Rabu 11 Januari 2023, 10:16 WIB

Sawah Kebanjiran Diduga Menjadi Pemicu Naiknya Harga Beras

Akhmad Safuan | Nusantara
Sawah Kebanjiran Diduga Menjadi Pemicu Naiknya Harga Beras

ANTARA FOTO/Aji Styawan
Sawah di Demak terendam banjir

 

HARGA beras kelas medium di beberapa daerah di pantura Jawa Tengah (Jateng) kembali naik menjadi Rp12.000-13.500 per kilogram. Hal ini diperkirakan karena beberapa daerah yang merupakan lumbung pangan seperti Demak, Grobogan dan Pati dilanda banjir.

Banjir terjadi di sejumlah daerah di pantura Jateng hingga menyebabkan ribuan hektare sawah gagal panen (puso). Diduga hal ini menjadi pemicu meningkatnya harga beras, apalagi daerah tersebut merupakan lumbung padi seperti Demak, Grobogan dan Pati.

Sementara itu, di berbagai pasar tradisional di pantura Jawa Tengah seperti Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang dan Demak per hari ini harga beras kelas medium kembali naik yakni dari sebelumnya Rp10.000-11.500 per kilogram menjadi Rp12.000-13.500 per kilogram.

"Naik lagi beras medium seperti Delanggu, Ir dan C4, harga terendah Rp12.000 per kilogram," ujar Maryatun, 60, pedagang sembako di Pasar Grosir Beras Dargo, Kota Semarang.

Pemasok beras di Demak, Santosa (50), mengaku meskipun jumlah beras yang tersedia banyak namun harga di tingkat petani sulit didapat. Petani memilih untuk persediaan sendiri daripada menjual karena banyak sawah terendam banjir dan terancam gagal panen.

Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati Nikentri Meiningrum mengatakan banjir terjadi di 58 desa, di sembilan kecamatan daerah ini, merendam sekitar 2.674 hektare sawah, bahkan hingga saat ini ada 653 hektare dipastikan gagal panen.

Hal serupa juga diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Grobogan Sunanto, banjir terjadi di beberapa kecamatan di daerah ini mengakibatkan 1.000 hektare sawah terendam, 400 hektare diantaranya diperkirakan mengalami gagal panen karena hingga hampir dua pekan terendam.

"Padahal sawah tersebut pada Februari mendatang memasuki musim panen," imbuhnya.

Baca juga:  Kenaikan Harga Beras di Malang tak Terbendung

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Jateng Dikki Rulli mengungkapkan kerugian akibat bencana banjir terjadi di beberapa daerah di Jawa Tengah mencapai Rp16,018 miliar, karena selain kerusakan infrastruktur juga mengakibatkan belasan ribu hektare sawah terendam.

Berdasarkan catatan BPBD Jateng, lanjut Dikki Rulli, total sawah terendam di berbagai daerah capai 15.777 hektare yakni Demak 8.491 hektare, Tegal 6.610,86 hektare dan sisanya di Pati, Kudus dan Grobogan.

"Selain itu ada juga tambak seperti di Demak 2.276 hektare yang terendam," tukas Dikki.(OL-5)

Baca Juga

MI/HO-Penrem Korem 161 Wira Sakti.

Pejabat Komandan Korem 161/Wira Sakti Kol.Inf Fabriel Buyung Dilantik

👤Palce Amalo 🕔Rabu 01 Februari 2023, 12:25 WIB
PANGDAM IX/Udayana Mayjen Sonny Aprianto menyerahkan tugas, wewenang dan tanggung jawab pejabat Komandan Korem 161/Wira Sakti kepada...
MI/Gabriel langga

Peternak di Sikka Sebut Penanganan Virus Babi hanya Proyek Semata

👤Gabriel Langga 🕔Rabu 01 Februari 2023, 12:16 WIB
ADANYA virus babi ini dimanfaatkan oleh pemerintah untuk melakukan banyak kegiatan sehingga terkesan menghamburkan...
Antara/Hendra Nurdiyansyah

Maksimalkan Potensi Daerah, Pemda dan Pelaku Pariwisata di DIY Siapkan Paket Wisata Untuk Peserta ATF 2023

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 01 Februari 2023, 11:17 WIB
dengan menampilkan 3 paket yang masing-masing bertajuk: “Heritage Tour of Yogyakarta”, “Discovering The Theme of...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya