Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAMIKA politik jelang Pilpres 2024 semakin hangat. Saat ini ada tiga nama yang menguat sebagai calon presiden (Capres) yang diprediksi bakal masuk dalam gelanggang kontestasi di pilpres mendatang.
Berdasarkan hasil survei, nama Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan diprediksi bakal maju sabagai capres karena memiliki elektabilitas tertinggi dibandingkan nama lain.
Tiga nama tersebut konsisten menempati tiga besar dalam kurun waktu dua tahun terakhir, sehingga, berpotensi membentuk tiga poros di pilpres nanti.
Baca juga : PDIP Siap Menangkan Ganjar di Kalimantan Selatan
Melihat dinamika politik yang berkembang, tokoh muda Maluku, Abdul Hamid Souwakil (AHS), menyambut baik ketiga tokoh diatas sebagai capres yang diharapkan bisa membawa perubahan untuk Indonesia maju dan sejahtera.
"Menguatnya nama Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan di bursa capres, semakin menguatkan optimisme kita sebagai generasi muda bahwa bangsa ini tidak mengalami krisis kepemimpinan nasional yang diharapkan dapat menghadirkan perubahan andaikan diberikan amanah untuk memimpin negeri ini," ujarnya, Sabtu (6/5).
Baca juga : Surya Paloh: Rakyat Pilih Figur Capres, Bukan Parpol di Koalisi Besar
Abdul Hamid Souwakil yang juga digadang-gadang bakal maju sebagai calon Bupati Kabupaten Buru Selatan (Bursel) pada Pilkada 2024 itu juga berharap Pilpres 2024 dapat dilakukan secara guyub dan demokratis.
"Sebagai generasi muda yang punya ekspektasi besar terhadap masa depan Indonesia, saya berharap, kontestasi Pilpres 2024 dapat dilakukan secara guyub dan demokratis sehingga tidak ada lagi polarisasi yang secara ekstrim membelah masyarakat dalam beberapa kutub," harap Souwakil menegaskan.
"Pilpres 2024 adalah ajang untuk kita jadikan sebagai festival gagasan, dimana, para kandidat capres ini diharapkan mampu mendemonstrasikan ide dan gagasan mereka untuk Indonesia hebat dan sejahtera," sambung Souwakil.
Mantan Presiden Mahasiswa Universitas Ibnu Chaldun Jakarta itu juga percaya dengan kapasitas dari ketiga figur tersebut, karena masing-masing punya rekam jejak yang baik sehingga kontestasi di 2024 akan lebih banyak di warnai dengan gagasan dan program.
Abdul Hamid Souwakil sendiri merupakan sosok muda Maluku yang tengah berikhtiar untuk kembali dan mengabdi di daerahnya Buru Selatan lewat sebuah proses pilkada yang berlangsung tahun depan.
Souwakil termotivasi untuk membangun Buru Selatan lebih baik lagi, terutama dari sisi pembangunan. (RO/Z-5)
PASAL mengenai persyaratan calon Presiden dan calon Wakil Presiden dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu atau UU Pemilu kembali digugat ke MK agar bebas dari nepotisme
UU Pemilu digugat meminta keluarga Presiden dan/atau Wakil Presiden yang sedang menjabat dilarang mencalonkan diri sebagai capres dan cawapres
Sebelumnya, ormas Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan tahun ini akan menjadi partai politik ingin Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.
empat asas penting yang harus diperhatikan, yakni kecermatan, keterbukaan, kepentingan umum, dan ketidakberpihakan. Namun, dalam keputusan KPU yang telah dibatalkan
KPU membatalkan Peraturan KPU membatalkan penetapan dokumen persyaratan capres dan cawapres sebagai informasi publik yang dikecualikan KPU.
KPU ke depan merasa perlu memperoleh pandangan dari berbagai pihak agar keputusan yang diambil lebih komprehensif.
Sarah Nuraini Siregar dari BRIN menyoroti penggunaan istilah "oknum" untuk anggota polisi, menegaskan tindakan individu mencerminkan institusi.
Penanganan kasus dipastikan berjalan paralel, baik dari sisi tindak pidana umum maupun pelanggaran kode etik profesi Polri.
Kapolri menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat yang mencoreng nama baik Korps Brimob Polri.
Proses hukum terhadap tersangka, yang merupakan oknum anggota Brimob berinisial Bripda MS, harus dilakukan secara terbuka tanpa ada upaya menutupi fakta.
Kementerian PPPA tengah melakukan koordinasi dengan dinas setempat terkait kasus anak berinisial AT (14) yang dianiaya oleh anggota Brimob di Tual, Maluku, hingga meninggal dunia.
Kementerian PPPA memastikan koordinasi dengan dinas setempat dan kepolisian terkait kasus anak meninggal dunia diduga akibat kekerasan oknum Brimob di Kota Tual, Maluku.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved