Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR yang melanda sejumlah wilayah di pantura Jawa Tengah membuat belasan ribu hektare tanaman padi gagal panen alias puso. Pemantauan Media Indonesia Rabu (18/1) gagal panen terjadi antara lain di Pati, Kudus, Demak dan Grobogan.
Ribuan petani di daerah itu hanya dapat menangis meratapi nasibnya, karena sawah menjadi tumpuan hidup alami gagal panel. "Akibat banjir kemarin, semua tanaman padi mati padahal bulan depan harusnya panen," ujar Warisan, 45, warga Sayung, Demak.
Hal serupa juga diungkapkan Sudarsono, 50, warga Jati, Kabupaten Kudus. Tanaman padi miliknya tidak sempat berbuah ketika terendam banjir akhirnya membusuk. "Kerugian mencapai 7,5 juta per hektare. Tadi pagi coba kami sisir tidak ada satu batangpun yang bisa dipanen," tambahnya.
Sementara itu data diperoleh dari Dinas Pertanian Kabupaten Demak akibat banjir sejak awal tahun itu ada 4.306 hektare sawah di 14 kecamatan, terendam banjir dan 50 persen diantaranya gagal panen (puso).
Demikian juga di Kabupaten Kudus. Dinas Pertanian dan Pangan Kudus mencatat selama dua pekan terendam banjir di Kecamatan Jati, Undaan, Kaliwungu, Jekulo dan Mejobo menyebabkan tanaman padi seluas 3.705 hektare. Sebanyak 3.486 hektare diantaranya mengalami gagal panen hingga kerugian capai Rp50 miliar.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pati Kun Saptono mengatakan akibat banjir melanda daerah ini sejak akhir tahun lalu, sebanyak 7.242 hektare sawah terendam dan dipastikan sebanyak 6.641 hektare tanaman padi diantaranya alami gagal panen.
"Ribuan hektare tanaman padi alami gagal panen itu tersebar di Kecamatan Margorejo, Dukuhseti, Pati, Jakenan, Gabus, Kayen, Juwana, Sukolilo, Tayu dan Wedarijaka, hingga mengalami kerugian mencapai miliaran rupiah," ujar Kun Saptono.
Demikian juga Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan Sunanto secara terpisah mengungkapkan bahwa akibat bencana banjir sebanyak 400 hektare lahan pertanian dipastikan puso. "Dari Kementerian Pertanian diinformasikan akan ada bantuan benih bagi petani yang gagal panen. Hal ini sangat meringankan beban para petani," katanya. (OL-15)
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat masih ada 1.600 warga di Jakarta yang mengungsi akibat banjir.
Banjir di Kabupaten Kudus hingga Minggu (25/1) juga masih merendam 9 desa di 4 kecamatan antara lain Desa Karangrowo, Ngemplak, Tanjungkarang, Jetiskapuan, Jati Wetan, Payaman.
Perpanjangan dilakukan karena masih adanya wilayah terdampak banjir serta tingginya potensi bencana susulan.
Pemkot Tangerang mengoperasikan pompa portabel dan rumah pompa untuk mempercepat penanganan banjir yang merendam jalan dan permukiman.
CUACA ekstrem masih terjadi puluhan daerah di Jawa Tengah Sabtu (24/1) mengakibatkan bencana hidrometeorologi.
BPBD DKI Jakarta mencatat hingga pukul 12.00 WIB pada Sabtu (24/1) sebanyak 78 RT dan tujuh ruas jalan di wilayah DKI Jakarta masih terdampak banjir akibat curah hujan tinggi dan luapan kali.
BMKG mengeluarkan peringatan dini status "Siaga" untuk wilayah pantura Jawa Tengah. Status ini merupakan level tertinggi yang berlaku mulai 21 hingga 31 Januari 2026.
Sejak pagi hujan ringan-sedang sudah mengguyur sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan berpeluang meningkat.
Tidak hanya itu, akibat gelombang tinggi penyeberangan antar pulau baik Jepara-Karimunjawa maupunTanjung Emas Semarang-Karimunjawa juga terhenti, termasuk kapal layar motor
Gelombang tinggi 1,25-2,5 meter masih berpotensi di sejumlah kawasan perairan utara Jawa Tengah yakni Pekalongan-Kendal, Semarang-Demak dan Pati-Rembang.
Sabtu (27/12) ribuan perahu dan kapal nelayan, sejak dini hari tidak bergerak dan ditambatkan di sejumlah pelabuhan perikanan di daerah di Pantura Jawa Tengah.
Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang dan petir berpotensi terjadi di 25 daerah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved