto dalam KTT APEC 2025 di Korea Selatan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah dan dunia usaha.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved