Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN yang tidak kunjung turun menyebabkan ratusan petak kolam ikan atau empang di Pantura Subang, Jawa Barat, kekurangan air. Para peternak terpaksa melakukan panen ikan lebih awal, meski belum masuk usia panen.
Sementara peternak yang bermodal besar bisa menyewa pompa untuk menyedot air dari kolam yang masih tersisa genangan air.
Puluhan hektare kolam ikan atau empang di Desa Pamanukan, Kabupaten Subang Jawa Barat, kering kerontang akibat kemarau. Hanya sebagian kecil dari ratusan petak empang yang masih ditanami ikan. Sebagian besar empang, terpaksa dibiarkan kosong, karena tak ada pasokan air.
Baca juga: Kawasan Pesisir Kalsel Mulai Kekeringan
Tohari, salah seorang pemilik empang harus memutar otak, demi menyelamatkan ikan lele yang dibudidayakannya. Pasalnya debit air dalam kolam semakin menyusut, hingga ikan terancam mati.
"Sudah hampir 4 bulan tidak ada hujan, sehingga sudah banyak kolam ikan yang mulai kekeringan," kata Tohari, Selasa (8/8).
Selain kesulitan dengan pasokan air, para petani ikan juga dipusingkan dengan harga pakan yang terus naik. Harga pakan ikan lele yang paling murah misalnya, yang sebelumnya Rp11 ribu per kilogram, kini naik menjadi 12 ribu rupiah per kilogram.
Baca juga: Kekeringan di Jawa Tengah Meningkat Terjadi di 21 Daerah
"Sudah dipastikan petani akan merugi selain mulai kesulitan air, harga pakan ikan juga mulai merangkak naik," ungkap Tohari.
Akibat kondisi tersebut, peternak ikan lebih banyak merugi dan untuk sekadar balik modal terbilang sulit. Mereka berharap ada perhatian dari pemerintah, untuk membantu mengatasi persoalan ini. (Z-6)
MASYARAKAT wilayah Cirebon, yang meliputi Kota dan Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Indramayu dilanda suhu panas beberapa hari terakhir.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk Rabu, 8 Oktober 2025. Pekan pertama Oktober, sebagian besar wilayah Indonesia memasuki masa peralihan.
KEMARAU panjang semakin berlanjut menyelimuti kawasan Provinsi Aceh.
Masyarakat NTT diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi angin kencang yang bersifat kering. Angin kencang ini berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.
"Jadi saat wilayah yang mudah terbakar meluas, kami mohon bantuan, dukungan yang berada di Provinsi Riau benar-benar menjaga jangan sampai lahan itu terbakar,"
MUSIM kemarau menyebabkan krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Krisis air bersih terjadi di Desa Lebaksiu Kidul, Kecamatan Lebaksiu, yang terdampak
Kehadiran suplai listrik yang besar dan andal menjadi tulang punggung keberlanjutan operasional kawasan tersebut.
Sebuah program pemberdayaan pesisir berbasis marikultur resmi dimulai di Dukuh Pailus, Desa Karanggondang, Kecamatan Mlonggo, Jepara, Jawa Tengah,
Penyuluhan itu didasari adanya limbah ikan yang cukup mengganggu dan belum dimanfaatkan secara optimal di Desa Sungai Buntu.
PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kemandirian masyarakat.
Materi yang disampaikan mencakup pemilihan bibit unggul, kesehatan dan pakan ternak, pengelolaan kandang, hingga pencatatan usaha ternak secara profesional.
Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono melakukan panen perdana ikan kakap putih dan ikan kerapu yang diproduksi Koperasi Mambo Mina Mekar Sejahtera di kawasan Muaragembong, Kabupaten Bekasi
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved