Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGKA prevalensi stunting di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, turun signifikan. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022, angka prevalensi stunting turun menjadi 13,6% dari sebelumnya sebesar 33,7%.
Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan, turunnya angka prevalensi stunting berbanding lurus dengan berbagai program Pemkab Cianjur yang selama ini terus digencarkan. Bagi Herman, kondisi itu merupakan prestasi dari kolaborasi pemerintah daerah dengan masyarakat yang sudah dilakukan sejak 2020.
"Penurunan angka stunting di Kabupaten Cianjur tentu bukan semata kerja pemerintah daerah. Ada keterlibatan dari legislatif, eksekutif, serta masyarakat. Termasuk peran bidan desa, puskesmas, serta posyandu yang jadi garda terdepan. Kami mengucapkan terima kasih atas kinerja selama ini yang berbuah hasil maksimal untuk mempercepat penurunan angka kasus stunting di Cianjur," kata Herman, Kamis (26/1).
Dengan penurunan angka kasus stunting yang signifikan itu, saat ini Kabupaten Cianjur berada pada peringkat ketiga dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat. Sebelumnya pada 2021 Kabupaten Cianjur berada pada peringkat ke-26.
Menurut Herman percepatan penurunan angka prevalensi stunting memang butuh kerja keroyokan. Artinya, Pemkab Cianjur melibatkan seluruh perangkat daerah agar berkontribusi konstruktif melalui kebijakan program dan anggaran yang berbasis penanganan stunting.
"Semua perangkat daerah harus bisa menyelesaikan permasalahan stunting. Ini yang paling hebat Cianjur itu. Sehingga stunting bisa cepat kita tangani. Kemudian kita kerjakan dari hulu sampai hilir," tuturnya.
Strategi lainnya, jelas Herman, seluruh kader Posyandu harus turun langsung mendatangi rumah-rumah warga. Herman mengistilahkan jangan sampai ada posyandu yang hanya 'jaga warung'.
"Kalau ada posyandu jaga warung, maka banyak warga yang sakit tidak mau datang ke Posyandu. Kita ubah strateginya, kader posyandu harus menyisir semua rumah warga sehingga tidak ada yang tidak tertangani pemerintah," tegas Herman.
Ia menegaskan, angka kasus stunting saat ini harus tetap dipertahankan atau bahkan bisa terus diturunkan. Karena itu Herman meminta Dinas Kesehatan agar menginstruksikan bidan desa mendata jumlah ibu hamil di setiap wilayah.
"Salah satu kunci agar angka kasus stunting tidak kembali bertambah yaitu ada di ibu hamil. Semua ibu hamil harus terdata. Kemudian statusnya, gizinya, serta penyakit yang diderita. Nanti didata lagi, jika ada yang memiliki penyakit anemia (kurang darah) misalnya, segera obati. Ibu hamil harus sehat. Harus terbebas dari anemia," pungkasnya. (OL-15)
Mereka memiliki komitmen bersama dalam mendorong transformasi ekonomi daerah yang berbasis tata kelola yang baik dan prinsip keberlanjutan.
Melalui aplikasi Sapawarga, masyarakat dapat mengetahui informasi terkini perihal mudik di Jabar hingga jalur mudik yang aman
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi beri pengecualian larangan motor bagi siswa di pelosok. Aturan resmi berlaku tahun ajaran 2026/2027 dengan syarat ketat. Cek rinciannya.
Apabila surat tersebut tidak ditanggapi dalam 21 hari kerja, maka pihaknya akan melanjutkan upaya hukum melalui gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).
Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menyiapkan skema kompensasi bagi pengemudi angkutan lokal sebagai langkah untuk mengurangi potensi kemacetan selama arus mudik
Seorang ibu di Subang, Jawa Barat kini harus berhadapan dengan hukum setelah menghabisi nyawa anak kandungnya sendiri yang masih berusia enam tahun.
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved