Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
MANTAN Bupati Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah, Natalis Tabuni mengakui mundurnya pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan di Intan Jaya selama kurang lebih 5 tahun terakhir tidak terlepas dari konflik berkepanjangan yang melanda Intan Jaya.
Natalis menegaskan, konflik tersebut akarnya adalah konflik atau perang ideologi dari kelompok sipil bersenjata yang berseberangan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan bukan konflik suku atau konflik politik.
Disampaikan saat acara syukuran pelantikan Pj Bupati Intan Jaya di Sugapa, Sabtu (8/1) pekan lalu Natalis menginginkan agar pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan di Intan Jaya di bawah kepemimpinan Pj Bupati Apolos Bagau dapat berjalan kembali dalam suasana damai sehingga pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan bisa berjalan dengan baik dan aktivitas masyarakat berjalan normal.
“Sungguh dengan hadirnya Pj Bupati artinya Tuhan Memberikan Indah Pada waktunya, yang artinya kita ingin agar pembangunan di Intan Jaya dapat berjalan normal kembali. Pendidikan, Kesehatan, pelayanan masyarakat, aktivitas ASN kembali berjalan dalam suasana damai. Ini pesan saya sehingga kita segera akhiri ketertinggalan kita selama ini akibat konflik yang tidak berkesudahan,” ungkap Natalis seperti dikutip dari keterangan yang diterima wartawan, Rabu (11/1).
Natalis mengatakan, pada periode pertama kepemimpinannya sejak pemekaran Kabupaten Intan Jaya (2012-2017) hampir tidak ada konflik bersenjata di Intan Jaya.
Ia ingat ketika itu, pemerintahannya mulai melakukan banyak terbobosan pembangunan, pelayanan masyarakat dan penyelenggaraan pemerintahan berjalan baik dan aktivitas masyarakat berjalan normal, termasuk pelayanan Pendidikan dan Kesehatan mengalami kemajuan sehingga IPM Intan Jaya saat itu naik signifikan.
Baca juga : Kecewa Penanganan Pascagempa, Massa Unjuk Rasa Di Pendopo Cianjur
“Saat itu kita sudah mulai mimpi-mimpi tinggi membangun jalan sampai ke Magataga tembus ke Enaratoilai, bangun jalan darat sampai ke Beoga tembus ke Hitadipa. Jalan rintis ke sana, dari Biandoga datang. Perkantoran kita sudah bangun, listrik menyala. Pak PJ Bupati juga yang kerja karena beliau Kepala Dinas PU saat itu. Semua optimis tetapi itu semua rusak, hancur sejak kehadiran saudara-saudara kita kelompok masyarakat sipil besenjata, sampai akhirnya konflik berkepanjangan sampai hari ini. Itulah penyebab kemunduran kita sebenarnya,” jelas Natalis.
Natalis sangat menyayangkan, akibat konflik bersenjata ini masyarakat Intan Jaya mengalami kerugian, terutama Pendidikan, Kesehatan, layananan kebutuhan dasar seperti listrik dan air jadi terhambat.
Mengutip tema Natal ‘Pulanglah Mereka ke Negerinya Melalui Jalan Lain’ Natalis berharap agar semangat pembaharuan benar-benar menjadi semangat seluruh masyarakat Intan Jaya dan perangkat pemerintahan.
“Sekarang kita sudah mendapatkan Pj Bupati, Pak Apolos. Saya minta kita dukung penuh kepemimpinan beliau. Konflik kita akhiri, perang tidak membawa kita manfaat, malah membawa kemunduran. Kehadiran Pak Pj Bupati dengan semua jajarannya saya optimis akan memberikan angin segar buat Intan Jaya. Kita ingin ASN kembali normal bekerja dengan hadir di Sugapa, listrik dan air kembali berjalan. Ini tentu tugas baru yang amat mulia,” kata Natalis.
Natalis berharap agar kepemimpinan Pj Bupati didukung penuh oleh seluruh masyarakat; baik ‘masyarakat luar’ maupun ‘masyarakat dalam’ dan utamanya harapan dia agar konflik yang akarnya Gerakan ideologi bisa segera diakhiri.
“Saudara-saudaraku, orang lain di luar sana sudah hebat-hebat, sekolah sudah tinggi-tinggi, malah ada yang sudah mau calon gubernur. Dan kita di Intan Jaya sibuk perang terus, akibatnya pembangunan semua mundur. Dari hati yang paling dalam saya berpesan ayo dukung kepemimpinan yang baru ini. Kita bangkit lagi, kita raih kemenangan untuk Intan Jaya yang damai, sejahtera, adil dan maju,” pungkas Natalis. (OL-7)
Film anak bergenre musikal-petualangan ini tidak hanya menyuguhkan keindahan visual, tetapi juga membawa pesan mendalam tentang relasi manusia dengan alam.
Pesawat Smart Air ditembak KKB saat mendarat di Karowai, Boven Digoel, Papua Selatan. Pilot dan kopilot dilaporkan tewas, sementara kondisi 13 penumpang masih belum dipastikan.
Polri menerjunkan tim ke Boven Digoel, Papua Selatan, untuk menyelidiki penembakan pesawat Smart Air PK-SNR. Operasi Damai Cartenz 2026 dikerahkan ke lokasi.
Pesawat Smart Air PKS-NR ditembak saat mendarat di Bandara Koroway, Boven Digoel, Papua Selatan. Pilot dan kopilot dilaporkan tewas akibat serangan yang diduga dilakukan KKB.
Pesawat perintis PK-SNR ditembak sesaat setelah mendarat di Bandara Koroway Batu, Boven Digoel. Dua pilot tewas, penumpang selamat.
Melalui perpaduan musikal dan petualangan, film Teman Tegar: Maira–Whisper from Papua membawa misi besar: membangun kesadaran manusia akan relasinya dengan alam.
Pernyataan itu disampaikan di tengah kekhawatiran meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Sugiono mengatakan dirinya telah menginstruksikan Duta Besar RI untuk Iran di Teheran agar menyiapkan berbagai opsi jika sewaktu-waktu evakuasi perlu dilakukan.
Kemlu terus berupaya memantau situasi keamanan secara intensif dan meminta seluruh WNI untuk meningkatkan kewaspadaan.
Serangan udara AS di ibu kota Venezuela Caracas, penangkapan Presiden Nicolás Maduro, serta pengambilalihan fasilitas energi strategis menandai eskalasi terbuka
Konflik antara Danielle NewJeans dengan agensinya, ADOR, merupakan puncak dari pertikaian panjang yang berakar pada krisis internal manajemen sejak 2024.
Konflik tanah restant merupakan permasalahan lahan yang terjadi di semua kawasan transmigrasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved