Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Daerah Kabupaten Purwakarta menyiapkan ribuan relawan untuk menanggulangi potensi bencana alam dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dampak dari fenomena alam El Nino.
Kesiapan pengerahan para relawan itu ditunjukan melalui Apel Besar Desa Tangguh Bencana (Destana) Antisipasi Bencana Alam Dan Karhutla, di Alun-alun Kian Santang, Pesanggrahan Padjajaran, Kabupaten Purwakarta, Senin (26/6).
Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika mengatakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purwakarta, mencermati perkembangan cuaca melalui Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Baca juga: Sudah 12 Hari Hutan di Aceh Terbakar, Api Menjalar Begitu Cepat
Menurut Anne Ratna Mustika, sebagai upaya pencegahan, mitigasi, dan kesiapsiagaan harus terus menerus dilakukan untuk mencegah bencana alam akibat fenomena El Nino. Berdasarkan prediksi BMKG, lanjut Anne Ratna Mustika, wilayah Jawa Barat, mencakup Purwakarta akan terkena dampak dari musim kemarau yang berat dan berpotensi mengalami peningkatan resiko bencana.
"Dengan indikator-indikator yang mengarah kepada fenomena El Nino yang akan terjadi mulai Juni-Juli ini, maka kita akan menghadapi resiko bencana alam seperti kebakaran hutan dan lahan," ujar Anne.
Baca juga: 793 Titik Panas Terdeteksi di Sumsel, Gubernur Minta Bantuan BNPB
Anne menjelaskan, wilayah di Kabupaten Purwakarta yang memiliki potensi kebakaran hutan dan lahan berjumlah 165 desa. "Data dari BPBD menyebutkan dalam dua tahun terakhir, sejak tahun 2022 hingga Juni 2023 ini, telah terjadi 26 kali kejadian karhutla,"Jelasnya
Untuk Kabupaten Purwakarta, total jumlah relawan Destana dan Redkar mencapai 2.196 orang. Mereka tersebar di 183 desa dan 9 kelurahan di 17 kecamatan seluruh Purwakarta.
Data dari DPKP, tahun 2022, kebakaran yang menyerang kawasan hutan, perkebunan dan lahan mencapai 22 kali. Di mana jumlah total luas areal yang terbakar mencapai 17, 26 hektare.
Dari jumlah itu, kebakaran terluas terjadi di kawasan yang masuk Kecamatan Bungursari yang mencapai 11,8 hektare. Sementara jumlah luasan hutan yang ada di Purwakarta, berdasarkan data yang dikutip dari website Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Purwakarta sesuai Surat Keputusan Direksi Perum Perhutani Nomor : 903/KPTS/DIR/2013 tanggal 30 Agustus 2013 tentang Pembagian Kawasan Hutan Pada KPH Purwakarta adalah seluas 60.609,83 Hektare. (Z-3)
Pada 2025 daerah ini mengalami peningkatan hasil panen yang mencapai 293.111 ton gabah kering atau setara 180.400 ton beras. Jumlah itu membuat Purwakarta surplus 60.400 ton beras.
Peristiwa tersebut bukan hanya terjadi di Kabupaten Purwakarta, tapi juga di sejumlah kabupaten dan kota di Jabar.
PEGAWAI Negeri Sipil (PNS) , PPPK dan PPPK Paruh Waktu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purwakarta,Jawa Barat, mengeluhkan keterlambatan pembayaran gaji Januari 2026 dan Desember 2025
Pascalibur panjang Natal dan Tahun Baru 2026, harga berbagai kebutuhan pokok di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat melambung. Harga telur naik, minyakita dijual di atas harga eceran tertinggi.
Bantuan berasal dari donasi hasil penggalangan dana dari pejabat, pegawai, guru-guru maupun Pengurus PGRI Kabupaten Purwakarta
Hasil operasi sampah bekas perayaan Tahun Baru di pusat Kota Purwakarta, Jawa Barat mencapai 1 ton. Sampah tersebut didominasi sampah plastik dari kemasan makanan dan minuman.
Pemerintah kini mengedepankan perubahan paradigma pengendalian karhutla dengan fokus utama pada pencegahan sebagai langkah antisipatif.
Studi terbaru Cedars-Sinai mengungkap lonjakan drastis serangan jantung dan gangguan paru pasca-kebakaran hutan LA Januari 2025.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau akan mengakhiri masa status siaga darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada 30 November 2025.
Efikasi masyarakat dan norma kelompok terbukti lebih berpengaruh terhadap partisipasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibandingkan pendekatan berbasis rasa takut.
BMKG melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) 2025 untuk mengantisipasi cuaca ekstrem dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah.
CUACA sangat terik di Lembata, Nusa Tenggara Timur, akhir-akhir ini memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin masif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved