Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SUB-holding PT PLN (Persero), yakni PLN Indonesia Power, bersama ACWA Power mendorong pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung di Singkarak dan Saguling. Adapun kapasitas masing-masing pembangkit sebesar 50 megawatt ac (MWac) dan 60 MWac.
PLTS Terapung Singkarak berada di Danau Singkarak, Sumatera Barat. Saat beroperasi, listrik akan disalurkan melalui interkoneksi 150 kV ke GI Padang Panjang 150 kV.
Adapun, PLTS Terapung Saguling berada di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Energi listrik yang dihasilkan akan dialirkan melalui interkoneksi 150 kV ke GI Rajamandala.
Baca juga: PLN Sebut Kendaraan Listrik Bisa Kurangi 50% Emisi Karbon di RI
Kedua proyek tersebut menelan total investasi US$104,95 juta, atau sekitar Rp15,6 triliun lebih. Upaya ini bertujuan mendukung transisi energi Indonesia.
“Kami berharap proyek ini mampu memberikan kontribusi yang cukup signifikan dalam pengembangan bisnis EBT di Indonesia," ujar Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam keterangannya, Selasa (18/10).
Pengembangan PLTS Terapung Singkarak direncanakan dengan kapasitas 50 MWac dengan target Commercial Operation Date (COD) di 2025. Sementara, PLTS Terapung Saguling direncanakan dengan kapasitas 60 MWac yang akan COD pada 2024.
Sebagai upaya pengembangan, PLN telah melakukan feasibility study pengurusan perizinan dan telah dinyatakan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Pengembangan PLTS Terapung Singkarak akan berdiri di atas 0,33% total luas danau Singkarak.
Baca juga: Yuk Mengenal Jenis-Jenis Pembangkit Listrik
Lalu, untuk PLTS Terapung Saguling akan menggunakan 1,69% total luas permukaan waduk. Dengan adanya pengembangan PLTS Terapung Singkarak dan Saguling, PLN meneruskan komitmen penggunaan EBT dengan memanfaatkan potensi dalam negeri.
Diketahui, ACWA Power saat ini telah memiliki portofolio dalam pembangkit listrik sejumlah 43 gigawatt (GW), dengan hampir 15,5 GW (36% dari total portofolio) merupakan pembangkit berbasis EBT.
Sebelumnya, PLN Nusantara Power telah memiliki pengalaman dalam pembangunan PLTS Terapung Cirata di Jawa Barat. PLTS yang sedang dalam tahapan konstruksi dan berkapasitas 145 MWac, akan menjadi PLTS Terapung terbesar di Asia Tenggara.(OL-11)

Inovasi teknologi migas kembali diadaptasi PT Pertamina Gas (Pertagas) untuk menjawab persoalan dasar masyarakat desa, khususnya dalam menjaga infrastruktur pipa air.
Banyak perumahan gagal dihuni akibat minim infrastruktur dasar. Wamen PU menegaskan hunian harus terintegrasi, akademisi sebut kumuh akibat sistem.
Ekspansi proyek perumahan nasional dan percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN) membuka peluang besar bagi industri penyedia material mechanical, electrical & plumbing (MEP).
Pemkab Bekasi menetapkan pelebaran Jalan Raya Pilar-Sukatani sebagai prioritas 2026. Anggaran ratusan miliar disiapkan untuk pembebasan lahan demi mengurai kemacetan kronis.
Menutup tahun 2025, Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) melihat perjalanan kawasan industri sebagai cermin dinamika ekonomi Indonesia yang terus bergerak.
Presiden menekankan bahwa percepatan penyelesaian infrastruktur penghubung bersifat vital demi memulihkan mobilitas warga dan distribusi logistik.
Libur Natal dan Tahun Baru kerap dimanfaatkan untuk melakukan perjalanan darat atau road trip bersama keluarga maupun orang terdekat.
Sejak awwal PLN all out untuk merampungkan proses pemulihan kelistrikan pascabencana di wilayah Sumatra Barat.
Rancangan pembangunan jaringan interkoneksi antarpulau telah ditetapkan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034.
Indonesia merupakan salah satu emerging market di dunia dan diikuti oleh target pemerintah yakni dapat mencapai tingkat elektrifikasi 99% di Indonesia.
Pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) telah usai. Tidak puas berhenti di Kota Kembang, proyek sepur kilat itu direncanakan berlanjut sampai ke Surabaya.
Kereta cepat beroperasi menggunakan sistem aliran listrik atas (OCS). Pasokan listrik ditransmisikan ke empat gardu traksi di Halim, Karawang, Walini dan Tegalluar yang dibangun CREC.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved