Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
MINIBUS yang tengah melakukan perjalanan mudik di libur panjang Natal dan Tahun Baru terlibat kecelakaan dengan truk boks di jalan Cirebon-Kuningan, Desa Patapan, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (24/12) siang. Satu orang yang merupakan sopir minibus tewas di lokasi kejadian dan sembilan lain mengalami luka serius dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis.
Video amatir dari warga merekam detik-detik kecelakaan maut itu. Kejadian kecelakaan tersebut bermula saat truk yang melaju dari arah Kuningan menuju Cirebon menyalip mobil di tikungan tajam. "Namun dari arah berlawan muncul minibus rombongan pemudik Nataru yang tengah melakukan perjalanan mudik dari Jakarta menuju Kuningan," ujar Iptu Mei, Kanit Laka Lantas Polresta Cirebon.
Adu bagong antara dua kendaraan itu pun tak bisa dihindari. Sopir minibus tewas mengenaskan karena tergencet bodi kendaraan. Sedangkan sembilan penumpang minibus mengalami luka serius dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapat pertolongan medis.
Kasus kecelakaan tersebut, kini ditangani Unit Laka Lantas Polresta Cirebon Jawa Barat. (OL-14)
Dari hasil sementara, penyebab banjir antara lain pendangkalan sungai dan sampah.
Pergerakan tanah dipicu aliran air sungai yang mengikis tebing. Ditambah kondisi tanah yang memang labil
Kabupaten Cirebon merupakan daerah yang rentan diterjang bencana hidrometeorologi di musim penghujan ini. Baik itu bencana banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem dan lainnya.
BPBD sudah menyiapkan langkah kesiapsiagaan, termasuk menghadapi potensi pohon tumbang akibat cuaca ekstrem
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon belum akan memberlakukan WFH untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayahnya.
Tim dinkes juga melakukan pengecekan kondisi dapur, kualitas air, IPAL, hingga kebersihan peralatan masak dan makan.
Banjir terjadi pada Rabu (11/2) di empat dusun di Desa Andamui, Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan
Kematian ikan mulai terpantau sejak 29 Januari 2026 dan terus meningkat hingga hari ketujuh.
Hasil identifikasi yang diakukan, kematian ikan disebabkan adanya parasit jenis cacing yang hidup di tubuh ikan.
Kepala Pelaksana BPBD Kuningan Indra Bayu Permana, di Kuningan, Minggu, mengatakan kondisi cuaca ekstrem tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi
Sepanjang Januari hingga Desember 2025, Pemkab Kuningan telah menerima 337 unit alsintan dengan nilai hampir Rp 10 miliar.
Dengan total anggaran mencapai Rp 355 miliar, seluruh pengelola dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diminta mematuhi ketentuan yang berlaku.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved