Rabu 04 Januari 2023, 21:26 WIB

Pohon Tumbang akibat Angin Kencang di Makassar, Dua Orang Meninggal

Lina Herlina | Nusantara
Pohon Tumbang akibat Angin Kencang di Makassar, Dua Orang Meninggal

DOK.MI
Ilustrasi

 

SEBANYAK dua dari tiga korban tertimpa pohon saat hujan lebat disertai angin kencang melanda di wilayah Puri Pattene, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (4/1), dinyatakan meninggal dunia.
 
"Ada tiga korban. Awalnya satu korban atas nama Mutia usia delapan tahun dinyatakan meninggal dunia," ujar Kepala Dinas Kebakaran Kota
Makassar Muhammad Hasanuddin saat dimintai konfirmasi di Makassar, Rabu malam.
 
Mutia tidak dapat diselamatkan karena mengalami luka bagian kepala dan dada, diduga tertimpa material rumah saat pohon tumbang menimpa rumahnya, Rabu petang.
 
Korban lainnya berhasil dikeluarkan dari rumah setelah material pohon tumbang tersebut dipotong menggunakan gergaji mesin oleh tim penyelamat.
 
Sebanyak dua korban lainnya, masing-masing atas nama Zaki usia dua tahun dan Nursiah usia 45 tahun, setelah kejadian langsung dievakuasi
ke rumah sakit.
 
Nursiah juga dikabarkan meninggal dunia saat berada di rumah sakit setempat setelah dievakuasi menggunakan ambulans.


Baca juga: 10 Rumah Rusak akibat Angin Puting Beliung di Makassar

 
"Korban susulan atas nama Nursiah juga meninggal dunia di rumah sakit. Jadi untuk korban meninggal dunia ada dua orang, satu lainnya masih dirawat di rumah sakit," kata Hasanuddin.
 
Pohon tumbang juga menimpa salah satu rumah di samping Masjid Al Markaz di Jalan Lembo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Satu korban
bernama Daeng Ngewa, 80, berhasil diselamatkan petugas.

Angin kencang yang menyertai hujan lebat juga memorak-porandakan gasebo di sepanjang Pantai Tanjung Bayang. Tercatat sembilan gasebo di pinggir pantai tersebut rusak.
 
"Banyak rusak rumah-rumah (gasebo) pantai waktu angin kencang tadi pagi. Untung tidak ada orang di situ. Kejadiannya tiba-tiba, memang angin tadi kencang, air laut naik, tapi siang ini sudah surut," kata salah satu pemilik gasebo setempat, Daeng Tayang, usai kejadian.
 
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem mulai 3-9 Januari 2023 dan memperingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan dan mitigasi bencana.
 
"Prakiraan 3-9 Januari 2023, hujan dengan intensitas lebat yang cenderung pada dini hari sampai pagi hari berpotensi terjadi di wilayah Sulawesi Selatan," kata Kepala BBMKG Wilayah IV Makassar Irwan Slamet. (Ant/OL-16)

Baca Juga

DOK.MI

Situasi Polres Malinau Kaltara Kondusif Usai Dirusak Massa

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 05 Februari 2023, 23:20 WIB
Peristiwa ini berawal dari tertembaknya korban LH oleh Brigadir W dari Tim Intel Resmob Kompi 4 Yon A Pelopor Polda...
ANTARA/Istafan Najmi

BKSDA Teliti Perilaku Harimau Sumatra Serang Warga di Aceh Selatan

👤Amiruddin Abdullah 🕔Minggu 05 Februari 2023, 23:05 WIB
Sampel darah harimau tersebut akan dikirim ke Laboratorium PSSP Bogor untuk pemeriksaan canine distemper...
ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo

Kirab Barongsai dan Liong Meriahkan Cap Go Meh di Denpasar

👤Ruta Suryana 🕔Minggu 05 Februari 2023, 22:40 WIB
Kirab barongsai dan liong tidak hanya melibatkan warga keturunan Tionghoa dan umat di klenteng, tetapi juga masyarakat Hindu Bali dari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya