Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Tren Pernikahan 2026: Perpaduan Romantis dan Modern untuk Calon Pengantin Masa Kini

Heryadi
21/1/2026 02:55
Tren Pernikahan 2026: Perpaduan Romantis dan Modern untuk Calon Pengantin Masa Kini
Petal Dreamscapes mengangkat elemen floral sebagai pusat perhatian, namun dengan pendekatan yang lebih kontemporer.(Dok. Bridestory)

SETIAP calon pengantin memiliki bayangan tersendiri tentang pernikahan yang ingin diwujudkan. Ada yang mendambakan suasana romantis dan lembut, ada pula yang mencari konsep sederhana namun tetap berkelas. Di tahun 2026, pilihan inspirasi tersebut hadir melalui tema Petal Dreamscapes, tren pernikahan terbaru yang diperkenalkan oleh Bridestory untuk pasangan yang ingin memadukan nuansa feminin dengan gaya modern.

Petal Dreamscapes mengangkat elemen floral sebagai pusat perhatian, namun dengan pendekatan yang lebih kontemporer. Bunga tidak hanya ditampilkan secara klasik, tetapi diolah melalui permainan warna muted dan powdery, sentuhan metalik, serta komposisi visual yang lebih bebas. Kombinasi ini menciptakan tampilan pernikahan yang terasa lembut, rapi, dan tetap memiliki karakter kuat.

Sebagai bagian dari tren ini, Bridestory juga memperkenalkan warna pernikahan 2026 bertajuk Charming Champagne. Rona keemasan hangat dengan sentuhan putih gading ini memberikan kesan elegan dan timeless, sekaligus fleksibel untuk dipadukan dengan berbagai konsep pernikahan, baik di ballroom hotel maupun area outdoor.

Konsep Petal Dreamscapes dapat diterjemahkan ke dalam beragam elemen pernikahan. Mulai dari buket pengantin dengan aksen transparan dan kilau perak, dekorasi bernuansa klasik modern dengan kedalaman visual, hingga gaun pengantin bergaya minimalis dengan potongan tegas namun tetap mempertahankan kesan feminin. Detail lain seperti kue pengantin juga tampil lebih berani melalui desain geometris atau abstrak yang artistik.

Untuk merepresentasikan Wedding Trend 2026 secara visual, Bridestory menunjuk Syifa Hadju sebagai muse. Sosoknya dikenal dengan karakter lembut, anggun, dan modern, citra yang sejalan dengan karakter tema Petal Dreamscapes. Kehadirannya mempertegas bahwa konsep ini ditujukan bagi perempuan masa kini yang ingin menampilkan kepribadian diri secara natural tanpa kehilangan sisi elegan.

"Syifa Hadju merepresentasikan generasi calon pengantin masa kini yang berjiwa muda, autentik, namun tetap menghargai nilai klasik dan keanggunan," ujar Natasza Kurniawan, Head of Marketing Bridestory.

Selain mengungkap arah tren visual, Bridestory juga merilis hasil survei pernikahan yang melibatkan 5.000 calon pengantin di akhir 2025. Mayoritas responden merupakan perempuan berusia 25–30 tahun. Dari data tersebut terlihat bahwa sebagian besar pasangan merencanakan pernikahan di paruh kedua 2026, dengan November sebagai bulan paling banyak dipilih.

Survei yang sama juga menunjukkan bahwa jasa wedding planner dan organizer masih menjadi pilihan utama calon pengantin dalam mempersiapkan pernikahan. Di saat yang sama, pemanfaatan wedding website, undangan digital, dan buku tamu digital semakin lazim digunakan untuk membantu pengelolaan tamu dan alur acara.

Sejalan dengan kebiasaan tersebut, Bridestory menghadirkan SayYes RSVP, sebuah platform digital yang memungkinkan calon pengantin mengatur undangan, konfirmasi kehadiran, hingga pengaturan tempat duduk dalam satu sistem terintegrasi. Dengan satu tautan, seluruh informasi pernikahan dapat dikelola secara lebih praktis dan terorganisir.

Melalui Wedding Trend 2026 Petal Dreamscapes, Bridestory menegaskan bahwa pernikahan masa kini tidak hanya soal tampilan visual, tetapi juga tentang kenyamanan, kemudahan, dan kesesuaian dengan gaya hidup calon pengantin, terutama perempuan yang kini semakin aktif terlibat dalam setiap keputusan pernikahan. (E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Mirza
Berita Lainnya