Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
POLISI saat ini tengah menangani kasus pertikaian antara dua kelompok masyarakat di Distrik Kaiga, Kabupaten Tolikara, Papua. Pertikaian tersebut terjadi pada Senin (2/1) kemarin.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Musthofa Kamal mengetakan bahwa pertikaian tersebut dipicu atas digantikannya kepada Distrik Kaiga sehingga membuat kelompok Desa Lama tidak terima dan melakukan aksi penyerangan.
“Informasi mereka bahwa kepala Distrik Baru ini telah mengganti para Kepala Desa yang ada Distrik Kaiga dengan keluarganya, hal itu yang membuat terjadi aksi saling serang,” kata Ahmad dalam keterangannya, Selasa (3/1).
Ahmad mengatakan setelah mendapatkan laporan dari warga, pihaknya pun mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).
“Atas kejadian itu Kapolres telah bertemu dengan kelompok Desa Baru dan Kepala Distrik Kaiga Baru dan meminta untuk menghentikan penyerangan balasan dan tetap tenang sehingga tidak bertambahnya korban,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ahad mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak Desa Lama untuk menghentikan penyerangan.
“Setelah bernegosiasi disepaki bersama bahwa mereka menunggu kabar korban yang terkena panah Pulih dan akan menyelesaiakan permasalahan di Polres Tolikara,” ucapnya.
Atas konflik tersebut, Ahmad mengatakan bahwa tercatat sebanyak 21 orang terkena panah dan saat ini dalam penanganan medis oleh RSUD Tolikara.
“Usai meredam aksi perang tersebut Kapolres Tolikara beserta rombongan mengangkat beberapa korban yang belum dievakuasi dan selanjutnya bergerak menuju ke RSUD Tolikara guna dilakukan penanganan medis disertai pengecekan terhadap korban lainnya,” pungkasnya. (OL-13)
Baca Juga: Patroli Sambil Memeriksa Kesehatan Warga
Akibat tawuran tersebut sebuah toko kelontong yang menjual bahan pangan dan kebutuhan pokok terbakar. Kebakaran diduga akibat tawuran antara warga yang terjadi di kawasan tersebut.
Selain melarang konvoi, Pemkot Depok juga melarang penggunaan petasan yang kerap memicu gangguan ketertiban.
Lomba lari 100 meter yang diikuti sebanyak 64 peserta sebagai upaya mengurangi maraknya tawuran antar remaja pada bulan Ramadan.
Pendekatan preventif melalui patroli intensif menjadi langkah strategis dalam menekan angka kejahatan jalanan.
Satpol PP DKI Jakarta bersama TNI dan Polri berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan serta bersiaga di titik-titik rawan tawuran
Sebanyak 17 remaja diamankan polisi setelah terlibat perang sarung di perbatasan Kota Solo dan Sukoharjo yang sempat meresahkan warga.
Petugas kepolisian saat ini tetap disiagakan di lapangan untuk memantau pergerakan masyarakat, terutama di area aglomerasi dan kampung halaman.
Ledakan petasan di Pekalongan menewaskan remaja 14 tahun. Dua korban lain masih dirawat intensif, polisi lakukan penyelidikan.
Ketua YLBHI Muhamad Isnur menyoroti adanya perbedaan data terduga pelaku penyiraman air keras aktivis KontraS, Andrie Yunus yang diungkap oleh kepolisian dan TNI.
Kisah haru Aipda Arno di Manggarai, NTT. Berlutut sambil menangis demi memohon warga binaannya agar tidak bentrok. Simak aksi humanis sang polisi di sini
Menurut Oegroseno, semestinya hal-hal seperti ini tidak terjadi, karena tak diatur oleh KUHAP.
Trunoyudo menyebutkan bahwa momentum bulan suci Ramadan turut melandasi semangat kedua belah pihak untuk saling memaafkan dan melakukan introspeksi diri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved