Selasa 08 November 2022, 16:58 WIB

RS Rapha Theresia Gelar Edukasi Pentingnya Jaga Kesehatan Fisik Dan Psikologis Anak

Mediaindonesia.com | Nusantara
RS Rapha Theresia Gelar Edukasi  Pentingnya Jaga Kesehatan Fisik Dan Psikologis Anak

Dok. RS Rapha Theresia
Seminar kesehatan yang digelar RS Rapha Theresia Jambi

 

MENYAMBUT Hari Kesehatan Nasional, Rumah Sakit Rapha Theresia Jambi menggelar rangkatan Seminar Sehat Rapha Health Talk Perdana, akhir pekan lalu.

Event gratis yang disponsori Syailendra dan Juara itu dibuka dengan bakti sosial khitanan yang dilanjutkan dengan 3 sesi seminar bertema “Healthy Childhood, Happy Adult, yang turut dihadiri mantan Ketua TPP PKK Provinsi Jambi 1999-2010, Ratu Munawaroh.. 

Direktur Utama Rumah Sakit Rapha Theresia Marcia Marimba mengatakan, bersama dengan para orang tua, RS Rapha Theresia berharap dapat menghasilkan generasi anak-anak Jambi yang mencapai kesehatan yang sejati.

“Sehat sejati di sini bukan hanya secara fisik ya, namun juga kesehatan psikologis yang seringkali kurang diperhatikan. Padahal keseimbangan antara keduanya sangat penting, untuk memastikan anak dapat bertumbuh menjadi remaja dan dewasa yang tangguh dan berkarakter di masa depan, apalagi di era internet, teknologi dan hiperkompetisi seperti sekarang” ujar dr. Marcia.

Marcia menambahkan, ke depannya RS Rapha Theresia akan terus berkomitmen untuk membantu pemda Jambi dalam mensosialisasikan informasi kesehatan seperti ini, salah satunya dengan membuat materi seminar dapat ditonton secara gratis di kanal Youtube Rapha Healthcare.

“Melalui Rapha Health Talk, kami berharap dapat berbagi wawasan dan solusi praktis yang dapat diterapkan oleh orang tua dalam keseharian, dengan menghadirkan kombinasi narasumber ahli dari bidang kedokteran dan psikologi terbaik” tutupnya. 

Dokter Spesialis Anak RS Rapha Theresia Dian Wahyudi pada seminar sesi pertama seminar bersama Psikolog dan Dosen Universitas Indonesia, Edward Andriyanto, membahas tentang cara mengenali gejala Autisme serta cara menanganinya pada awal fase tumbuh kembang anak.

“Setiap anak Autis memiliki kondisi dan gejala yang sangat berbeda-beda, oleh karena itu penting bagi orang tua untuk bersabar dalam memperhatikan dan mempelajari cara untuk berinteraksi dengan anaknya” jelas dr. Dian.

Edward menambahkan, Autisme kini bukan hal yang tabu untuk dibicarakan, sebaliknya penting sekali untuk menyadari kondisi ini pada Anak sedini mungkin.

“Sebab intervensi melalui berbagai terapi yang disesuaikan dengan kondisi spektrum yang diderita masing-masing Anak, umumnya dapat lebih efektif dan berdampak. Dukungan ahli seperti dokter spesialis anak, dokter spesialis gizi, psikolog serta komunitas orang tua dengan anak yang mengalami Autisme juga sangat penting untuk saling berbagi informasi” tutup Edward.

Sedangkan pada sesi kedua, Spesialis Obgyn RS Rapha Theresia Jambi Caesar Nurfiansyah memaparkan topik seputar menjaga kehamilan secara holistik serta cara mencegah trauma psikologis pada janin bersama Psikolog spesialis penanganan trauma, Rahajeng Ikawahyu. 

Baca juga : Stok Pangan Di Cianjur Dipastikan Aman Jelang Libur Nataru

“Tentunya kita semua ingin anak-anak kita bertumbuh menjadi orang-orang yang luar biasa dan berguna bagi bangsa Indonesia. Oleh karena itu penting untuk maksimalkan asupan nutrisi serta menjaga kondisi psikologis Ibu dan Anak dalam periode emas 1.000 hari pertama dalam kehidupannya, yaitu mulai dari ketika Anak masih di dalam kandungan hingga usianya sekitar 2 tahun” ujar dr. Caesar.

Pada sesi ketiga, Spesialis Gizi Klinik dari RS Rapha Theresia Jambi Linda Artanti menjelaskan mengenai pentingnya menyesuaikan asupan sesuai kelompok usia.

“Sebagai contoh, dalam kondisi yang normal, memberi asupan lemak dan santan justru dianjurkan untuk mencukupi kebutuhan kalorinya di masa pertumbuhan Anak. Sebab di bawah usia 10 tahun itu sangat jarang anak alami kondisi kolesterol tinggi” ungkap dr. Linda.

Psikolog spesialis penanganan trauma Rahajeng Ikawahyu menambahkab, selain aspek gizi, penting juga untuk menerapkan Mindful Parenting, membangun kepercayaan, dan menyesuaikan pola asuhan dengan mengikuti perkembangan Anak di setiap kelompok usia.

Ika menjelaskan, setiap anak yang dilahirkan selalu terikat dua aspek yang membentuknya, yaitu Nature atau faktor genetik, serta Nurture atau faktor lingkungan.

"Penelitian menunjukkan bahwa selain kondisi fisik, hormon stress juga akan diturunkan secara genetik kepada anak. Jadi kalau orang tuanya punya gangguan kecemasan, depresi, atau stress, anak yang dilahirkannya juga akan mewarisinya. Di sinilah faktor lingkungan yang baik akan berperan penting untuk membentuk dan memperbaiki kondisi anak." jelasnya.

Ika juga menyampaikan bahwa gawai juga termasuk faktor lingkungan, sebab gawai akan membuka pintu bagi anak untuk menjelajahi seluruh dunia.

“Namun gawai tidak perlu dimusuhi, justru sebaliknya kita perlu pelajari dan siapkan batasan dunia Gadget yang aman bagi anak kita. Selain itu penting bagi orang tua untuk menilai kesiapan anaknya, serta memberikan pendampingan yang tepat saat anak mulai mengenal Gadget” lanjutnya.

Sebagai penutup Ika menyampaikan, menjadi orangtua memang tidak ada sekolahnya, dan pasti akan melalui proses Trial & Error, namun sesungguhnya tidak ada hal yang tidak bisa diperbaiki. Yang perlu diingat adalah bila melakukan kesalahan, harus segera diperbaiki dan jangan dibiarkan. (RO/OL-7) 

Baca Juga

DOK/SEMEN GRESIK

Semen Gresik Raih 7 Penghargaan pada Ajang TKMPN 2022

👤Haryanto 🕔Senin 05 Desember 2022, 20:50 WIB
Inovasi dari para karyawan tersebut menjadi wujud dari keunggulan kompetitif perusahaan dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin...
DOK.MI

Polres Cimahi Bekuk Pria Penyiram Air Keras terhadap Istri

👤Depi Gunawan 🕔Senin 05 Desember 2022, 19:30 WIB
Air keras yang digunakan untuk menyiramkan ke tubuh korban didapat tersangka dengan cara membeli secara daring (belanja...
Ist

PWNU Jabar: Khilafah hanya Cara Adu Domba untuk Tujuan Politik

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 05 Desember 2022, 19:18 WIB
Gagasan irasional yang mengajak masyarakat untuk berimajinasi bahwa khilafah adalah solusi, sungguh memprihatinkan. Itu hanya cara kelompok...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya