Sabtu 04 Februari 2023, 21:50 WIB

KKP Hentikan Dua Proyek Reklamasi di Kepri

mediaindonesia.com | Nusantara
KKP Hentikan Dua Proyek Reklamasi di Kepri

MI/Ramdani
Ilustrasi: foto udara menunjukkan pulau G hasil reklamasi di Teluk Jakarta

 

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) menghentikan dua proyek reklamasi di Kepulauan Riau milik PT BSSTEC dan PT MPP, lantaran tak memiliki dokumen Izin Reklamasi dan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL).

"Benar bahwa hasil pengawasan ruang laut oleh Polisi Khusus Pengawasan Wilayah Perairan dan Pulau-Pulau Kecil (Polsus PWP3K) Pangkalan PSDKP Batam, dua proyek reklamasi tersebut tidak dilengkapi Izin Reklamasi dan PKKPRL," kata Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Laksda TNI Dr Adin Nurawaluddin.

Adin mengatakan, setiap pelaku usaha yang memanfaatkan ruang dari perairan pesisir wajib dilengkapi PKKPRL. Jika ditemukan bukti permulaan yang cukup bahwa pelaku usaha dengan sengaja mengabaikan seluruh ketentuan Perizinan Berusaha, maka akan dikenakan sanksi administratif.

Adin menjabarkan bahwa lahan dasar sebelum reklamasi diketahui merupakan milik pihak ketiga yang telah melakukan perjanjian pinjam pakai tanah dengan PT BSSTEC dan PT MPP.

Data yang didapat dari pemilik lahan, pengalokasian lahan yang dipergunakan oleh PT BSSTEC seluas 30.000 meter persegi, sedangkan PT MPP seluas 53.623 meter persegi.

Pada kasus PT BSSTEC, proyek reklamasi telah berlangsung sejak 10 November 2022. Pihak perusahaan mengaku bahwa reklamasi tersebut dikarenakan longsoran akibat dampak kegiatan cut and fill.

"Saat petugas mendatangi PT BSSTEC, perusahaan tersebut mengakui belum memiliki PKKPRL," ujar Adin.

Baca juga: Wagub Tegaskan Pulau Reklamasi Tak Boleh Eksklusif

Sementara untuk kasus PT MPP, proyek reklamasi terindikasi telah berlangsung sejak 3 September 2022 dan telah membangun fondasi. Pengakuan dari pihak perusahaan, fondasi masih berada di dalam pengalokasian lahan yang telah diterbitkan dan masih tersisa 1 meter dari batas pengalokasian lahan.

Namun, hasil pemetaan oleh petugas, fondasi tersebut rupanya keluar dari pengalokasian lahan yang diterbitkan. Petugas juga mendapati bahwa proyek reklamasi maupun pembangunan fondasi belum memiliki PKKPRL.

Sesuai dengan PermenKP Nomor 31 Tahun 2021 tentang Pengenaan Sanksi Administratif di Bidang Kelautan dan Perikanan, PT BSSTEC dan PT MPP dinyatakan telah melanggar aturan dan akan dikenakan sanksi Paksaan Pemerintah untuk investigasi lebih lanjut, kata Adin pula.

Lebih lanjut Adin mengungkapkan bahwa langkah tegas KKP dalam menghentikan proyek ini sementara, merupakan wujud keseriusan KKP dalam menyukseskan salah satu dari lima program prioritas ekonomi biru, yaitu pengelolaan berkelanjutan pesisir dan pulau-pulau kecil. (OL-17)

Baca Juga

Metrotv/Fransiskus Gerardus Molo

Ribuan Umat Katolik Flotim Ikut Ritual Jalan Salib

👤Fransiskus Gerardus Molo 🕔Jumat 31 Maret 2023, 21:03 WIB
Tablo yang diperankan oleh Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Santu Yoseph Riangkemie itu menggunakan busana adat Baipito sebagai tanda...
Ist

Kafe 27 Kenjeran Sajikan Hidangan Lezat Buka Puasa Khas Timur Tengah

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 31 Maret 2023, 20:24 WIB
Salah satu menu spesial dari Timur Tengah yang disajikan di Kafe 27 Kenjeran adalah Nasi Kebuli...
MI/Widjajadi

Terminal Tirtonadi Siapkan Skema Khusus Hadapi Lonjakan Arus Mudik

👤Widjajadi 🕔Jumat 31 Maret 2023, 19:00 WIB
sudah ada beberapa provinsi penyelenggara mudik gratis menyatakan akan menggunakan Terminal Tirtonadi sebagai lokasi droping...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya