Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KANTOR Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) melahirkan terobosan baru bernama Wakaf Tunai Calon Pengantin (WTC). Program ini lahir atas kerja sama Kanwil Kemenag dengan BWI dan BSI.
Program ini di-launching Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah bersama Ketua BWI Pusat Muhammad Nuh, Direktur Pemberdayaan Zakat Tarmizi Tohor, Pimpinan BSI Pusat Anton Sukarna, Kakanwil Kemenag Sumbar Helmi, beserta jajaran Kakan Kemenag, Kepala KUA, dan penyuluh Agama Islam, Rabu (26/7), di Asrama Haji Padang. Agar Cintamu Seabadi Wakafmu menjadi tema yang diusung dalam program ini.
Program itu akan mengajak setiap pasangan untuk berwakaf. Ada 174 kantor urusan agama yang akan menjadi titik pengumpulan WTC di Sumatra Barat.
Baca juga: Dua SPBU di Sumbar Kena Sanksi karena Langgar Aturan Distribusi BBM Subsidi
Kepala Kanwil Kemenag Sumbar Helmi mengatakan wilayahnya memiliki potensi 3.500 pasang calon pengantin setiap bulan. "Potensi ini menjadi peluang pengumpulan wakaf tunai catin sebesar 175 juta setiap bulan dengan estimasi berwakaf sebesar 50.000 masing-masing calon pengantin. Setahun akan mencapai angka Rp2,1 miliar," ungkap Helmi.
Berdasarkan potensi yang besar ini, lanjut Kakanwil, Badan Wakaf Indonesia bersama Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatra Barat menandatangani Kesepakatan Bersama untuk menggerakkan program Wakaf Tunai Calon Pengantin. "Program wakaf ini akan dijadikan sebagai penunjang dalam membantu ketahanan ekonomi keluarga sebagai bentuk mauquf 'alaihnya," jelas Kakanwil.
Baca juga: PSK dan Waria Diringkus Polisi usai Aniaya Pelanggan
Untuk itu, Kakanwil mengajak 174 Kepala KUA dan 1.400 penyuluh agama bersama-sama menyosialisasikan WTC sebagai bentuk program menuju keberkahan keluarga. "Saya mengajak dan mengimbau jajaran Kemenag Sumbar melalui Kepala KUA, penghulu, dan penyuluh agama Islam untuk menyosialisasikan program ini," imbau Kakanwil.
Kepada calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan juga mengajak untuk berwakaf dengan penuh keikhlasan. "Berbeda dengan zakat, harta wakaf ini tidak pernah habis. Namun nilai manfaatnya luar biasa untuk umat. Mari raih keberkahan rumah tangga dengan berwakaf," tandas Kakanwil
Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Sumatra Barat, Japeri, menyampaikan kegiatan Wakaf Tunai Catin dimulai sejak Juni 2023 dan sudah ada beberapa KUA yang memulai. "Tujuan program ini membudayakan kebiasaan berwakaf pada masyarakat. Kemudian meningkatkan capaian dana wakaf sebagai instrumen keuangan sosial dalam Islam untuk ketahanan keluarga," pungkas Japeri. (Z-2)
MENYUSUN Pernikahan Berkonsep Personal Memilih vendor pernikahan kini tidak lagi sekadar soal harga, melainkan kepercayaan, kecocokan visi, dan perhatian terhadap detail.
Petal Dreamscapes mengangkat elemen floral sebagai pusat perhatian, namun dengan pendekatan yang lebih kontemporer.
Cegah penularan HIV, sifilis, dan hepatitis B sejak dini! Lakukan pemeriksaan kesehatan pranikah lengkap untuk calon pengantin sehat dan siap menikah.
Lagu Tepuk Sakinah kini menjadi sorotan di berbagai platform media sosial. Kesederhanaannya justru menghadirkan daya tarik unik: calon pengantin melakukan tepukan berirama.
PEMERIKSAAN kesehatan pranikah atau pre-marital check up menjadi langkah penting bagi pasangan yang akan menikah. Pemeriksaan ini bertujuan mendeteksi penyakit menular.
Ramada by Wyndham Serpong ikut meramaikan Love Glamour Wedding Expo 2025 yang akan diselenggarakan di Atrium Tangcity Mall pada 6 hingga 8 Juni 2025.
PEMERINTAH Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) menegaskan penertiban aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di wilayah Sumbar masih berjalan melalui kerja tim terpadu lintas sektor.
PEMERINTAH pusat telah menyiapkan total anggaran sebesar Rp2,6 triliun untuk Sumatera Barat (Sumbar), untuk kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana.
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved