Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
KURIKULUM Merdeka yang dicanangkan oleh Kemendikbudristek menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia agar sesuai dengan kebutuhan zaman. Dalam Kurikulum Merdeka, siswa tidak hanya dibentuk untuk menjadi cerdas, namun juga berkarakter sesuai nilai-nilai Pancasila.
Demikian disampaikan oleh Wali Kota Pematang Siantar Susanti Dewayani pada saat Pembekalan Penguatan Ideologi Pancasila kepada siswa-siswi SMA Negeri 2 Pematang Siantar di Kota Pematang Siantar, Sumatra Utara, Rabu (16/11).
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pada Pasal 3, terang dia, bertujuan pendidikan diselenggarakan agar setiap individu dapat menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab
Di dalam panduan pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), profil pelajar Pancasila adalah pelajar Indonesia yang merupakan pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila.
Di lain sisi, profil pelajar Pancasila terang dia juga mencakup mengenai kemampuan pelajar untuk memiliki paradigma berpikir yang terbuka terhadap perbedaan dan kemajemukan. Pelajar Pancasila harus memiliki kepedulian pada lingkungannya dan menjadikan kemajemukan yang ada sebagai kekuatan untuk hidup bergotong-royong.
Ada enam elemen atau dimensi profil pelajar Pancasila yang saling berhubungan antara satu dengan lainnya yaitu, Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia; Berke-Bhinekaan Global; Gotong-royong; Mandiri; Bernalar Kritis; dan Kreatif.
Sementara itu, Dandim 0207/Simalungun Letkol Inf Hadrianus Yossy saat memberikan penguatan ideologi Pancasila, bahwa pelajar, katanya, harus memiliki karakteristik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pelajar Indonesia harus memiliki sikap menghormati keberagaman dan toleransi terhadap perbedaan. Pelajar Pancasila wajib memiliki sikap yang kreatif dalam setiap tindakannya.
"Menjadikan pelajar Indonesia memiliki kualitas yang dapat bersaing secara nasional maupun global. Semua pelajar harus memliki wawasan kebangsaan untuk dapat mencintai bangsa ini dan mencapai tujuan nasional kita bersama," tandasnya.
Pada kesempatan itu, Susanti bersama Dandim 0207/Simalungun, perwakilan Polres dan Kejari Pematang Siantar menyerahkan buku-buku tentang Pancasila, roll banner, brosur, leaflet, dan stiker kepada Kepala SMAN 2 Pematang Siantar. (AP/OL-10)
Pelajari 7 butir Sila Ketiga Pancasila sesuai TAP MPR No. I/MPR/2003 serta contoh pengamalan nyata untuk menjaga persatuan Indonesia di tahun 2026.
Pahami 10 butir Sila Kedua Pancasila sesuai TAP MPR No. I/MPR/2003 dan cara mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari serta dunia digital tahun 2026.
Pelajari 7 butir Sila Pertama Pancasila sesuai TAP MPR No. I/MPR/2003 serta contoh pengamalan nyata dalam kehidupan sehari-hari dan dunia digital.
BPIP bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Indonesia (P3SI) menyelenggarakan Seminar Nasional Sejarah Pancasila
AWAL tahun 2026 menghadirkan sebuah kejutan penting bagi Indonesia.
Adanya pelanggaran dalam tata kelola pemerintahan negara yang baik serta praktik politik yang tidak demokratis karena mengabaikan suara rakyat.
Reformasi kepolisian Indonesia harus diarahkan pada penguatan peran Polri sebagai aparatur negara yang ideologis, bukan sekadar administratif.
Cari tahu cita-cita & tujuan bangsa Indonesia! Temukan secara rinci di mana rumusan ideal tersebut termuat. Klik sekarang untuk wawasan lengkapnya! klik disini
Tindak pidana terhadap ideologi negara dalam KUHP Pasal 188–190 perlu diatur lebih lanjut, khususnya terkait tindak pidana terorisme.
Meski banyak negara komunis runtuh setelah Perang Dingin, lima negara masih mempertahankan ideologi ini dalam sistem pemerintahan mereka.
Diklat bagi Pengajar PIP ini merupakan jawaban terhadap tuntutan masyarakat untuk menyelenggarakan Diklat Pembinaan Ideologi Pancasila, seperti yang pernah dilakukan pada era terdahulu.
Kemerdekaan Indonesia yang diraih pada tahun 1945 merupakan kontribusi para kiai dan para santri, baik K.H. Hasyim Asy'ari, K.H. Wahid Hasyim.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved