Kamis 08 September 2022, 13:55 WIB

Polres Ponorogo Kawal Autopsi Jenazah Santri Ponpes Gontor

Dwi Apriani | Nusantara
Polres Ponorogo Kawal Autopsi Jenazah Santri Ponpes Gontor

DOK MI
Proses autopsi jenazah Albar Mahdi di TPU Sungai Selayur, Kecamatan Kalidoni, Palembang, Kamis (8/9).

 

UNTUK mengungkap kasus kematian Albar Mahdi, santri Pondok Modern Darusalam Gontor I Ponorogo, Jawa Timur, Kepolisian Resor (Polres) Ponorogo melakukan autopsi jasad korban di Palembang. Autopsi dilakukan di TPU Sungai Selayur, Kecamatan Kalidoni, Palembang, Kamis (8/9).

Kasat Reskrim Polres Ponorogo Jatim, Ajun Komisaris Nikolas Bagas Yudhi Kurnia mengatakan untuk proses autopsi jenazah sudah berlangsung dari pukul 09.00 WIB dan sifatnya tertutup. Tim pelaksana autopsi jenazah melibatkan dokter dari RS Bhayangkara Palembang dan RSUP Muhammad Husein.

"Kita lakukan menyeluruh. Untuk hasil autopsi kami belum bisa sampaikan. Nanti akan disampaikan olrh ahli tim forensik. Autopsi ini sebagai bagian dari upaya pengumpulan alat bukti," kata dia.

Seperti diketahui, Albar Mahdi, 16, meninggal dunia pada Senin (22/8) di Ponpes Gontor 1 Ponorogo. Ia diduga meninggal dunia lantaran mendapat kekerasan dari santri lain dalam kegiatan perkemahan di ponpes tersebut.

"Sampai hari ini, sudah ada 18 orang saksi. Saksi yang diperiksa mulai dari staf pengasuhan, pengajar, dokter rumah sakit ponpes, dua rekan almarhum AM, dan beberapa staff IGD sudah dilakukan pemeriksaan.

"Terduga pelaku saat ini masih proses pemeriksaan. Ada dua orang santri, yakni senior korban. Selain itu juga ada dua korban lainnya , kondisinya sehat, dan masih bisa melakukan aktivitas pembelajaran," jelasnya.

Diakui Nikolas, sejauh ini pihak ponpes cukup kooperatif. Bahkan ponpes sudah melaporkan ke polisi terkait penganiyaan AM.

Kuasa hukum Keluarga Albar Mahdi, Titis Rachmawati mengatakan memang dalam rangka pengungkapan penganiayaan ini, pihaknya mengapresiasi dan membantu sepenuhnya agar terungkap dan tidak berlarut.

"Kejelasan atas penganiayaan ini bisa ditetapkan siapa pelakunya. Kami masih fokus pada proses pengungkapan dengan pihak penyidik," jelasnya.

Ia menuturkan, orang tua korban sudah bisa menerima kenyataan. Bahkan ayah korban ikut dalam proses autopsi.

Titis mengakui, dari awal pihaknya menyesalkan bahwa Ponpes baru mengeluarkan statment setelah kasus ini viral. "Setelah viral, barulah ponpes melaporkan dan melakukan rilis terbuka, mengajukan permohonan maaf. Dan ini kami sesalkan," ucapnya. (OL-15)

 

Baca Juga

dok.ist

Komunitas Nelayan Pesisir di Takalar Dukung Ganjar Presiden 2024

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 11:52 WIB
KOMUNITAS Nelayan Pesisir Kabupaten Takalar mengkonsolidasi dukungan Ganjar Pranowo Presiden 2024 di Desa Lakatong, Mangarabombang,...
dok.ist

Tokoh Adat Papua Kutuk Pelaku Korupsi yang Lecehkan Hak Rakyat

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 11:44 WIB
DUKUNGAN kepada KPK untuk memberantas korupsi di wilayah Papua terus berdatangan. Kali ini disuarakan oleh tokoh adat Sentani, Boas Assa...
MI/DENNY SUSANTO

Kopi Lokal Kalsel, di Antara Antusias Petani dan Kendala Birokrasi

👤Denny Susanto 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 11:10 WIB
Komoditas kopi ini sedang naik daun dan generasi muda cukup antusias mempelajari bisnis kopi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya