Rabu 02 November 2022, 18:17 WIB

Pencarian Korban Hilang Kebakaran Kapal Express Cantika 77 Dihentikan

Palce Amalo | Nusantara
Pencarian Korban Hilang Kebakaran Kapal Express Cantika 77 Dihentikan

MI/Palce Amalo
Kepala Kantor SAR Kelas A Kupang, I Putu Sudayana (kiri).

 

OPERASI pencarian terhadap korban hilang musibah kebakaran Kapal Express Cantika 77 di Perarian Kecamatan Amfoang Utara, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditutup, Rabu (2/11) sore. Hingga pencarian dihentikan, masih ada 15 penumpang dan satu jenazah yang belum ditemukan.

Acara penutupan dihadiri seluruh potensi SAR dan keluarga korban  di Kantor SAR Kelas A Kupang, Jalan Adisucipto, Kelurahan Penfui, Kupang. Dalam pernyataanya Kepala Kantor SAR Kelas A Kupang, I Putu Sudayana yang menjelaskan proses pencarian korban yang berlangsung sampai 10 hari, namun masih ada 15 orang yang belum ditemukan temasuk satu jenazah.

"Mohon maaf tidak berhasil menemukan saudara-saudara saya, namun kami tutup operasi SAR hari ini," ujar Putu yang kemudian menangis.

Putu mengatakan, sesuai aturan, operasi pencarian korban oleh SAR hanya berlangsung selama tujuh hari, tetapi Kantor SAR Kupang memperpanjang operasi pencarian sampai 10 hari. "Kami sudah all out, informasi terkait adanya korban sudah kami jajaki, sudah kami cek. Kita sudah berupaya maksimal. Kami dari Basarnas turut berduka cita sedalam-dalamnya kepada keluarga korban," ujarnya.

Menurutnya, operasi pencarian melibatkan Kapal KN Antareja dan sebuah RIB 10 dibantu oleh tiga kapal milik Polda NTT, namun tidak menemukan korban yang hilang. KN Antareja melakukan pencarian antara 62 sampai 114 nautical mile (NM), mengikuti SAR Map, sedangkan RIB 10 melakukan pencarian sampai 25 NM.

Menurut Putu, penutupan operasi pencarian bukan berarti pencarian korban ditutup selama-lamanya. "Kita tetap melaksanakan pemantauan dan koordinasi dengan seluruh unsur SAR dan masyarakat. Jika ada informasi yang masuk, kami akan tetap cek," tandasnya.

Kepala BPBD NTT Ambrosius Koda juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban karena anggota keluarga mereka belum ditemukan. Ambrosius juga menyoroti soal data korban yang simang siur lantaran terdapat perbedaan yang jauh dari data manifes kapal sebanyak 167 orang dan 10 anak buah kapal (ABK).

Namun, setelah dilakukan evakuasi jumlah korban sebanyak 361 orang. Dari jumlah itu, 16 hilang, 20 tewas dan sisanya selamat. "Kita tidak 
berangkat dari satu data yang sama," katanya.

Salah satu anggota keluarga korban, Aki Kalla mengatakan dari lima anggota keluarga yang berlayar bersama kapal tersebut, satu orang meninggal adalah adik saya dan empat orang selamat. "Yang selamat itu ada suami, isteri dan bayinya umur 24 bulan dan sepupu," ujarnya.

Menurutnya, saat kebakaran kapal lima orang tersebut sama-sama terjun ke laut setelah mengenakan jaket penolong. "Mereka juga berenang bersama, tidak tahu adik saya hilang mungkin terbawa gelombang," ujarnya. (OL-15)

Baca Juga

dok.ist

Relawan #SayaKejar Bangun MCK untuk Penyintas Gempa Cianjur

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 19:51 WIB
TIM Relawan Sayap Kencana Ganjar (#SayaKejar) kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk penyintas Gempa Cianjur. Kali ini membangun...
ANTARA FOTO/Novrian Arbi

BMKG: Gempa Susulan Cianjur Semakin Melemah

👤Atalya Puspa 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 19:42 WIB
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengungkapkan, sejak 21 November 2022 hingga 2 Desember 2022, terjadi sebanyak 374 kali gempa...
MI/Apul

Wali Kota Pematang Siantar Resmikan Media Center Dinas Kominfo

👤Apul Iskandar 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 19:28 WIB
Susanti mengatakan akan memperhatikan anggaran untuk Dinas Kominfo, termasuk demi sinergitas dengan media dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya