Sabtu 31 Desember 2022, 22:55 WIB

Petani Madiun Minta Firli Kawal Kebijakan Porang Hulu ke Hilir

mediaindonesia.com | Nusantara
Petani Madiun Minta Firli Kawal Kebijakan Porang Hulu ke Hilir

dok.ist
Petani Madiun, Jatim meminta Ketua KPK Firli Bahuri mengawal kebijakan porang dari hulu ke hilir

 

KUMPULAN petani di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, meminta Ketua KPK Firli Bahuri ikut mengawal kebijakan pengembangan komoditas porang. 
Pasalnya, produk pertanian yang digadang-gadang menjadi komoditas ekspor unggulan itu kini banyak masalah di tingkat petani. 

Masalah tersebut mulai dari harga jual yang terus merosot, proses registrasi lahan untuk syarat ekspor yang menyulitkan petani, pangsa pasar di tingkat domestik maupun global yang belum stabil, termasuk dukungan penerapan budidaya sesuai Good Agricultural Practices (GAP). 

“Yang utama soal harga, anjlok parah, petani rugi karena bibit sekarang mahal, padahal katanya ekspor Cina sudah dibuka tapi kok tidak naik-naik, ini ada apa sebenarnya?,” kata Musyfik, koordinator petani saat unjuk aspirasi di Durenan, Kecamatan Gemarang, Sabtu (31/12). 

Dalam keterangan persnya, disebutkan biaya produksi yang dikeluarkan petani tak sebanding dengan harga jual. Meski secara kualitas hasil panen musim ini lebih bagus dibanding musim lalu, nilai tukarnya beda jauh. 
Disebutkan, harga porang basah sekitar Rp2.000 hingga Rp3.000 per kilogram, porang kering Rp20.000 sampai Rp 21.000. Padahal, tahun lalu porang basah bisa mencapai Rp15.000 dan porang kering Rp40.000 per kilogram. 

“Kalau begini bagaimana kami kembalikan pinjaman KUR (Kredit Usaha Rakyat), kalau bisa ada standar hargalah karena selama ini dijual ke tengkulak atau pengepul,” ungkapnya. 

Masalah lain, petani juga dipusingkan dengan persoalan administrasi pengurusan registrasi lahan. Petani harus melampirkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Nomor Induk Berusaha (NIB), dan mengisi sebanyak 134 formulir. 

“Banyak yang tidak ngurus karena ribet, mestinya tidak perlu dibebani urusan begini, yang kami perlukan itu pendampingan budidaya, prasarana irigasi, jalan, dan jaminan pasar,” tegas Musyfik. 

Senada, Mohamad Suparno menyatakan, saat ini banyak aspek di sektor pertanian umbi porang yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah. 
Perhatian yang dimaksud tidak lain berupa pengembangan kebijakan yang terintegrasi mulai dari hulu sampai akhir. 
“Jangan sampai petani didorong-dorong tapi pasarnya tidak jelas, jangan sampai juga ada permainan di ekspor seperti jenis (pertanian) lain,” harapnya. 

Atas dasar itu, pihaknya memandang perlu ada kerja sama semua pihak dalam rangka pengembangan kebijakan yang betul-betul memihak ke petani. 

Terlebih pemerintah tengah mengupayakan hirilisasi industri porang di mana bila hal itu tidak dilakukan dengan seksama justru bisa merugikan petani. 

“Karena ini banyak ekspor, mohon Pak Firli turun juga mengawal ini. Kami percaya beliau paham dan peduli,” tandasnya. (OL-13) 

Baca Juga

kendalkab.go.id

Kendal Jadi Episentrum Ekonomi Baru di Jawa Tengah

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 Februari 2023, 07:20 WIB
Kawasan Industri Kendal, sampai dengan periode Januari 2023, telah menembus angka US$2,55 miliar dan menyerap 25.000 tenaga...
MI/Palce Amalo

BI: Ekonomi NTT Tetap Kuat Hadapi Lonjakan Inflasi Tekanan Global

👤Palce Amalo 🕔Rabu 08 Februari 2023, 06:25 WIB
KANTOR Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur melaporkan kinerja ekonomi daerah itu masih menunjukkan ketahanan yang cukup...
MI/Adi Kristiadi

Mardiono Sowan ke Pimpinan Ponpes Sukahideng: Optimis PPP Jaya Lagi

👤Adi Kristiadi 🕔Rabu 08 Februari 2023, 06:10 WIB
Plt Ketum PPP Muhamad Mardiono mendapat arahan dari Pimpinan Ponpes Sukahideng, Tasikmalaya untuk terus mendekatkan diri kepada para kiai...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya