Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
POLITEKNIK Pariwisata NHI Bandung kembali menggelar diskusi kelompok
terarah (FGD), terkait penyusunan Buku Panduan Penyediaan Akses Bagi Penyandang Disabilitas dan Orang Dengan kebutuhan Khusus dalam Perencanaan dan Penyelenggaraan Konser Musik.
FGD digelar Program Studi Pengelolaan Konvensi di Aula Gedung Ciremai Lt.6, kampus Politeknik Pariwisata NHI Bandung.
FGD ini juga turut mengundang beberapa narasumber yang berasal dari salah satu asosiasi event organizer yaitu Forum Backstagers Indonesia wilayah Jawa Barat, DPP PPDI (Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia), akademisi dari Politeknik Negeri Bandung, DPD Gerkatin (Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia) Jawa Barat, dan DPC Pertuni (Persatuan Tuna Netra Indonesia) Kabupaten Bandung.
FGD ini merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan Seminar Nasional Penelitian Event Terapan yang dilakukan Program Studi Pengelolaan Konvensi dan Acara oleh mahasiswa/i semester 6 (enam). Capaian hasil yang diharapkan ialah berupa Buku Panduan, Jurnal, dan HKI.
Ketua Tim penyusun, Bagus Githa Adhitya menyatakan kegiatan ini merupakan lanjutan dari yang sudah dibuat pada 2022. "Tujuannya agar event manajer tidak melakukan diskriminasi terhadap disabilitas dan orang dengan berkebutuhan khusus."
Jadi, lanjutnya, ketika membuat event bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat dan tidak terkecuali untuk penyandang disabilitas.
Sementara itu, Direktur 3 Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama Poltekpar NHI Bandung, Erfin Roesfian mengatakan kegiatan ini merupakan lanjutan. "Ini gagasan yang sangat bagus, yang merupakan komitmen kita dalam memperhatikan disabilitas."
Poltekpar NHI Bandung sebelumnya pernah bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja kota Bandung untuk memberikan pelatihan kepada penyandang disabilitas. "Mudah-mudahan Kegiatan hari ini yang bertujuan menghasilkan buku panduan dapat terwujud dengan baik dan bermanfaat," tambahnya.
Pada kesempatan itu, Ketua Prodi Pengelolaan Konvensi dan acara, Reza Nurizki mengatakan akademisi bukan hanya membuat karya tulis semata, tetapi juga harus membuat sesuatu yang hasilnya dapat diterapkan di masyarakat. "Kami memberikan tantangan kepada dosen dan mahasiswa untuk membuat proyek terapan yang bermanfaat bagi masyarakat. Kami harap kerja sama ini dapat berkelanjutan."
Konser musik
Pada FGD itu, presentasi draft buku panduan diajukan oleh tim penyaji yang terdiri dari Bagus Githa Adhitya selaku tim penyusun dan dosen pembimbing; serta Afta Bagja Wilandana, Fiona, Mutiara Adinda Rizki Daulay, Putri Maharani, dan Zahara Rahmawati Fitriana.
Buku panduan terdiri dari 2 bagian, yaitu panduan umum dan panduan khusus. Pada panduan umum diuraikan mengenai hal-hal yang harus diperhatikan oleh penyelenggara dalam memenuhi kebutuhan fasilitas dan aksesibilitas pengunjung dengan kebutuhan khusus secara umum.
Sementara pada panduan khusus berisikan tentang hal yang harus diperhatikan dalam memenuhi kebutuhan yang sesuai dengan kategori penyandang disabilitas masing-masing.
Setelah sesi pemaparan presentasi, acara dilanjutkan dengan pemberian saran dan masukan dari para narasumber yang hadir, untuk memperkaya dan menyempurnakan isi buku panduan tersebut.
Buku panduan ini nantinya diharapkan dapat bermanfaat bagi industri event, khususnya bagi para event organizer (EO), venue owner atau venue management, dan event production vendor di seluruh Indonesia.
Mereka dapat merencanakan dan menyelenggarakan konser musik dengan memperhatikan dan menyediakan akses maupun fasilitas bagi orang berkebutuhan khusus.
Selain itu, buku panduan ini juga diharapkan dapat menghindari adanya diskriminasi secara tidak langsung terhadap orang-orang berkebutuhan khusus. Tujuan besarnya ialah semua orang dapat turut menikmati event atau pameran tanpa batasan apapun. (N-2)
Candi Muara Takus merupakan salah satu situs cagar budaya paling signifikan di Sumatra dengan nilai sejarah dan arkeologis yang sangat tinggi.
Direktur Utama PT AI Indonesia Sony Subrata meyakini bahwa teknologi AI dapat diterapkan secara nyata untuk memenuhi kebutuhan sektor pariwisata Indonesia.
INSTITUT Pariwisata (IP) Trisakti menyelenggarakan kegiatan International Guest Lecture dengan menghadirkan Ketua Otorita Administratif Khusus Oe-cusse Ambeno.
Istilah sustainable tourism kini mulai berevolusi menjadi regenerative hospitality, sebuah konsep di mana pelaku industri tidak hanya berusaha meminimalisasi dampak negatif,
Tren terbaru menunjukkan bahwa bagi Generasi Z, pengalaman kini menjadi faktor utama yang mendorong keputusan perjalanan, melampaui pertimbangan harga semata.
Pembangunan Bandara Internasional Chinchero di Peru menuai kontroversi. Mampukah infrastruktur ini menampung lonjakan wisatawan tanpa merusak kesucian Lembah Suci?
Bluebird berkomitmen tidak hanya menyediakan layanan transportasi yang aman dan nyaman, tapi juga berupaya untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan
Proses eksekusi terhadap aset seluas 493 meter persegi tersebut berlangsung kondusif
Untuk setiap pembelian kendaraan Jetour Dashing & Jetour X70 Plus, konsumen akan mendapatkan garansi mesin hingga 10 tahun atau 1.000.000 km
JARINGAN convenience store global, FamilyMart melebarkan sayapnya ke Kota Bandung dengan membuka tujuh gerai sekaligus pada Jumat (6/2).
Petugas pemadam kebakaran masih terus melakukan pendinginan dan penyekatan agar api tidak merambat ke bangunan yang lain.
favehotel Hyper Square Bandung menghadirkan Arabian Night Fest selama Ramadhan dengan konsep all you can eat, sajian khas Timur Tengah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved