Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN menyelidiki kasus keracunan massal saat acara reses anggota DPRD Kota Cimahi, Jawa Barat, yang terjadi beberapa hari lalu. Beberapa saksi mulai dari panitia, penyedia katering, termasuk korban serta keluarga korban dimintai keterangan untuk bahan penyelidikan.
Kapolres Cimahi Ajun Komisaris Besar Aldi Subartono mengungkapkan, penyidik sudah melakukan penyelidikan terhadap kasus keracunan yang menyebabkan ratusan korban. "Kita sudah memeriksa beberapa saksi termasuk panitia yang mengadakan kegiatan. Hasil pemeriksaan baru dapat menyimpulkan untuk langkah selanjutnya," kata Aldi, Selasa (25/7).
Sampel makanan yang disantap para korban juga telah diambil untuk diuji laboratorium dengan harapan bisa mengungkap penyebab keracunan. Terkait penetapan tersangka, ia melanjutkan, masih menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan Satreskrim. "Satreskrim secara marathon memeriksa saksi-saksi dari panitia, katering, serta para korban yang sudah sembuh," ungkapnya.
Baca juga: Simalungun Kekurangan 6.900 Guru dan Tenaga Kesehatan
Aldi mengatakan, hasil pemeriksaan akan disimpulkan secara komprehensif untuk mengetahui penyebab utama. Pihaknya sudah mengecek ke seluruh rumah sakit tempat perawatan korban keracunan.
Hingga hari ketiga, ratusan korban keracunan massal akibat menyantap nasi boks saat acara reses anggota DPRD Cimahi masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. Sebagian korban lain sudah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan. "Data rawat inap 198 dan rawat jalan 138 orang," ucap Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Dwihadi Isnalini.
Baca juga: Seragam Siswa Kemahalan, Kepala SMAN 1 Tulungagung Dicopot
Korban yang masih memerlukan perawatan karena kondisi mereka belum membaik. Para pasien tersebut dirawat di Rumah Sakit Cibabat, Rumah Sakit Mitra, Rumah Sakit Dustira, dan RS Kasih Bunda. "Kalau untuk yang ini (dirawat) masih perlu perawatan karena keadaan belum baik," terangnya. (Z-2)
Warga Gambir, Jakarta Pusat digegerkan penemuan mayat bayi laki-laki di selokan Jalan Batu Tulis. Polisi memastikan tidak ada tanda kekerasan dan jasad dibawa ke RSCM.
Polres Metro Jakarta Selatan meningkatkan patroli jalan kaki dan mobile di kawasan Blok M untuk mencegah pencopetan setelah insiden copet viral di media sosial.
SEORANG pria diduga memanggul mayat di RT 012 RW 06 Krendang, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Ia terekam oleh kamera pengawas CCTV. Kepolisian langsung melakukan penyelidikan
Komika Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penistaan agama terkait materi stand up comedy bertajuk Mens Rea.
Lahir di Merauke pada 24 Januari 1972, karier Brigjen Pol Yulius Audie Latuheru didominasi oleh bidang reserse.
kasus yang menimpa Hogi Minaya di Sleman, Yogyakarta serta arogansi terhadap penjual es gabus menunjukkan polisi tidak lagi menghayati perannya sebagai pelayan masyarakat.
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati menegaskan pengawasan ketat bahan baku dan alat dapur SPPG guna mencegah insiden keamanan pangan pada program Makan Bergizi Gratis.
Puslabfor Mabes Polri melakukan olah TKP lanjutan dan mengambil sampel makanan serta air mineral dalam kasus penemuan tiga jenazah satu keluarga di Warakas, yang diduga keracunan makanan
Polisi menyebut tiga korban satu keluarga yang ditemukan tewas di kontrakan Warakas, Jakarta Utara, mengeluarkan busa dari mulut. Penyebab kematian masih diselidiki.
Polres Metro Jakarta Utara menyelidiki dugaan keracunan makanan yang menewaskan tiga penghuni kontrakan di Jalan Warakas. Polisi masih melakukan olah TKP.
Polisi mengevakuasi tiga jasad korban yang diduga keracunan makanan dari kontrakan di Jalan Warakas, Jakarta Utara, ke RS Polri Kramat Jati dan menunggu hasil uji penyebab kematian.
Seorang ibu dan dua anak ditemukan tewas di rumah kontrakan Jalan Warakas, Jakarta Utara. Polisi mengamankan bungkus makanan dan menyelidiki penyebab kematian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved