Headline

Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.

Beasiswa Afirmasi Perkuat Kualitas SDM Papua

Media Indonesia
30/3/2026 12:12
Beasiswa Afirmasi Perkuat Kualitas SDM Papua
Ilustrasi(Dok Istimewa)

PEMERINTAH terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk pembangunan di kawasan Papua. Salah satunya, melalui program beasiswa afirmasi yang saat ini terdapat 1.623 mahasiswa Papua aktif menerima beasiswa, terdiri dari 1.347 di dalam negeri dan 276 di luar negeri. 

Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Billy Mambrasar menjelaskan program ini mencakup, LPDP-Papuan Youth Scholarship untuk jenjang S2/S3, Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) untuk jenjang S1, serta program ADEM dan Papua Cerdas untuk siswa SMA/SMK.

Pada bagian lain, lebih dari 10 ribu mahasiswa Papua sedang menempuh pendidikan tinggi, sementara sekitar 45 ribu lainnya masih membutuhkan dukungan akses pendidikan.

"Langkah konkret untuk mempercepat pembangunan SDM di Papua ini sudah dilakukan sejak 100 hari pertama pemerintahan Prabowo Subianto. Kami secara aktif mendorong perluasan akses beasiswa sekaligus pembenahan tata kelola agar lebih tepat sasaran dan berkelanjutan," papar Billy, Minggu (29/3/2026).

Selain SDM, kata dia, pihaknya menginisiasi inovasi dalam tata kelola otonomi khusus (otsus) melalui pengembangan dashboard digital bersama mahasiswa Papua di Surabaya.

"Inisiatif ini untuk meningkatkan transparansi penggunaan dana otsus, termasuk dalam memantau kinerja pemerintah daerah terkait pengelolaan anggaran. Dengan sistem ini, penggunaan dana otsus dapat dipantau dan dievaluasi secara lebih terbuka dan akuntabel," ujarnya.

Pada sektor ekonomi, langkah strategis dilakukan dengan mempertemukan 21 investor Eropa dengan Pemprov Papua untuk mendorong hilirisasi dan ekspor komoditas kakao dari wilayah Kepulauan Yapen, Jayapura, serta Manokwari Selatan.

"Inisiatif ini pun mulai menunjukkan hasil, kakao dari Kepulauan Yapen Tengah saat ini dalam proses investasi oleh investor asal Inggris, dan pengembangan kakao di Jayapura didorong melalui dukungan anggaran dari Kementerian Pertanian," tuturnya.

Lebih lanjut, Billy mendorong percepatan koordinasi lintas kementerian dalam berbagai sektor prioritas. Salah satunya upaya revitalisasi RSUD Biak agar memiliki kapasitas setara rumah sakit rujukan provinsi serta memastikan akses layanan kesehatan bisa lebih inklusif bagi masyarakat khususnya Orang Asli Papua.

Berbagai langkah itu mencerminkan pendekatan pembangunan tidak hanya berorientasi pada kebijakan, tetapi juga pada implementasi nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat. “Papua tidak membutuhkan sekadar janji, tetapi hasil nyata yang dapat dirasakan masyarakat,” ujar Billy.

Dengan fondasi yang mulai dibangun sejak 100 hari pertama ini, Billy berharap langkah percepatan pembangunan Papua terus berlanjut secara konsisten, terukur, dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya