Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KENDATI memiliki empat kecamatan yang rawan bencana kekeringan saat musim kemarau, namun Pemerintah Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah ternyata tidak menganggarkan dana khusus. Karenanya, droping air bersih ke daerah kekeringan terpaksa menggunakan dana bencana rutin.
"Kami tidak memiliki anggaran untuk kekeringan. Hanya ada dana untuk operasional bencana secara umum, jadi kalau ada kekeringan, operasional droping diambilkan dari dana itu," terang Kepala Pelaksana Harian (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo, Bambang Treiyono, Selasa (8/8).
Bambang menyebutkan, besarnya dana operasional bencana setiap tahunnya untuk Kabupaten Wonosobo mencapai kisaran Rp200 juta hingga Rp250 juta. Dana tersebut biasanya digunakan untuk keperluan bahan bakar dan evakuasi. Sedangkan untuk bantuan korban bencana dianggarkan Rp250 juta per tahun.
Baca juga : Kekeringan di Jawa Tengah Meningkat Terjadi di 21 Daerah
Dengan demikian, total anggaran bencana untuk daerah itu sejumlah Rp500 juta per tahun. Dari dana tersebut, menurut Bambang, saat ini sudah terserap 67%-70%. Rata-rata penggunaan dana itu untuk penanganan bencana puting beliung, tanah longsor, banjir, dan kebakaran.
Adapun untuk bencana kekeringan, berdasarkan data di BPBD Wonosobo baru dilakukan droping air bersih ke warga Desa Banyukembar di Kecamatan Watumalang. Droping air bersih menggunakan dana bencana rutin tahunan.
Baca juga : Peternak Ikan di Pantura Subang Kekurangan Air
Droping dilakukan karena debit sumber mata air di desa itu sudah mengering. Sejak beberapa waktu terakhir warga menadahi air hujan untuk keperluan air bersih. Namun sudah sejak pekan lalu tidak turun hujan, sehingga warga meminta bantuan air bersih ke BPBD.
"Kami tidak memiliki dana untuk kekeringan secara khusus,"katanya. (Z-4)
MASYARAKAT wilayah Cirebon, yang meliputi Kota dan Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Indramayu dilanda suhu panas beberapa hari terakhir.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk Rabu, 8 Oktober 2025. Pekan pertama Oktober, sebagian besar wilayah Indonesia memasuki masa peralihan.
KEMARAU panjang semakin berlanjut menyelimuti kawasan Provinsi Aceh.
Masyarakat NTT diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi angin kencang yang bersifat kering. Angin kencang ini berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.
"Jadi saat wilayah yang mudah terbakar meluas, kami mohon bantuan, dukungan yang berada di Provinsi Riau benar-benar menjaga jangan sampai lahan itu terbakar,"
MUSIM kemarau menyebabkan krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Krisis air bersih terjadi di Desa Lebaksiu Kidul, Kecamatan Lebaksiu, yang terdampak
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, aparat antirasuah menyasar Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Sejak pagi hujan ringan-sedang sudah mengguyur sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan berpeluang meningkat.
Banjir di Pekalongan mengganggu operasional kereta api. KAI mencatat refund tiket penumpang mencapai Rp3,5 miliar akibat pembatalan perjalanan.
Melihat kondisi cuaca yang masih hujan hingga saat ini, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut serta melakukan modifikasi cuaca.
Tidak hanya itu, akibat gelombang tinggi penyeberangan antar pulau baik Jepara-Karimunjawa maupunTanjung Emas Semarang-Karimunjawa juga terhenti, termasuk kapal layar motor
Sementara itu di Kabupaten Pati ratusan warga di Desa Doropayung, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, kini mulai mengungsi di tiga lokasi
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved