Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
BELASAN pohon di sejumlah jalan protokol di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, tumbang akibat diterjang hujan yang disertai angin serta ada yang melintang di jalan raya.
"Dampak hujan yang disertai angin kencang yang terjadi hari ini, tidak hanya mengakibatkan 12-an pohon tumbang, melainkan ada sejumlah kabel jaringan telepon serta listrik milik PLN," kata Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus Munaji di Kudus, Kamis (17/11).
Ia mengungkapkan peristiwa hujan deras yang disertai dengan tiupan angin kencang terjadi Kamis sekitar pukul 12.00 WIB dan mengakibatkan belasan tumbang yang terbesar di sejumlah daerah di Kudus.
Akibat kejadian tersebut, ada pohon tumbang yang mengakibatkan akses jalan terhambat karena pohon yang tumbang melintang di jalan.
Pohon tumbang yang melintang di jalan, di antaranya di Jalan Kudus-Jepara, di Jalan Jenderal Sudirman, di Jalan Sunan Kudus, dekat
perkantoran Mejobo serta di beberapa wilayah lainnya.
Baca juga: Kasus Covid-19 Di Kabupaten Cirebon Tunjukkan Tren Peningkatan
Ia mengungkapkan arus lalu lintas memang sempat tersendat karena pohon tumbang tercatat melintang di sejumlah jalur padat kendaraan, seperti di Jalan Kudus-Jepara serta Jalan Jenderal Sudirman.
"Akan tetapi, berkat kesigapan petugas dari BPBD dan kepolisian, akhirnya arus lalu lintas bisa diatur agar tetap lancar sambil menunggu
proses evakuasi pohon tumbang," ujarnya.
Akibat pohon tumbang juga menimpa lampu pengatur lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman, bangunan sekolah taman kanak-kanak (TK) di Desa Getas Pejaten, serta SD Pedawang.
Untuk korban jiwa, hingga saat ini masih nihil, sementara untuk nilai kerugian ditaksir mencapai Rp6 juta.
Tim BPBD Kudus juga masih diterjunkan di sejumlah lokasi pohon tumbang, meskipun sebagian besar sudah dievakuasi sehingga akses jalan juga kembali normal. (Ant/OL-16)
Banjir akibat cuaca ekstrem di Kudus merendam 5.596 rumah dan 1.970 hektare sawah serta berdampak pada 43.479 jiwa.
Jumlah warga terdampak banjir di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terus bertambah.
Kasus asusila yang terjadi di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus menjadi pembicaraan netizen setelah video yang diambil dari rekaman CCTV di rumah sakit plat merah itu viral.
Keterbatasan akses air bersih masih menjadi persoalan mendasar di sejumlah wilayah Indonesia, terutama di daerah dengan kepadatan penduduk tinggi dan kualitas sumber air yang menurun.
Kedua korban diidentifikasi sebagai Ahmad Syukron Ma’mun dan Muhammad Abraham Dhiyauddin.
863 atlet muda panahan yang jadi peserta berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DIY.
Sebagian warga Bumiayu memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman karena rumah mereka terdampak banjir. Tak hanya itu, ratusan hektare tanaman padi juga rusak.
Sekda Provinsi Jateng turun langsung mengawal proses pencarian pendaki asal Colomadu, Karanganyar, Yazid Ahmad Firdaus (26), yang dilaporkan hilang di Bukit Mongkrang lereng gung Lawu.
Selain hujan ekstrem, wilayah terdampak berada pada Sub DAS Penakir, bagian hulu Sub DAS Gintung, dengan kondisi lereng agak curam hingga sangat curam
Gelombang tinggi berlangsung di perairan Jawa Tengah hingga 4 meter hingga berdampak mengganggu aktivitas pelayaran.
Penyemaian dilakukan pada area target di perairan utara Jawa Tengah dengan jarak 52–82 nautical mile dari Bandara Ahmad Yani Semarang.
Cuaca ekstrem berpotensi merata di seluruh daerah di Jawa Tengah sehingga warga diminta untuk waspada terhadap dampak yang ditimbulkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved