Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
SATU bayi orangutan Kalimantan (Pongo pigmaeus) dievakuasi oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur setelah sebelumnya diselamatkan oleh warga saat ditemukan tanpa induk di perkebunan.
Kepala BKSDA Kaltim, Ari Wibawanto, Rabu (9/11), mengatakan, orangutan yang dievakuasi itu berusia sekitar empat bulan.
Bayi orangutan malang ini pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Sali Sabhan di Kabupaten Muara Wahau sekitar tiga bulan lalu.
"Tiga bulan lalu, dia ditemukan di kebun milik Sali, tapi Sali tidak berani mendekat karena mengira ada induknya. Ternyata hingga sore, bayi orangutan itu masih di situ, baru Sali tahu kalau dia terpisah dari induknya," kata Ari.
Ari menambahkan, Sali kemudian membawa bayi orangutan itu ke Kabupaten Kutai Kartanagera (Kukar). Selama tiga bulan, Sali sempat merawat bayi itu sembari mencari informasi penyerahan orangutan.
"Sempat dirawat selama tiga bulan, lalu pulang ke Kukar, Sali bertemu keponakannya. Dia tanya, orangutan ini bisa diserahkan ke mana," sebut Ari.
Baca juga: Semeru Erupsi, Warga Dilarang Beraktivitas di Radius 5 Kilometer
Setelah dilaporkan, lanjut dia, tim BKSDA Kaltim sigap mencari titik rumah Sali untuk evakuasi. Evakuasi orangutan dilakukan di wilayah Perjiwa Tenggarong, Kukar.
"Sekarang bayi orangutan itu masih di Lantor Seksi Wilayah Tenggarong. Rencananya akan disekolahkan dulu di sekolah orangutan milik Centre Orangutan Protect (COP)," imbuhnya.
Ari mengapresiasi masyarakat Kaltim sudah banyak yang peduli orangutan. Dia berharap semua pihak dapat memberi edukasi tentang satwa dilindungi.
"Bahwa dengan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang satwa lindung. Dan kita apresiasi itu," katanya.
Disinggung keberadaan induk orangutan tersebut, Ari mengatakan belum ada tanda-tanda keberadaan induknya. Diduga, bayi itu hanya terpisah dari induknya.
"Sampai saat ini, laporannya bayi itu terpisah dari induknya. Tidak ada tanda-tanda yang mengarah pada induk orangutan tersebut," pungkasnya. (OL-16)
Penyakit jantung bawaan merupakan kelainan struktur jantung yang didapat sejak lahir dan berpotensi mengganggu aliran darah ke seluruh tubuh.
Seiring meningkatnya misi komersial ke luar angkasa, para ahli memperingatkan adanya risiko kesehatan reproduksi yang terabaikan. Apakah manusia siap bereproduksi di orbit?
Data menunjukkan sekitar 30% bayi mengalami gumoh, dengan puncak frekuensi pada usia 3 hingga 4 bulan.
Membedong kaki dengan tujuan meluruskan struktur tulang tidak memiliki dasar medis.
Pemilihan alas kaki seharusnya mengutamakan kenyamanan anak di atas fungsi korektif yang belum tentu diperlukan.
Seiring bertambahnya usia kehamilan, ukuran bayi yang semakin besar akan memberikan tekanan mekanis pada pembuluh darah di sekitar panggul.
Douglas Soledo, jantan berusia 17 tahun, dan Robina, betina berusia 25 tahun telah melalui proses rehabilitasi panjang sebelum akhirnya dinyatakan siap kembali ke alam liar.
Untuk sampai pada kesimpulan tersebut, para ilmuwan memetakan perilaku ciuman sebagai sebuah sifat evolusioner dalam pohon keluarga primata.
Tiga individu Orangutan subspecies Pongo Pygmaeus Wurmbii diprapelepasliarkan di Pulau Bangamat untuk mengembangkan insting hidup liar di habitatnya.
Saat buah berlimpah, orangutan makan yang kaya karbohidrat, lemak, dan tetap menjaga asupan protein. Ketika buah langka, mereka beralih mengonsumsi daun, kulit kayu, dan sumber protein lain.
Aksi tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang keberadaan orangutan yang terancam sekaligus memperingati Hari Orangutan Sedunia setiap 19 Agustus.
Selain survei anggrek, tim juga mencatat data habitat dan kondisi lingkungan, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat lokal tentang pentingnya pelestarian tumbuhan endemik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved