Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) menyatakan tiga anak buah kapal (ABK) asal Desa Papela, Kabupaten Rote Ndao, mengaku dijanjikan mendapat Rp650 juta jika berhasil membawa 13 WNA Irak masuk ke Australia.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara kepada 3 ABK itu diketahui bahwa mereka diiming-iming per orang harganya Rp50 juta," kata Kabid Humas Polda NTT Kombes Ariasandy di Kupang, Kamis (15/12).
Hal ini disampaikan berkaitan dengan ditangkapnya 13 WNA asal Irak bersama tiga ABK kapal yang terdampar di perairan Rote Ndao.
Berdasarkan kronologis yang diceritakan para ABK diketahui bahwa pada Sabtu (10/12) lalu ketiga ABK asal Desa Papela Rote itu bertemu dengan tiga ABK asal Sulawesi yang membawa para imigran serta menyerahkan perahu dan para imigran kepada ABK asal Papela.
Usai menyerahkan para imigran itu, pada Minggu (11/12) mereka bertolak ke Australia dengan mengantar para imigran tersebut.
Pada Selasa (13/12) pagi kapal yang ditumpangi mereka ditangkap oleh polisi perairan Australia Pulau Ahsmore atau yang dikenal dengan sebutan Pulau Pasir oleh nelayan Indonesia.
Setelah ditangkap para imigran dipindahkan ke kapal milik Australia bernama Rushani untuk beristirahat, disebabkan kapal yang dipakai untuk melintas batas negara sudah diamankan dan dibakar oleh Custom Australia.
Kemudian pada Selasa (12/12) sekitar pukul 22.00 Wita, para ABK asal Papela bersama para Imigran diberangkatkan oleh otoritas Australia kembali ke perairan Indonesia.
Dia menambahkan bahwa dari hasil pemeriksaan terhadap 13 WNA asal Irak itu juga diketahui mereka tidak memiliki dokumen keimigrasian seperti paspor maupun visa.
Hingga saat ini, 13 WNA asal Irak itu masih berada di Polres Rote Ndao untuk penanganan selanjutnya.
Baca juga: Diadang Otoritas Australia, 13 Imigran Irak Terdampar di Rote
Berikut 13 nama imigran tersebut:
1. Mushin Hassan (laki-laki)
2. Ilham Haji (perempuan)
3. Bnyat Khdhir (laki-laki)
4. Mond Khdhir (laki-laki)
5. Abdulbaqi Abdulbaqi Hasan (laki-laki)
6. Renas Gohdar Ali (perempuan)
7. Anahi Abdulbaqi Abdulbaqi (perempuan)
8. Dlsher Khder (laki-laki)
9. Rezhan Talih (perempuan)
10. Limas Dlsher (perempuan)
11. Ahmed Sdeek Omar (laki-laki)
12. Zherwan Hussen (laki-laki)
13. Beston Mohamd Ali (laki-laki)
(Ant/OL-16)
Sejak 2019, Faris terjun ke NTT untuk melakukan misi sosial dalam penanganan masalah kesehatan di daerah itu.
IA sampai pada ujung hidupnya. Tapi narasi kepergiannya tak berujung. Ia pergi dalam sunyi. Pamit dalam diam. Diam dan sunyi itu menjadi saksi terakhir ziarah hidupnya.
KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta lembaga terkait memberikan pendampingan psikososial untuk saudara dan keluarga anak korban bunuh diri di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya siswa tersebut.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
ANGIN kencang menebar debu di Desa Matasio, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), pekan lalu.
Enam nelayan itu dilaporkan hilang sejak 15 Mei 2025 saat menangkap ikan mengunakan KM Berkat Baru di perairan selatan Pulau Rote.
Kini, secara tahunan, Pemda Rote Ndao bersama Kementerian Pariwisata menggelar Festival Rote Malole, yang tahun ini akan digelar pada 13-14 Agustus 2025.
SEORANG anggota TNI bernama Pratu Andi Tambaru tewas gantung diri di sebuah pohon besar dekat gerbang Bandara DC Saudale, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT)
Program ini membawa misi untuk mengedukasi dan menjangkau 1.600 anak usia 4-6 tahun, 1.600 orang tua dan pengasuh, serta 140 guru dalam kurun waktu 2023 hingga 2025 di wilayah Rote Ndao.
SATU korban tenggelamnya perahu di perairan Desa Hundihuk, Kecamatan Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur pada Kamis (28/9) siang, sampai Sabtu (30/9) belum ditemukan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved