Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA cabai keriting di pasar tradisional di Kota Bengkulu, Bengkulu, kembali naik jadi Rp90 ribu per kilogram dari Rp80 ribu.
"Harga cabai keriting naik lagi hampir sepekan terakhir dari sebelumnya Rp80 jadi Rp90 ribu per kilogram," kata Ujang, 42, pedagang cabai dipasar tradisional Pasar Panorama, Kota Bengkulu
Harga cabai merah, lanjut dia, saat ini bervariasi mulai dari harga Rp85 ribu dikualitas biasa dan kualitas super Rp90 ribu per kilogram.
Saat ini, pasokan cabai dari Kabupaten Rejang Lebong dan Kepahiang, Bengkulu, mulai normal sehingga harga berangsur turun. Harga cabai merah di Kota Bengkulu, kisaran Rp85 ribu hingga Rp90 ribu per kg yang sebelumnya Rp60 ribu per kg.
Selain itu, naiknyaharga cabai di Provinsi Bengkulu, disebabkan pasokan terbatas dari petani dan mulai masuk musim hujan.
Sebelumnya, kenaikan juga disebabkan karena cuaca buruk dan ketersediaan cabai di tingkat pedagang jumlahnya terbatas. Upik, 33, padagang cabai di Pasar Minggu, Kota Bengkulu, mengatakan, terpaksa mengurangi pembelian cabai karena sepi pembeli.
"Pengurangan pembelian cabai disebabkan karena harga cabai yang terus mengalami kenaikan sehingga pembeli juga mengurangi pembeliannya," imbuhnya.
Untuk membeli cabai, kata dia, harus memiliki modal cukup besar dari sebelumnya. Biasanya cukup modal Rp1 juta sudah dapat 20 kg cabai jika harga Rp50 ribu per kg. (OL-13)
Baca Juga: Harga Cabai Di Badung Kembali Melonjak
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Bengkulu, mendapatkan sebanyak 1.172 unit Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) pada 2026.
Virus Nipah dapat ditularkan melalui hewan, salah satunya kelelawar, yang kerap mengonsumsi buah-buahan di alam terbuka.
Ternak yang terserang tersebut, tersebar ditiga kecamatan yakni Tanjung Kemuning, sebanyak 83 ekor, Padang Guci Hilir, 6 ekor dan Luas, 42 ekor.
Kebutuhan pokok masyarakat yang dijual seperti beras, terigu, gula pasir, telor, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, mi instan dan kebutuhan pokok lainnya.
IDAI juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam pemenuhan fasilitas kesehatan anak.
Peserta try out terdiri dari 1.000 orang siswa kelas 6 Sekolah Dasar dan 1.000 siswa kelas IX Sekolah Menengah Pertama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved