Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Partai Demokrat Agus Harymurti Yudhoyono (AHY) memberikan kuliah umum di Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, Nusa Tenggara Timur, Selasa (6/12) sore.
AHY memberikan kuliah dengan tema 'Menyiapkan Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas pada 2045', antara lain menyebutkan saat ini Indonesia sedang dalam kondisi yang tidak baik-baik saja.
Hal itu disebabkan perang Rusia-Ukraina yang memicu krisis pangan dan energi serta stabilitas keuangan global. Di kawasan Asia Pasifik, menurut dia, masa depan Indonesia juga penuh dengan ketidakpastian.
Namun, ia mengajak mahasiswa untuk tetap optimistis dengan cara mempersiapkan diri mulai dari sekarang.
"Maka tantangan dan permasalahan sebesar apapun di masa depan, bisa kita hadapi bersama dan Indonesia tetap menjadi negara yang hebat dan maju," ujarnya disambut tepuk tangan mahasiswa.
Bagi AHY, ada tiga persoalan utama yang sedang dihadapi Indonesia yaitu ekonomi dan kesejahteraan rakyat, demokrasi dan kebebasan sipil, serta keadilan dan penegakan hukum.
"Ruang fiskal terbatas, sederhananya ekonomi kita terbatas karena kita dilanda krisis selama 2-3 tahun terakhir, artinya keuangan kita
terbatas," jelasnya.
Kondisi tersebut, menurut AHY, belum ada prioritas pembangunan, dan kurang tepat. "Seharusnya kita lebih bijak lagi mengunakan keuangan
negara tersebut untuk hal-hal yang memiliki urgensi atau prioritasnya lebih tinggi termasuk untuk kesehatan, pendidikan dan peningkatan
kesejahteraan," katanya.
Baca juga: Pemkab Sikka Terus Gencarkan Upaya Penurunan Angka Stunting
Dia menyebutkan utang Indonesia juga tinggi, inflasi tinggi, dan harga bahan pokok meningkat. "Di sini apa saja yang naik?" tanya AHY. "Bahan makanan pokok dan BBM," jawab mahasiswa secara serentak.
AHY yang datang bersama istrinya, Anisa Pohan, juga mengatakan, saat ini telah terjadi kemunduran demokrasi, padahal di sebuah negara yang demokratis, pemilu adalah untuk memilih pemimpin bangsa dan wakil rakyat.
Menurut AHY, ada kualitas pemilu mengalami kemunduran karena tiga hal yakni politik uang, politik identitas, dan politik fitnah. "Uang bisa
saja membuat kualitas demokrasi muncur. Kalau datang ke TPS (tempat pemungutan suara) harus bayar tentu akan memengaruhi kualitas pemilu kita," ujarnya.
Adapun politik identitas adalah politik pembelahan dan polarisasi. "Saya ingin terus menjadi yang terdepan, mari kita cegah bersama
terjadinya politik identitas. Sebaliknya kalau kita terpecah belah, hanya karena politik perbedaan identitas, kita akan mundur ke belakang," katanya.
AHY juga mengingatkan mahasiswa hati-hati dengan politik fitnah karena berpotensi memecah-belah bangsa. "Harganya terlalu mahal gara-gara kita asyik di media sosial, kita lupa bahwa sering kali banyak informasi yang belum tentu benar, tetapi kita sebarluaskan dan menimbulkan perpecahan di antara kita," jelasnya.
Kuliah umum juga dihadiri sejumlah anggota DPR dari Partai Demokrat yakni Anggota Komisi VI Herman Khaeron, Anggota Komisi X Anita Gah, Anggota Komisi III Benny K Harman, dan anggota Komisi VII Teuku Riefky Harsya. (OL-16)
SBY menyatakan bahwa kendali kepemimpinan Partai Demokrat sepenuhnya berada di tangan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa, dalam menghadapi bencana banjir Sumatra yang begitu masif, seluruh elemen pemerintah wajib bergerak cepat dan tepat.
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menjelaskan bahwa rangkaian banjir dan longsor yang melanda Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh dipicu oleh fenomena siklon tropis.
INFRA ConEx 2026 resmi diluncurkan dalam sebuah pertemuan di Semarang, Jawa Tengah.
MENTERI Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dianugerahi Nanyang Distinguished Alumni Award 2025.
Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyoroti paradoks sistem logistik nasional yang masih didominasi transportasi darat hingga 91%
Perkembangan teknologi menghadirkan peluang baru bagi industri, namun juga risiko yang menuntut organisasi untuk lebih adaptif dan inovatif.
KONDISI ekonomi global sepanjang 2025 masih tertekan, dengan proyeksi pertumbuhan dunia hanya 2,8–3,2% berdasarkan laporan International Money Foundation (IMF).
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui inisiatif Bakti BCA Pendidikan menggelar program BCA Berbagi Ilmu (BBI).
Inovasi riset yang dikembangkan Undip di antaranya mesin desalinasi air laut menjadi air siap minum yang saat ini diuji coba bersama BNPB daerah terdampak bencana.
Sikap tegas Presiden Prabowo yang menyebutkan bahwa Indonesia tidak akan mengakui Israel selama Palestina belum merdeka sebagai bangsa dan negara itu sebuah sikap yang benar.
Abdul Mu’ti menekankan Indonesia memiliki modal besar untuk mewujudkan cita-cita menjadi bangsa maju pada 2045.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved