Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN rumah di lima desa di Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terendam banjir setinggi satu meter akibat meluapnya Sungai Cibala, Jumat (16/12). Ini menyebabkan akses menuju wilayah selatan atau Cianjur terputus sementara.
Camat Sukanagara, Robby Erlangga, saat dihubungi di Cianjur, Jumat petang, mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan total rumah yang terendam banjir di lima desa, yakni Sukanagara, Sukamekar, Sukalaksana, Sukarame, dan Desa Gunungsari. "Kami masih melakukan pendataan. Laporan sementara lebih dari 200 rumah yang terendam banjir bandang akibat sungai meluap. Ini merupakan banjir terparah meski sebelumnya sempat terjadi tetapi tidak separah kali ini," katanya.
Sebelumnya hujan turun deras dengan intensitas lebih dari 2 jam. Menjelang petang, air sungai semakin tinggi dan meluap hingga merendam perkampungan yang terletak di pinggir sungai. Air bah setinggi 1 meter meredam sebagian besar perkampungan, sehingga penghuni terpaksa diungsikan.
Pihaknya masih berkoordinasi dengan BPBD Cianjur untuk menurunkan bantuan guna mengevakuasi warga yang masih banyak bertahan di lantai dua rumahnya karena hingga malam menjelang ketinggian air terus bertambah. Bahkan akibat air sungai yang terus meluap menyebabkan jalur selatan Cianjur terputus sementara.
"Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD dan dinas terkait agar mengirimkan bantuan guna membantu warga yang terdampak karena masih banyak yang bertahan di dalam rumah. Sedangkan untuk warga terdampak sebagian besar mengungsi sementara ke tempat yang dinilai aman dari air bah," katanya.
Terkait terputusnya jalur menuju Cianjur selatan atau sebaliknya menuju Cianjur, pihaknya mengimbau pengguna jalan untuk mencari jalur alternatif guna menghindari hal yang tidak diinginkan. (Ant/OL-14)
Hujan dengan intensitas cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir di daerah itu mengakibatkan banjir dan merendam ratusan rumah.
Demi keamanan, warga kini bekerja dengan perlengkapan pelindung dan memastikan aliran energi tetap padam hingga kondisi benar-benar kering.
Faktor ekonomi menjadi pertimbangan utama bagi para penyintas. Harga yang sangat terjangkau membuat kios ini menjadi primadona bagi warga yang sedang merintis kembali hidupnya.
Pelayanan yang diberikan harus sesuai dengan harapan publik.
WARGA Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, masih dihantui banjir hingga Maret 2026, sejak banjir besar yang terjadi pada 25 November 2025 lalu.
Masih banyak warga menghadapi kesulitan akibat banjir yang melanda akhir tahun lalu
Gelombang pertama puncak arus mudik terjadi pada Sabtu (14/3) dan Minggu (15/3). Sedangkan gelombang kedua diperkirakan terjadi pada Rabu (18/3) dan Kamis (19/3).
Transfer dana THR dari pemerintah pusat sudah masuk ke rekening kas umum daerah (RKUD).
Satlantas Polres Cianjur petakan titik macet Mudik 2026 di Cipeuyeum, Ciranjang, hingga Puncak. Simak daftar jalur alternatif via Jonggol di sini.
Polres Cianjur mengerahkan berbagai kendaraan untuk memobilisasi personel selama operasi berlangsung.
Sensus Ekonomi ini merupakan instrumen data yang dilakukan rutin lima tahunan.
Pasalnya, UA nekat mengambil dua buah labu siam di lahan yang bukan miliknya karena terdesak kebutuhan untuk berbuka puasa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved