Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH titik di Kota Sukabumi, Jawa Barat, diterjang bencana hidrometeorologi bersamaan tingginya intensitas curah hujan, Jumat (7/10). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih melakukan pendataan di lapangan.
Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.03 WIB, bencana setidaknya terjadi di enam lokasi. Di Kecamatan Cibeureum, terjadi jalan ambles di Jalan Selakaso RT 03/02 Kelurahan Babakan dan banjir meluapnya aliran Sungai Cisuda di RT 04/01 Kelurahan Cibeureum Hilir.
Sementara di RT 01/08 Kelurahan Benteng Kecamatan Warudoyong terjadi tanah longsor di samping bangunan rumah salah seorang warga.
Di Kecamatan Cikole bencana terjadi di Gang Jayaniti Kampung Babakan Jampang RT 01/10 Kelurahan Cisarua. Sebuah jembatan putus mengakibatkan akses kendaraan lumpuh.
Baca juga: Cuaca Ekstrem di Bengkulu, Gelombang Laut Capai 4 Meter
Sedangkan di Kampung Cikukulu RT 05/013 Kelurahan Cisarua Kecamatan Cikole, bangunan tembok penahan tebing (TPT) mengalami longsor. Satu titik lagi berada di Kampung Cisuereuh RT 04/01 Kelurahan Karangtengah Kecamatan Gunungpuyuh yang terjadi tanah longsor.
"Laporan sementara di lapangan ada enam titik lokasi bencana," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Imran Wardhani, Jumat (7/10).
Imran mengaku petugas di lapangan masih menangani bencana yang terjadi di 6 titik. "Kami sudah menurunkan tim ke sejumlah titik bencana," ucapnya.
Sementara itu dilaporkan juga di ruas Jalan Lingkar Selatan atau tepatnya di depan Terminal Tipe A KH Ahmad Sanusi, banjir menggenangi ruas jalan tersebut. Setiap kali hujan deras, wilayah itu jadi langganan banjir meluapnya air dari saluran atau drainase. (OL-16)
TOL Bocimi Seksi 3 pada akses ruas Cibadak-Karangtengah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, resmi difungsikan mulai 14-29 Maret mengurai kepadatan kendaraan arus mudik 2026 dan balik Idulfitri
Perlu berbagai upaya melakukan langkah-langkah penting selama arus mudik maupun balik Lebaran nanti
Disnaker mengultimatum perusahaan agar mematuhi surat edaran Menteri Ketenagakerjaan tentang pemberian THR keagamaan bagi pekerja atau buruh swasta serta surat edaran
Pergerakan tanah di Kecamatan Bantargadung terjadi di Desa Bantargadung dan Bojonggaling. Kondisi itu bersamaan meningkatnya intensitas curah hujan sejak Rabu (4/3).
Beras premium kelas I yang sebelumnya Rp14.400 per kg menjadi Rp15.200 per kg dan beras premium kelas II naik dari Rp 14 ribu kg menjadi Rp14.800 per kg
Menurut BMKG, gempa Sukabumi itu berada di 7.62 LS dan 106.41 BT, 71 kilometer dari barat daya Kabupaten Sukabumi, atau tepatnya ada di 26 kilometer laut.
ANGGOTA Polairud berhasil selamatkan 4 orang wisatawan berasal dari Kabupaten Bandung Barat setelah terseret arus ombak saat berenang di Pantai Karangpapak, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
HARI kedua atau H+2 Lebaran 2026 terjadi peningkatan arus kendaraan yang melawati exit Tol Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
ARUS lalu lintas saat libur Idulfitri 1447 H pada H+1, Minggu (22/3) menunjukkan peningkatan signifikan pergerakan kendaraan, khususnya dari wilayah Jabodetabek menuju arah Puncak dan Merak.
Adapun rinciannya antara lain, lalu lintas di Gerbang Tol Cengkareng menuju Bandara Soekarno-Hatta tercatat sebanyak 685.453 kendaraan atau naik 3,25% dibandingkan tahun lalu.
PUNCAK arus mudik lebaran 2026 di Jalan Raya Nagreg, Jawa Barat, diperkirakan akan terjadi hari ini (19/3).
KEBAKARAN hutan dan lahan atau karhutla mulai mengintai di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Di Kecamatan Cireunghas, dilaporkan terjadi kebakaran hutan di lahan sekitar 2.000 meter persegi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved