Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk pembangunan di kawasan Papua. Salah satunya, melalui program beasiswa afirmasi yang saat ini terdapat 1.623 mahasiswa Papua aktif menerima beasiswa, terdiri dari 1.347 di dalam negeri dan 276 di luar negeri.
Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Billy Mambrasar menjelaskan program ini mencakup, LPDP-Papuan Youth Scholarship untuk jenjang S2/S3, Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) untuk jenjang S1, serta program ADEM dan Papua Cerdas untuk siswa SMA/SMK.
Pada bagian lain, lebih dari 10 ribu mahasiswa Papua sedang menempuh pendidikan tinggi, sementara sekitar 45 ribu lainnya masih membutuhkan dukungan akses pendidikan.
"Langkah konkret untuk mempercepat pembangunan SDM di Papua ini sudah dilakukan sejak 100 hari pertama pemerintahan Prabowo Subianto. Kami secara aktif mendorong perluasan akses beasiswa sekaligus pembenahan tata kelola agar lebih tepat sasaran dan berkelanjutan," papar Billy, Minggu (29/3/2026).
Selain SDM, kata dia, pihaknya menginisiasi inovasi dalam tata kelola otonomi khusus (otsus) melalui pengembangan dashboard digital bersama mahasiswa Papua di Surabaya.
"Inisiatif ini untuk meningkatkan transparansi penggunaan dana otsus, termasuk dalam memantau kinerja pemerintah daerah terkait pengelolaan anggaran. Dengan sistem ini, penggunaan dana otsus dapat dipantau dan dievaluasi secara lebih terbuka dan akuntabel," ujarnya.
Pada sektor ekonomi, langkah strategis dilakukan dengan mempertemukan 21 investor Eropa dengan Pemprov Papua untuk mendorong hilirisasi dan ekspor komoditas kakao dari wilayah Kepulauan Yapen, Jayapura, serta Manokwari Selatan.
"Inisiatif ini pun mulai menunjukkan hasil, kakao dari Kepulauan Yapen Tengah saat ini dalam proses investasi oleh investor asal Inggris, dan pengembangan kakao di Jayapura didorong melalui dukungan anggaran dari Kementerian Pertanian," tuturnya.
Lebih lanjut, Billy mendorong percepatan koordinasi lintas kementerian dalam berbagai sektor prioritas. Salah satunya upaya revitalisasi RSUD Biak agar memiliki kapasitas setara rumah sakit rujukan provinsi serta memastikan akses layanan kesehatan bisa lebih inklusif bagi masyarakat khususnya Orang Asli Papua.
Berbagai langkah itu mencerminkan pendekatan pembangunan tidak hanya berorientasi pada kebijakan, tetapi juga pada implementasi nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat. “Papua tidak membutuhkan sekadar janji, tetapi hasil nyata yang dapat dirasakan masyarakat,” ujar Billy.
Dengan fondasi yang mulai dibangun sejak 100 hari pertama ini, Billy berharap langkah percepatan pembangunan Papua terus berlanjut secara konsisten, terukur, dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat. (H-2)
Jabatan baru sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III memaksa Letjen Lucky kembali memasuki belantara Papua guna menegakkan kedaulatan NKRI.
Curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir di Jayapura membuat air Danau Sentani meluap.
Kelima warga itu sebelumnya berangkat ke Papua pada 14 Februari 2026 untuk bekerja dalam proyek pembangunan yang dijanjikan oleh seorang mandor.
11 bandara perintis di tiga provinsi Papua kini telah diamankan sepenuhnya oleh pasukan TNI setelah Februari lalu ditutup akibat gangguan keamanan oleh kelompok kriminal bersenjata atau KKB
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menekankan pentingnya analisis dan evaluasi terhadap kebijakan yang sudah tidak relevan dengan kondisi terkini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved