Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menargetkan penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) bahan bakar minyak (BBM) bisa dilaksanakan segera mungkin. Anggarannya akan dialokasikan dari dana alokasi umum (DAU) dan dana bagi hasil (DBH).
Bupati Cianjur, Herman Suherman, menjelaskan pemerintah pusat sudah menyiapkan dana BLT melalui Kementerian Sosial sebagai dampak naiknya harga BBM saat ini. Namun, sebut Herman, sesuai arahan dari pemerintah pusat juga, setiap pemerintah daerah harus menyiapkan dana tambahan sebagai bantalan sosial.
"Untuk kabupaten dan kota sudah diarahkan mengambil anggaran sekitar 2% dari DAU dan DBH. Sudah kami rumuskan. Sudah mapping. Tinggal teknisnya saja. Mudah-mudahan nanti di bulan depan, Oktober, sudah bisa terealisasikan," terang Herman, Kamis (8/9).
Namun, Herman tidak menyebut secara rinci besaran nominal 2% DAU dan DBH yang akan dialokasikan. Dalihnya, saat ini sedang dihitung kembali besaran lantaran besaran DAU dan DBH yang dialokasikan sebesar 2% bukan jumlah total yang diterima tahun ini.
"Jadi, alokasi 2% itu diambil dari sisa DAU dan DBH tahun ini. Jadi (DAU dan DBH) yang sudah terserap berapa, nah yang sisanya itu dialokasikan sebesar 2%," sebut Herman.
Kriteria penerima BLT BBM, sebut Herman, di antaranya untuk masyarakat yang belum mendapatkan bantuan sosial ataupun para pelaku jasa transportasi umum seperti ojek ataupun sopir angkutan umum. Secara global, kata Herman, sudah dirumuskan secara terperinci para penerimanya.
"Tinggal teknisnya saja. Kami sudah sosialisasikan kepada Forkopimda dan para stakeholder. Kami harapkan bisa lebih cepat (penyalurannya)," jelasnya.
Sedangkan Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur, Cecep Alamsyah, mengatakan arahan pemerintah pusat, pemerintah daerah harus melakukan refokusing anggaran untuk membantu mengalokasikan tambahan dana BLT BBM. Anggarannya akan dialokasikan sebesar 2% dari sisa DAU dan DBH tahun ini.
"Ini sebagai dampak kenaikan harga BBM. Kita di daerah sifatnya substitusi karena pemerintah pusat juga sudah menyiapkan bantalan sosial itu. Tapi kita di daerah juga akan melengkapi," pungkasnya. (OL-15)
Sensus Ekonomi ini merupakan instrumen data yang dilakukan rutin lima tahunan.
Pasalnya, UA nekat mengambil dua buah labu siam di lahan yang bukan miliknya karena terdesak kebutuhan untuk berbuka puasa.
MINTA, seorang lelaki paruh baya warga Bayabang RT 001/006 Desa Talaga Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meninggal dunia gara-gara labu siam.
Penanganan kasus terkait PJU Cianjur oleh Kejaksaan Negeri Cianjur dinilai sangat sarat kriminalisasi.
fluktuasi harga berbagai komoditas pangan dipengaruhi faktor pasokan dan permintaan.
Penanganan dinilai lebih menyerupai upaya kriminalisasi terhadap kesalahan administrasi daripada pembuktian tindak pidana murni.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf meninjau langsung penyaluran Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) hari terakhir yang dilaksanakan di Kantor Pos Cikini, Jakarta Pusat.
Pemerintah menyalurkan BLT Kesra tersebut sekaligus untuk tiga bulan yakni Oktober, November dan Desember 2025.
Pemerintah terus mempercepat penyaluran Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) ke seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah-daerah terdampak bencana Sumatra.
Pos Indonesia menunjukkan perannya sebagai perpanjangan tangan negara melalui penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLTS) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) di Kota Padang.
Bantuan langsung tunai (BLT) untuk para korban bencana Sumatra, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Di tengah tekanan ekonomi yang masih membayangi sebagian warga, Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) menjadi penyangga penting.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved