Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Amil Zakat Nasional (Baznas) melakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sehat Baznas (RSB) di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (17/6). RSB tersebut merupakan hasil kerja sama dengan Baznas RI, Baznas Kota Bima, dan Pemerintah Kota Bima untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi para masyarakat yang kurang mampu.
Berdiri di atas lahan seluas 2.400 meter yang merupakan hibah dari Pemkot Bima, RSB yang terletak di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Santi, Kecamatan Mpuda, direncanakan akan rampung pembangunannya dalam waktu enam bulan.
"Alhamdulillah, hari ini kita bersama menyaksikan prosesi peletakan batu pertama pembangunan RSB di Bima. Rumah Sehat Baznas akan membantu untuk memastikan akses kesehatan yang merata bagi semua lapisan masyarakat, tanpa memandang latar belakang ekonomi atau status sosial. Ini penting untuk menjaga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Pimpinan Baznas RI, Muhamad Nadratuzzaman Hosen dalam keterangan yang diterima, Minggu (18/5).
Nadra menambahkan, berdirinya RSB Bima merupakan buah dari dana zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan masyarakat melalui Baznas dan dikelola untuk kepentingan masyarakat yang membutuhkan. Dia menyebut, RSB Bima diharapkan dapat memberikan akses kesehatan yang baik kepada masyarakat, tak hanya penyembuhan namun juga deteksi dini pencegahan penyakit.
"Seperti yang dilakukan di RSB lain yang sudah berdiri, tak hanya pengobatan gratis saja yang diberikan, namun juga pemberian vitamin, penyuluhan kesehatan, pendampingan, vaksinasi, dan skrining penyakit. Ini memungkinkan penyakit untuk dideteksi lebih awal, sehingga memungkinkan pengobatan yang lebih efektif dan mengurangi risiko komplikasi yang lebih serius di kemudian hari," kata Nadra.
Berdirinya RSB Bima menambah panjang deretan Rumah Sehat Baznas yang telah berdiri sebelumnya, yakni RSB Jakarta, RSB Yogyakarta, RSB Sidoarjo, RSB Pangkalpinang, RSB Makassar, RSB Parigimoutong, RSB Palu, RSB Brebes, RSB Sumut, RSB Batam, RSB Karanganyar, RSB Kota Bogor, dan RSB Papua.
"Sementara yang masih dalam tahap pembangunan ada delapan, yakni RSB Berau, RSB Sragen, RSB Sambas, RSB PBNU, RSB Pesantren Kempek Kab. Cirebon, RSB Lampung Tengah, RSB Kendal, dan RSB Bima ini," kata Nadra.
Wali Kota Bima, Muhammad Lutfi mengapresiasi pembangunan Runah Sehat Baznas di wilayah yang dipimpinnya itu. Selain akan memberikan fasilitas penunjang, Lutfi juga siap bersinergi mendorong program Baznas di Bima.
"Program Baznas sangat baik dan sejalan dengan semangat Pemkot Bima untuk menyejahterakan masyarakat. Untuk itu, kami siap mendukung syiar zakat dan menguatkan peran Baznas di Bima agar semakin banyak masyarakat yang terbantu," ujar Lutfi. (RO/R-2)
Kantor Digital tidak hanya bermanfaat bagi para muzaki, tetapi juga bagi mustahik.
Tidak lagi sekadar respons darurat yang bersifat sementara, zakat diarahkan menjadi pilar sistem perlindungan sosial umat yang bekerja secara lintas fase.
Negara ingin memastikan bahwa pemegang izin pengelolaan zakat adalah lembaga yang benar-benar bekerja, bukan sekadar entitas di atas kertas.
Zakat dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk bantuan langsung kepada mustahik, tetapi juga untuk kepentingan kemaslahatan umum dan pemulihan pascabencana.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama Masjid Nurul Hidayah Kebayoran Baru Jakarta Selatan meluncurkan Program Sedekah Barang.
Baznas sukses menggelar Konferensi Zakat Internasional ke-9 atau The 9th International Conference on Zakat (Iconz) 2025 yang menghasilkan sembilan resolusi
MUI menetapkan fatwa program JKK dan JKM BPJS Ketenagakerjaan sesuai prinsip syariah dan bisa dibiayai dengan dana zakat, infak, serta sedekah.
Wakaf produktif hadir sebagai solusi pembiayaan pendidikan berkualitas dan gratis, membangun peradaban unggul dan sejahtera bagi umat Islam.
MENTERI Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyebut, tradisi berbagi yang menjadi ciri khas umat Islam berpotensi membebaskan sekitar dua juta lebih penduduk miskin mutlak di Indonesia.
Baznas gandeng IKA Unpad untuk meningkatkan potensi zakat, infak, sedekah (ZIS)
Baznas RI menerima penyaluran infak senilai Rp100 juta dari Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) untuk menyantuni anak yatim dan disabilitas binaan Baznas.
Potensi zakat, misalnya, mencapai Rp327 triliun per tahun, tetapi realisasinya masih jauh di bawah angka tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved