Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
JUMLAH bangunan rumah di zona merah gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang harus direlokasi ke tempat yang sudah disiapkan terdata sementara sebanyak 263 unit. Namun, data tersebut sifatnya masih dinamis karena tim teknis akan mengecek kembali.
Juru Bicara Tim Penanganan Bencana Kabupaten Cianjur, Budi Rahayu Thoyib, menuturkan, Rabu (18/1) sudah dilakukan rapat koordinasi (rakor) menyangkut penetapan warga terdampak gempa yang harus direlokasi. Pada rakor muncul data rumah warga yang harus direlokasi.
"Dari PUPR membawa beberapa data rumah-rumah yang sudah terdaftar untuk direlokasi. Data-datanya sudah ada. Jumlahnya ada di angka 263 bangunan rumah dan enam bangunan fasilitas dasar seperti masjid atau SD," kata Budi kepada wartawan ditemui seusai rakor di komplek Setda Kabupaten Cianjur, Rabu (18/1) petang.
Namun, kata Budi, keputusan rapat bahwa data dari PUPR itu akan dicek ulang. Pengecekan ulang akan dilakukan selama tiga hari terhitung Kamis (19/1) hingga Sabtu (21/1). "Pengecekan akan dilakukan tim teknis didampingi dari kecamatan. Kita ingin cek ulang apakah datanya berkurang atau justru bertambah," sebutnya.
Pengecekan ulang juga untuk memastikan masih ada atau tidaknya bangunan rumah yang belum terdata. Setali tiga uang, Kementerian PUPR pun membuka peluang seandainya masih ada yang belum terdata. "Jadi data ini sifatnya dinamis," tegas Asisten Daerah II Setda Kabupaten Cianjur ini.
Rakor merupakan tindak lanjut surat dari Kepala BMKG yang dikirimkan ke Presiden RI. Pada surat itu disebutkan berdasarkan hasil survei BMKG terdapat tiga zona yaitu kuning, oranye, dan merah. Daerah yang masuk zona merah atau zona terlarang artinya di daerah tersebut tidak boleh dibangun kembali atau dihuni kembali. "Warga yang ada di zona itu harus direlokasi," ucapnya.
Rakor dihadiri BMKG, BNPB, Kementerian PUPR serta Forkopimda Kabupaten Cianjur. Hasil rakor terdapat beberapa poin yang disepakati bersama.
Pertama yang disepakati yaitu kriteria rumah warga yang akan direlokasi adalah permukiman yang terdapat pada zona terlarang atau zona merah dan potensi longsor dengan mengacu kepada surat Kepala BMKG. Selanjutnya identifikasi penentuan warga yang akan direlokasi dilakukan pemerintah daerah dengan melibatkan Forkopimcam dan desa melalui data survei dan sosialisasi berdasarkan peta hasil survei BMKG yang telah di-overlay dengan data rumah terdampak oleh Kementerian PUPR dan BNPB.
"Kami juga mengakomodir warga yang daerahnya berada di luar zona merah tapi tidak memungkinkan dibangun kembali atau tidak memiliki lahan lain untuk dibangun, maka dapat dimasukkan ke dalam kriteria yang harus direlokasi. Tapi yang pokok itu yang ada di zona merah atau zona terlarang," sebutnya.
Lahan relokasi bagi korban gempa di Kabupaten Cianjur berada di dua titik. Pertama di Desa Sirnagalih Kecamatan Cilaku dan titik kedua di Desa Murnisari Kecamatan Mande.
Di Desa Sirnagalih disiapkan sebanyak 200 unit rumah. Hingga saat ini yang sudah 100% selesai pembangunannya sebanyak 180 unit. Sedangkan di Desa Murnisari Kecamatan Mande sekitar 150 unit.
Budi memastikan untuk penempatan warga ke tempat relokasi belum dilakukan karena akan diperkuat dengan surat keputusan bupati. Seandainya hasil pengecekan ulang terdapat 350-an KK yang harus direlokasi, maka di dua lahan relokasi akan mencukupi.
"Tapi Kementerian PUPR juga memberikan kesempatan, kalau bertambah, mereka akan membangun kembali. Terpenting pemda menyiapkan lahannya," pungkas Budi. (OL-15)
HOTEL Sangga Buana dengan bangga merayakan hari jadinya yang ke-72 dengan mengusung tema The Journey of Rising Stronger and Thriving Together.
Pembangunan rumah ini merupakan hasil kolaborasi dengan banyak pihak.
Pencairannya pun disesuaikan dengan pengajuan dari Pemkab Cianjur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Anggaran bantuan stimulan tahap keempat saat ini sudah berada di Kementerian Keuangan yang merupakan pengajuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana
Rumah ini dibangun dengan biaya dari donatur melalui Kitabisa.com dan dibantu YPP SCTV Indosiar.
Dari hasil pendataan, terdapat hampir 40 ribu kepala keluarga yang terdata sebagai penerima bantuan stimulan pada tahap 4
Prasasti Muara Cianten, yang merupakan peninggalan Kerajaan Tarumanegara, dipindahkan dari lokasi asalnya di tepi Sungai Cisadane, Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
"Kami melihat ada beberapa rumah masyarakat yang telah rusak dan tidak layak huni karena tersapu aliran Batang Baiang.Segera kami relokasi ke tempat yang aman,"
Melalui dialog yang terbuka dan transparan tersebut, sejumlah kesepahaman berhasil dicapai antara warga dan Pemkot Jakarta Selatan, antara lain penyediaan hunian relokasi.
MEMASUKI hari keenam, pencarian terhadap 7 korban yang masih tertimbun di Cilacap, Jawa Tengah belum membuahkan hasil meskipun alat berat telah dikerahkan. Pemkab siapkan relokasi
PEMERINTAH provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menyiapkan dana Rp400 miliar untuk melakukan relokasi warga dua dusun korban longsor Cilacap, Jawa Tengah.
Warga yang direlokasi berasal 2.209 keluarga. Mereka akan menempati lahan seluas 130 hektare.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved