Minggu 13 November 2022, 09:20 WIB

Ferdi Tanoni Ungkap Bukti Pulau Pasir Milik Indonesia

Palce Amalo | Nusantara
Ferdi Tanoni Ungkap Bukti Pulau Pasir Milik Indonesia

Dok Ferdi Tanoni
Pulau Pasir

 

PEMEGANG Mandat Hak Ulayat Masyarakat Adat Laut Timor, Ferdi Tanoni, menegaskan, pulau pasir yang terletak sekitar 170 kilometer dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT), milik Indonesia.

Bukti-bukti pulau tersebut milik Indonesia yakni pada masa pemerintahan kolonial Belanda berkuasa atas Indonesia (Netherlandsch Indie) telah dilakukan pencatatan dan pengukuran pulau tersebut dengan nama Poelopasir.

"Tercatat dalam 'acte van eigendom' seluas lebih kurang 'oppervlakte' 15.500 hektare berdasarkan surat ukur (meetbrief) tertanda Juli 1927 atas nama Warga Negara Indonesia," kata Ferdi Tanoni kepada Media Indonesia di Kupang, Minggu (13/11).

Pulau tersebut berjarak sekitar 320 kilometer dari lepas pantai barat laut Australia. Tidak itu saja, bukti kepemilikan lainnya adalah adanya kuburan warga NTT di pulau tersebut.

Ferdi mengatakan seorang warga Pulau Sabu Raijua NTT bernama Ama Roho sudah berada di pulau itu sejak 1642, jauh sebelum pulau itu diklaim ditemukan oleh Kapten Ashmore dari Inggris pada 1811 yang kemudian diberi nama Ashmore Reef atau terpaut sekitar 169 tahun. Sejak 1960an, Pulau Pasir menjadi lokasi penangkapan ikan dan biota laut lainnya termasuk Ama Rohi.

Menurut Ferdi, sejarah tersebut diketahui oleh Australia, akan tetapi, dengan berbagai cara dan akal bulus Pemerintah Australia berusaha menguasai kekayaan alam yang ada di seluruh sendi Laut Timor.

Namun, dalam masalah kepemilikan Pulau Pasir, ucap Ferdi, Kementerian Luar Negeri RI dengan seenaknya menyebutkan Gugusan Pulau Pasir itu tidak termasuk dalam Pemerintahan Hindia Belnda dan merupakan milik Australia.

"Apakah pernyataan ini benar dan dapat dipertangung jawabkan?" tanya Ferdi yang merasa heran dengan pernyataan dari Kementerian Luar Negeri pimpinan Menteri Retno Marsudi.

Bagi Ferdi Tanoni, pernyataan Kementerian Luar Negeri justru tidak benar.

"Saya katakan tidak benar dan salah sama sekali, sehingga jika ada orang katakan bahwa Gugusan Pulau Pasir itu milik Inggris kemudian diserahkan kepada Pemerintah Australia, mereka itu merupakan orang-orang yang asal bicara saja tapi tidak punya bukti siapa sesungguhnya pemilik gugusan Pulau Pasir ini," tukas Ferdi.

"Makanya, kembali saya tegaskan kepada Pemerintah Australia untuk segera tunjukkan bukti kepemilikan Gugusan Pulau Pasir yang sah secara hukum," tuturnya.

Baca juga: Kemlu Pastikan Pulau Pasir bukan Milik Indonesia

Dalam klaim Pemerintah Australia atas gugusan Pulau Pasir sebagai bagiannya, Ferdi Tanoni justru balik menantang Australia untuk menunjukkan bukti-bukti kepemilikan secara yuridis.

"Tetapi hingga detik ini Pemerintah Federal Australia tidak dapat menujukkan bukti kepemilikan Gugusan Pulau Pasir ini," ucapnya.

Terkait masalah kepemilikan Gugusan Pulau Pasir ini dan gugatan yang dilayangkan di Pengadilan Australia dan Pengadilan Internasional, Ferdi Tanoni kembali menegaskan kepada Perdana Menteri Australia Anthony Albanese tentang salah satu data yang dimiliki oleh Ferdi.

Ferdi Tanoni juga mendesak Australia segera angkat kaki dari Gugusan Pulau Pasir dan kepada Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia untuk segera membatalkan pernyataan pada bulan Oktober 2022 bahwa gugusan Pulau Pasir adalah milik Australia. Pun kepada pihak lain yang tidak paham soal Gugusan Pulau Pasir ini agar segera diam dan tutup mulut.

Sebab, menurut Ferdi Tanoni, Gugusan Pulau Pasir ini merupakan Hak Kedaulatan Indonesia. Karena itu, selaku Pemegang Mandat Hak Ulayat Masyarakat Adat Laut Timor, Ferdi meminta kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo bersama para Menteri terkait yakni Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Hukum Mahfud MD, Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo Subianto, dan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi dapat segera mengadakan pertemuan bersama Perdana Menteri Australia Anthony Albanese untuk menegaskan kepada Pemerintah Australia, Pulau Pasir adalah hak Indonesia.

"Kami menolak konforontasi perang di Gugusan Pulau Pasir dan hanya cukup Australia segera tinggalkan Pulau Pasir, kemudian membatalkan seluruh Perjanjian RI dan Australia di Laut Timor dan Arafura dan merundingkannya kembali dengan menggunakan Hukum Laut Internasional yakni UNCLOS 1982," pungkas Ferdi Tanoni. (OL-5)

Baca Juga

dok.Kemenag

Program Kampung Zakat Jangkau Desa di Kepulauan Meranti

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 06 Desember 2022, 21:10 WIB
DIREKTORAT Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, mempercepat pelaksanaan Program Kampung Zakat bagi masyarakat atau daerah...
MI/Belvania Sianturi

Ini Rekomendasi Penelitian Para Ahli Terkait Penataan KJA Danau Toba

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 06 Desember 2022, 21:08 WIB
Danau Toba juga dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan, seperti pembangkit listrik tenaga air, sumber air baku air minum, transportasi,...
dok.Ant

BBM Solar Subsidi Sulit Didapat di SPBU Bali Dipicu Kuota Menipis

👤Arnoldus Dhae 🕔Selasa 06 Desember 2022, 20:58 WIB
BBM subsidi jenis solar di Bali sulit didapat. Hampir seluruh SPBU di Bali terlihat antrean mengular untuk membeli...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya